Selasa, 31 Januari 2012

Terima Surat Rekomendasi, Manajemen Restui Iqbal

CIBUBUR - Setelah berinisiatif sendiri untuk menanyakan kepada pihak PSSI, atas kepastian dirinya untuk mengikuti seleksi timnas U-23, yang dipersiapkan menghadapi Bahrain di pertandingan terakhir babak kualifikasi Piala Dunia 2014, akhirnya pihak manajemen Persikabo memberikan izin kepada Iqbal Ades.
Iqbal, yang kini tengah menjalani pemusatan latihan di Cibubur bersama 29 pemain lainnya langsung mendapatkan izin dari orang nomor satu di Persikabo, Rudi Ferdian.
"Kemarin memang berinisatif untuk meminta izin kepada Pak Rudi, dan Alhamdulilah diberikan izin. Kalau ke pelatih saya izin ke asisten, Sairan karena ponsel pelatih Suimin Diharja belum bisa dihubungi," ungkapnya kepada PAKAR, kemarin.
Mengenai targetnya di seleksi tersebut, mantan pemain Batavia Union ini mengaku akan berjuang semaksimal mungkin untuk mendapatkan posisi terbaik di skuad timnas U-23.

Seperti yang diketahui, Coach Aji Santoso, yang kini menangani skuad timnas U-23 menggantikan Rahmad Darmawan hanya akan mengambil 10 pemain dari 30 pemain yang mengikuti seleksi hingga 3 Februari mendatang.
"Insya Allah saya akan berusaha semaksimal mungkin, latihannya kebanyakan game, dan dari situlah performa kita akan dilihat. Mengikuti seleksi timnas U-23 ini merupakan pengalaman berharga buat saya, dan pastinya tidak akan saya sia-siakan," tukasnya.

Sementara itu, Manajer Operasional Persikabo, Erwin Saleh mengatakan bahwa surat rekomendasi pemanggilan Iqbal Ades baru diterima, Senin (30/1). Sehingga, pihaknya belum berani memberikan kepastian kepada Iqbal.
"Surat dari PSSI baru diterima tadi (kemarin-red), makanya kita belum berani mengambil kepastian, takutnya Iqbal nanti tidak mendapat fasilitas di sana, tapi ternyata dia berinisiatif ke sana, yang penting dia sudah bergabung dengan pemain lainnya,"pungkasnya.=UYE

(pakuanraya)

Striker Belum Cetak Gol, Evaluasi Lini Depan Persikabo

CIBINONG - Empat kali laga yang sudah dihadapi Persikabo di pentas kompetisi Divisi Utama Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) dilewati tanpa satu gol pun dari barisan lini depan.
Janji Bomber asing Persikabo, Brima Pepito Sanusie untuk memberikan gol bagi klub berjuluk Laskar Padjajaran di kompetisi level dua PSSI ini pun belum bisa ditepatinya.

Jika dibandingkan dengan pemain asing dari klub lain yang berada satu grup bersama Persikabo, mantan pemain Persitara Jakarta Utara ini memang belum mampu menunjukkan kualitasnya sebagai target-man. Sebut saja, Xavi Perez. Pemain Pro Duta ini sudah mampu menciptakan dua gol bagi klubnya disusul Diallo Mamadou dari PSBL Langsa dan Abdelhadi Lakkad yang juga menyumbangkan satu gol bagi Pro Duta FC.

Hal tersebut yang harus menjadi perhatian khusus bagi jajaran pelatih untuk segera mengevaluasi barisan lini depan yang masih belum mampu memproduksi gol meskipun kompetisi sudah berjalan seperempat musim.
Dari keempat laga tersebut, Headcoach Persikabo, Suimin Diharja memang sudah beberapa kali melakukan rotasi pemain di lini depan. Bermula dari laga perdana mereka kontra PS Bengkulu, yang mengharuskan Pepito mendapatkan kartu merah dari wasit. Pepito sendiri harus absen di laga kedua mereka kontra Persitara.
Sebagai Entreinedor yang tak mau mengandalkan Pepito, Suimin pun memutar otak dengan menjatuhkan pilihannya kepada Nico Susanto. Hal ini dilakukan karena Jibby yang seharusnya bisa menggantikan posisi Pepito belum bisa disiplin.

Formasi tersebut memang membuat Bona dan kawan-kawan memiliki banyak peluang gol. Tapi, anehnya peluang tersebut tidak pernah berhasil dikonversikan menjadi sebuah gol seperti yang diinginkan Suimin.
Demikian pula pada dua pertandingan tandang yang sudah mereka lakoni kemarin. Skor Kacamata di kandang Pro Duta dan kekalahan 1-0 bagi Persikabo tak luput dari mandulnya lini depan Persikabo saat ini.
Masyarakat pecinta bola khususnya Kabomania pun sudah mulai berisik dengan kurang trengginasnya barisan lini depan. Mereka berharap Persikabo segera mengevaluasi lini depan, sebelum menghadapi tiga laga kandang.

"Kita butuh penyerang yang haus gol, tak hanya itu komunikasi antar pemain lini depan juga harus diperbaiki, lini tengah sepertinya juga terlalu dibebankan untuk membantu pertahanan. Mungkin pelatih waktu itu lebih memilih memainkan gelandang tipe bertahan dari pada tipe menyerang, jadi hasilnya pertahanan lebih kokoh. Ya mudah-mudahan segera di evaluasi, karena tiga laga kedepan adalah laga kandang. Jadi harus dimanfaatkan sebaik-baiknya," ujar salah satu Kabomania, Aan Suarlan dikutip dari Persikabo Bogor Lovers.=UYE

(pakuanraya)

Laskar Padjajaran Rasa Bogor Raya (Persikabo 0-2 TIMNAS U21)

PERSIKABO Selection yang menerima tantangan Timnas Indonesia U-21 untuk melakukan laga uji coba di Stadion Persikabo Cibinong, Sabtu, (28/1) lalu, terlihat menggunakan jersey klub Bogor Raya FC yang kini sudah diputihkan.
Alasan digunakannya jersey dari klub bentukan Indonesia Premier Leageu (IPL) itu sendiri menurut asisten pelatih Sairan, karena tidak adanya waktu untuk menyiapkan kaos tim dari 'Laskar Pajajaran' untuk tim cadangan mereka.

"Karena surat undangan dari PSSI untuk menggelar uji coba melawan tim kami sangat mendadak, yaitu sehari sebelum pertandingan. Hal ini, membuat kami kebingungan untuk menyiapkan kaos tim, karena kita tidak mempunyai jersey untuk tim cadangan," ujar salah satu panitia pertandingan.

Sementara itu Syarif (15), salah satu Kabomania yang menyaksikan laga tersebut mengungkapkan sedikit aneh menyaksikan pemain-pemain dari klub kesayangannya itu memakai kaos tim dari klub lain. Dirinya merasa seperti menyaksikan pertandingan Bogor Raya FC bukannya Persikabo yang memiliki ciri khas hijau-merah.
"Agak aneh saja melihat pemain Persikabo yang memakai kaos tim lain. Saya yang biasanya melihat melihat mereka memakai baju warna hijau-merah ciri khas Persikabo, ini malah memakai kaos dengan warna yang lain," bebernya kepada Pakar.
Persikabo Selection sendiri pada laga uji coba tersebut harus takluk dari Timnas U-21 dengan skor 0-2 yang dicetak oleh Mickyo di menit ke-51 dan Joshua menit 70'.=VAN

(pakuanraya)

Siap Gelar Pertandingan Malam

Setelah sekian lama tak pernah menggelar pertandingan malam, Kabomania sepertinya bakal merasakan atmosfer pertandingan malam hari seperti layaknya pertandingan klub-klub papan atas seperti Persib dan Persija Jakarta.

Setelah cukup lama dibiarkan, lampu-lampu stadion Persikabo yang dulu rusak dan tak bisa dipergunakan, kemarin terlihat tengah diperbaiki beberapa tukang. Keempat lampu stadion yang berada di setiap ujung lapangan dipasangkan masing-masing empat lampu berkekuatan 2.000 watt. Sehingga jika dijumlah total ada 16 lampu berkekuatan 2000 watt. Hal tersebut dibenarkan salah satu petugas pengelola Stadion Persikabo, Cibinong, Azis.

"Stadion Persikabo memang tengah dibenahi, kemarin ruang ganti pemain, lapangan, dan yang terakhir adalah pembenahan lampu stadion, masing-masing tiang lampu dipasangi empat lampu berkekuatan 2.000 Watt, dan jika sudah terpasang semua, Persikabo kemungkinan bisa menggelar pertandingan malam," ungkapnya ketika ditemui Pakar, di Stadion Persikabo, Senin (30/1).

Sementara itu, mendengar kabar bahagia tersebut, Salah satu masyarakat Kabupaten Bogor, Sanja Al Madari mengaku gembira jika benar Persikabo bisa menggelar pertandingan malam.
"Wah tentu sangat seru sekali, antusias masyarakat untuk menyaksikan pertandingan Persikabo tentu lebih tinggi, kita sebagai warga Bogor kan ingin melihat Persikabo bisa menggelar pertandingan seperti Persib atau klub-klub besar lainnya," tandasnya.=UYE

(pakuanraya)

Senin, 30 Januari 2012

Dua Pemain Kenakan Ban Kapten, Masyarakat Kabupaten Bogor Bangga

CIBINONG-Rasa Bangga menyelimuti warga Bogor yang menyaksikan laga persahabatan antara tim Persikabo U-23 Se­lection dengan Timnas U-21 di Stadion Persikabo, Sabtu (28/1), kemarin. Betapa tidak, dua putra Bogor yakni Abdul Gani Palupessy (Morgan) dan Ridwan Awaludin yang saat ini tengah menjalani pemusatan latihan bersama Timnas U-21 tampil memukau di laga persahabatan kemarin.
Yang lebih mengundang de­cak kagum lagi, dalam laga per­sahabatan yang disak­sikan Man­tan Pelatih Timnas Se­nior Wim Rijsbergen dan Pelatih Timnas U-23 Aji Santoso kemarin, dua pemain yang sama-sama menghuni lini tengah timnas U-21 ini bergantian mengenakan ban ka­pten timnas. Sontak saja, para Kabomania dan beberapa penonton lainnya bersorak-so­rai meneriakkan nama kedua pemain yang notabenenya ad­alah jebolan dari klub Per­sikabo.

“Kami bangga bisa me­nyaksikan dua pemain dari Bo­gor mengenakan ban ka­pten, meskipun belum pasti me­reka menjadi kapten tim, paling tidak mereka sudah mendapatkan kepercayaan da­ri coach Widodo C Putro, untuk memimpin rekan-rekan mereka di lapangan hijau,” ujar Ketua Umum Kabomania, Muhammad Arif saat dijumpai Pakar di Stadion Persikabo.

Lalu, benarkah kedua pemain tersebut yang nantinya akan men­jadi Kapten Timnas U-21 dalam turnamen Halsanah Bol­kiah di Brunei Darusalam 27 Februari mendatang? Widodo C Putro me­­ngatakan, saat ini Ia belum me­mutuskan siapa yang nantinya akan menjadi Kapten karena Ia masih akan terus me­lakukan rotasi pemain di sebelum menemukan kerangka pasti pemain yang akan di­bawanya dalam turnamen tersebut.

“Tidak ada perlakuan khusus untuk mereka, semua pemain memiliki peluang yang sama untuk menjadi kapten, dan saya masih terus akan melakukan rotasi pemain di setiap lini un­­tuk menemukan kerangka pe­main yang tepat. persaingan pun akan semakin ketat” ungkap Widodo kemarin.

Lebih lanjut, Mantan asisten pelatih Rahmad Darmawan ini menambahkan, sebelum me­ngu­mumkan siapa 18 pe­main yang akan Ia bawa ke Brunei, Ia telah menyiapkan setidaknya dua uji coba bagi anak asuhnya.

“Masih ada dua uji coba lagi untuk menentukan siapa yang akan kita bawa nanti, persaingan pemain pun pastinya akan lebih ketat lagi,”pungkasnya. =UYE

(pakuanraya)

Keputusan Kontroversial, Kompetisi Divisi Utama IPL Ternoda

CIBINONG – Bendera fair play yang selalu dikibarkan di setiap laga resmi PSSI ternyata masih belum bisa di­terapkan secara benar di kompetisi Divisi Utama Liga Prima Indonesia. Buktinya, dalam laga tandang Per­sikabo kontra PSLS Louksemawe, Jumat (27/1) lalu, kepemimpinan wa­sit dalam laga tersebut masih di­anggap kurang netral, karena lebih berpihak kepada sang tuan rumah.

Gol tunggal yang berhasil di­le­sakkan bomber asing PSLS, Carlos Raul di menit ke-74 dianggap sah wasit, meskipun terlihat jelas, saat itu posisi Raul sudah dalam posisi offside karena telah bergerak saat bola crossing meluncur dari sektor kiri pertahanan Persikabo. Bola yang memantul dikontrol tangan Raul, lalu dilesakkan Carlos Raul lewat tendangan kaki kanannya ke gawang Agus Rohman.
Keputusan wasit tersebut sontak saja menuai protes dari pemain. Bu­kannya dianulir, protes pemain jus­tru diacuhkan wasit, bahkan para pen­dukung Laskar Pase, Pasemania malah melempari pemain dengan botol lantaran tak terima dengan aksi protes para pemain.

Ketidaknetralan wasit dalam kepemimpinan laga tandang Per­sikabo kemarin pun disesalkan ki­per Persikabo, Agus Rohman. Mantan kiper PSAP Sigli menilai jika wa­sit bisa sedikit lebih netral tanpa berpihak pada dua tim tersebut, Las­kar Padjajaran dipastikan bisa pulang dengan poin dari Stadion Tunas Bangsa.
“Kecewa itu pasti, jelas-jelas po­sisinya Offside, Handsball lagi, tapi wasitnya justru mengesahkan gol ter­sebut, seharusnya kita bisa bawa pulang poin dari kandang PSLS, tapi bagaimana lagi, sudah terjadi, jadi pelajaran berharga saja bagi kita,” ungkap Agus Rohman dihubungi via ponselnya, kemarin.

Walaupun kecewa, Kapten Per­sikabo Bona Simanjuntak tak mau ter­lalu menuduh kepemimpinan wa­sit sebagai faktor utama kekalahan me­reka. Ia lebih menjadikan per­tandingan kemarin sebagai pelajaran berharga untuk lebih diantisipasi lagi olehnya dan rekan-rekannya.

“Kita sudah bisa pulang dengan selamat saja sudah bersyukur, ki­ta sudah berusaha semaksimal mung­kin untuk mendapatkan poin, dan kekalahan kemarin juga harus dijadikan pelajaran bagi kita semua,” tegasnya.
Sementara itu, hingga saat ini PAKAR belum mendapatkan konfirmasi da­ri Headcoach Persikabo, Suimin Di­harja dikarenakan ponselnya tidak bisa dihubungi. Sedangkan, Asisten Pelatih Persikabo, John Arwandi mengatakan, sebenarnya peluang Per­sikabo untuk menciptakan gol cukup banyak, hanya saja faktor fi­nishing touch masih menjadi pe­nyakit Persikabo yang harus segera dibenahi.

“Permainan berlangsung fifty-fifty. Bahkan peluang kena mistar gawang sampai tiga kali. Seharusnya bisa gol ya, tapi mungkin belum rezekinya. Meski demikian anak-anak sudah ber­main secara maksimal sesuai de­ngan instruksi yang diberikan pelatih,” pungkasnya.

Persikabo akan menjalani latihan kembali sore nanti untuk kembali fo­kus menatap pertandingan kandang Persikabo kontra PSBL Langsa, Sabtu (4/2) mendatang.=UYE

(pakuanraya)

Persikabo Tunggu Surat PSSI

Cibinong – Pemain Persikabo, Iqbal Ades, yang dipanggil PSSI untuk mengikuti Training Center seleksi Timnas Indonesia, yang di­persiapkan mengahdapi Timnas Bahrain di Kualifikasi Piala Dunia 2014, sudah berada di Wisma Cibubur, Minggu (29/1).
Meskipun namaya sudah tercantum dalam daftar 30 pemain yang akan mengikuti seleksi timnas. Namun, hingga kemarin pihak Per­sikabo Bogor belum menerima surat resmi pemanggilan pemain sayap kiri tersebut. Iqbal sendiri mengaku bingung tentang kepastian dirinya, karena latihan untuk seleksi sendiri sudah mulai dilakukan sejak hari kemarin.
“Kemarin saya sudah datang ke wisma tempat diadakannya TC, awalnya hanya ingin mencari info kepastian saja. Dan ternyata benar nama saya tercantum. Yang membuat bingung, sampai saat ini dari PSSI sendiri belum mengirimkan surat resmi ke klub, sementara besok (hari ini.red) latihan sudah dimulai,”paparnya kepada Pakar.
Manajer Operasional Persikabo, Erwin Saleh membenarkan pernyataan yang diucapkan Iqbal tersebut yang hingga kini masih belum menerima dan masih menunggu surat pemanggilan itu.
“Hingga saat ini kami belum menerima surat dari PSSI. Tapi kami akan tetap menunggu hingga surat itu datang,” jelas Erwin.
Sementara itu, pelatih timnas senior Aji Santoso yang datang menyaksikan laga uji coba Timnas U-21 melawan Persikabo Se­lection di Stadion Persikabo Cibinong, Sabtu (28/1), mengatakan apabila pemain tersebut memang memiliki potensi yang bagus untuk memperkuat timnas, tidak akan menjadi ma­salah. Meskipun pemain tersebut berkiprah di klub Divisi Utama.
”Yang kita lihat itu potensi pemain tersebut bukan status klub tempat dia berkecimpung. Jadi, tidak jadi masalah walaupun berasal dari divisi utama ataupun divisi prima,” jelas Aji. =VAN

(pakuanraya)

Sabtu, 28 Januari 2012

Gol Tunggal Raul Carlos Menangkan PSLS Lhokseumawe

Lhokseumawe – PSLS Lhokseumawe kembali meraih kemenangan dalam laga Divisi Utama 2011-2012 Grup 1. Bermain di kandang sendiri di Stadion Tunas Bangsa, Lhokseumawe, tim asuhan Nasrul Koto menang dengan sebiji gol 1-0 atas Persikabo Bogor.

Kemenangan ini memang ditunggu-tunggu oleh tim berjuluk Laskar Pase. Pasalnya, beberapa minggu sebelumnya, Nasrul Koto sempat mengungkapkan bahwa Persikabo merupakan salah satu tim terkuat di Grup 1.

Gol tunggal dalam pertandingan yang disaksikan sekitar 5.500 orang dan dipimpin oleh Wasit Srimitro dicetak oleh Raul Carlos di menit 74. Pertandingan sendiri berlangsung dengan tempo sedang. Di babak pertama kedua tim sempat memberikan sajian permainan cantik. Namun hingga babak pertama usai tidak ada gol yang dicetak.

Barulah di menit 74 pemain tengah PSLS Lhokseumawe berhasil menyarangkan bola ke gawang tim tamu. Skor tersebut tak berubah hingga babak kedua usai.

Asisten Pelatih Persikabo John Arwandi mengungkapkan, timnya sebenarnya banyak menciptakan peluang namun apes tak membuahkan gol sama sekali. “Setidaknya ada tiga tendangan dari anak-anak yang kena mistar gawang. Itu kan peluang emas,” ujar mantan pelatih Bogor Raya ini.

Meski demikian, pihaknya akan segera melakukan evaluasi sepulangnya dari Aceh. Menurut John Arwandi, penyelesaian akhir tetap menjadi masalah bagi timnya sehingga tak mencetak gol.(Rizki Daniarto)

Kamis, 26 Januari 2012

Laskar Pasee Waspadai Persikabo

LhOUKSEMAWE-Persikabo Bogor se­pertinya menjadi salah satu klub yang patut diwaspadai oleh klub-klub Divisi Utama yang berada di Grup Barat Liga Divisi Utama LPIS. Selain memiliki persiapan yang cukup matang, racikan tangan di­ngin Suimin Diharja membuat se­mua klub cukup mewaspadai pergerakan Tugi Hadi dkk.
Ketakutan mereka pun juga te­­ngah merundung klub yang akan di­­hadapi Persikabo, PSLS Loukse­ma­­we Jumat (27/1) besok. Berda­s­ar­­­kan informasi yang dilansir Pakar dari web resmi Divisi Utama Liga Prima, Kepala Pelatih PSLS Louksemawe menyatakan saat ini Persikabo merupakan salah satu tim kuat yang patut diwaspadai oleh timya.

"Persikabo adalah salah satu tim di Divisi Utama yang pemainnya sudah matang, apalagi ditangani Suimin Diharja, Saya kira kita tidak akan mewaspadai satu per satu pemain lawan karena mereka ber­bahaya secara tim" ungkap Pelatih PSLS Lhokseumawe Nasrul Koto.

Menghadapi Persikabo, ,klub yang bertengger di posisi 2 klasemen sementara sepertinya tetap akan dengan strategi lama seperti pada saat menghadapi Persikota Tangerang, minggu lalu.
"Yang penting kompak, komunikasi antar lini jalan, saya lihat permainan lini perlini sudah berkembang, " tukas pelatih yang sudah berhasil mengantarkan tim ini menoreh dua kali kemenangan untuk timnya.
Sementara itu Persikabo sendiri mengaku sudah cukup optimis bisa memenangkan laga kontra PSLS Louksemawe.
"Kondisi anak-anak baik, Cuma perjalanan dari Medan ke Aceh memang cukup menguras tenaga, dan mereka cukup lelah, tapi saya rasa waktu recovery bagi mereka sebelum laga tandang cukup, sehingga mereka dipastikan bisa bermain maksimal besok," ujar Asisten Pelatih Persikabo, John Arwandie, kemarin.

Seperti yang diberitakan Pakar sebelumnya, rencananya hari ini Bona Simanjuntak dkk baru akan melakoni uji coba lapangan di Stadion Tunas Bangsa, Louksemawe. Beberapa alternatif strategi sudah disiapkan Alterna­tore Persikabo, Suimin Diharja untuk memenangkan laga tersebut.
"Abang pastikan jika mereka bisa mengaplikasikan teknik yang sudah Abang terapkan kepada mereka, kita bisa memenangkan laga ini, semua itu tergantung pemain," tutur Suimin Diharja, kemarin.=UYE

Morgan, Menjadi Kapten Timnas U-21

SENTUL-Penampilan trengginas yang ditampilkan Abdul Gani Pe­lu­pessy di setiap laga uji coba timnas U-21 membuat Headcoach Widodo C Putro mempercayakan posisi kapten kepada pemain Per­sikabo tersebut.
Ya, pada laga uji coba timnas U-21 kontra Persija U-21, Rabu (25/1) kemarin, Morgan sapaan akrab Abdul Gani ini untuk sementara waktu menjadi Kapten Timnas U-21 yang rencananya akan dibe­rangkatkan ke Brunei Darussalam untuk mengikuti turnamen Piala Sultan Hasanal Bolkiah 27 Feb­ruari mendatang.

"Alhamdulilah Mbak saya dipercaya Coach Widodo untuk menjadi Kapten Timnas, suatu kebanggaan tersendiri, mudah-mudahan menjadi motivasi bagi saya agar bisa tampil lebih maksimal lagi untuk skuad merah putih ini," ujar Morgan.
Mengenai performa Timnas U-21 kali ini, Morgan sendiri me­ngaku masih belum puas dengan pe­nampilannya bersama rekan-re­kannya di lapangan. "Saya me­rasa belum maksimal berada di sku­ad timnas, mungkin karena kita belum kenal satu sama lain. Ko­munikasi di lapangan juga belum lancar, sehingga kita bermain masih individualis, termasuk saya juga," tukasnya.

Meski mengaku belum maksimal, Morgan dan kawan-kawannya yang tergabung dalam Timnas U-21 mengaku optimistis bisa meraih hasil maksimal pada turnamen Piala Sultan Hasanal Bolkiah di Brunei Darussalam nanti pada 27 Februari - 5 Maret 2012 mendatang.
"Sebagai pemain tentunya kita akan berusaha semaksimal mung­kin untuk tampil yang terbaik, target kita ya menjuarai turnamen di Brunei nanti," tukasnya.
Pemain Persikabo yang mengenakan kostum timnas bernomor punggung 17 ini memang diplot pe­latih Widodo C. Putro sebagai Ho­lding Midfielder. Terlihat pada pertandingan kemarin sore, Ia bisa mengatur tempo permainan tim, dan mengatur serangan dari tengah. Jadi tak heran jika sang pelatih mempercayakan ban kapten padanya.=UYE

(PAKUANRAYA)

Medan-Louksemawe, Perjalanan yang Melelahkan

LHOUKSEMAWE - Jarak yang harus ditempuh tim Per­sikabo dari Medan menuju markas PSLS Louksemawe membuat para pemain Persikabo cukup frustasi. Perjalanan yang mereka tempuh melalui jalan darat memakan waktu kurang lebih enam lebih, sehingga wajar jika tenaga mereka terkuras habis dan membuat mereka merasa kelelahan.
Untuk mengusir rasa bosan dan kelelahan akibat perjalanan panjang tersebut, ada-ada saja kegiatan yang dilakukan para pemain. Berdasarkan informasi yang dihimpun Pakar dari pembantu umum Persikabo, Forlan, para pemain hanya menghabiskan waktu di dalam bus tersebut dengan mendengarkan musik atau tidur.

"Panjang sekali perjalanannnya, kita berangkat dari jam 10 baru sampai ke Louksemawe jam 6 sore, pemain sih kebanyakan pada tidur, ada yang pusing juga, paling dengarkan lagu," ujar Forlan kepada Pakar, kemarin.
Kebosanan Pemain pun ditangkap Pakar dari status BBM seorang pemain. Kapten Persikabo, Bona Simanjuntak dalam status BBMnya mengatakan, perjalanan yang ditempuhnya cukuplah panjang, sehingga kepalanya pun merasa pusing. "Jalan ini Seperti Tak Berujung,,, Kepala Sudah Pusing," tulisnya dalam status BBMnya. Rombongan Persikabo sendiri dijadwalkan menginap di Hotel Lido Graha, Louksemawe dan baru akan menjalani uji coba lapangan hari ini.=UYE

(pakuanraya)

Rabu, 25 Januari 2012

Hanya Butuh Konsistensi

Medan – PSLS Lhokseumawe tak begitu jadi lawan menakutkan bagi Persikabo Bogor. Laskar Padjajaran saat dijamu Laskar Pasee, Jumat (27/1), di Stadion Tunas Bangsa, selama tampil konsisten meyakini menang. Hal itu diungkapkan asisten pelatih Persikabo, John Arwandi. “Mudah-mudahan saja anak-anak mainnya bisa stabil. Artinya konsisten saja mainnya yakin bisa meraih angka penuh,” tutur pelatih asal Padang yang separuh musim lalu menukangi Bogor Raya FC dihubungi Jurnal Bogor saat berada di Medan.

Sebelumnya pelatih Suimin Diharja juga tak memasukan PSLS sebagai lawan yang cukup diperhitungkan berlebihan. Diakuinya kualitas teknik skuadnya lebih unggul. Spirit fighter tim asuhan Nasrul Koto akan disiasati dengan menempatkan peredam di lini belakang. “Masalahnya dari tengah ke depan saja, kalau dari tengah ke bawah sudah bagus,” jelas Sumin yang mengasumsikan gagalnya target menang saat lawan PS Bengkulu di Stadion Semarak (6/1), akhirnya 0-0. “Jika 50 persen taktik dijalankan pemain dengan baik, Abang yakin menang,” kata dia.

(jurnalbogor)

Ujian Lini Depan Persikabo

MEDAN - Tim Persikabo Bogor ber­am­bisi meraih kemenangan saat di­tantang tuan rumah PSLS Loukse­ma­­we di Stadion Tunas Bangsa, Jum'at (27/1) mendatang. Mental tim Laskar Padjajaran sedang bagus usai menahan imbang Pro Duta, beberapa waktu lalu.

Asisten Pelatih Persikabo, John Arwandi mengatakan, untuk me­wu­judkan ambisi tersebut, banyak hal yang perlu dievaluasi dari penampilan timnya kemarin, salah satunya dalam segi finishing touch yang menurutnya masih belum maksimal.
"Dari segi permainan sebenarnya kita mendominasi jalannya pertandingan , bahkan banyak peluang yang bisa kami ciptakan, namun selalu gagal di penyelesaian akhir. Hal itu yang menjadi bahan evaluasi kami pada latihan hari ini (kemarin-red)," ujar John Arwandie saat dihubungi PAKAR via ponselnya, kemarin.

Mantan Pelatih Bogor Raya FC ini menambahkan, dari hasil evaluasi pertandingan kemarin, kemungkinan akan ada beberapa alternatif taktik yang akan dipersiapkan. "Berdasarkan hasil evaluasi, lini depan kita belum maksimal. Untuk itu, kita sudah siapkan beberapa al­te­rnatif strategi yang akan digunakan untuk menghadapi PSLS Louksemawe nanti. Kami sudah melakukan latihan, sebagian pe­main sudah bisa mengaplikasikan taktik ini, hasil akhir baru kita tentukan hari Kamis nanti sekaligus uji coba lapangan di Louksemawe," bebernya.

Mengenai kondisi tim, pelatih asal Padang ini mengaku dalam keadaan kondusif. Hanya saja, akibat pertandingan kemarin, dua pemain Persikabo, Edward Valuta dan Dian Irawan masih mengalami cidera ringan, sehingga belum mengikuti latihan secara penuh. Meski cidera, John Arwandi me­mastikan kedua pemain ini bisa diturunkan saat melawan tim asu­han Nasrul Koto tersebut.

"Dua pemain kita Dian dan Ed­ward mengalami cidera, namun sa­ya pas­tikan 70 persen mereka sudah bisa diturunkan pada saat melawan PSLS Louksemawe nanti, tunggu perkembangan mereka dua hari kedepan, baru bisa pastikan mereka akan diturunkan atau tidak," tukasnya.
Bona Simanjuntak dkk direncanakan akan bertolak dari Hotel Grand Citra ke markas PSLS Louk­semawe hari ini, dan baru akan me­lakukan uji coba lapangan keesokan harinya.=UYE

(pakuanraya)

Jaga Keperawanan Gawang Agus Rohman

MEDAN - Para pemain belakang Persikabo wajib waspada saat be­r­hadapan dengan tuan rumah PSLS Louksemawe, Jum'at (27/1). Selama tiga kali melakoni pertandingan, gawang Agus Rohman belum sekalipun kebobolan. Hal ini tak lepas dari kokohnya lini belakang yang dikomandoi Tugi Hadi, Rozali, Nopianto dan Ed­ward Valuta.
Kokohnya benteng pertahanan Persikabo memang tak lepas dari peran Tugi Hadi. Mantan Bek Batavia Union mulai menjadi mo­mok mengerikan bagi lini depan lawan. Kendati cukup di­waspadai lawan, dirinya mengaku, pe­nam­pilannya bersama Persikabo be­lum maksimal.

"Wah kalau dibilang momok bagi tim lawan ya berlebihan, itu semua karena kerja sama tim yang baik, kalau saya sendiri ya mung­kin gawang Persikabo sudah ke­bobolan dari kemarin, untungnya komunikasi kami berjalan cukup baik, sehingga sampai sekarang kita belum pernah kebobolan," ujar Tugi Hadi, kemarin.
Menghadapi PSLS Loukse­ma­we, pemain asal Lembang ini me­ngaku tak ada kiat khusus untuk menghadapi sang lawan. Hanya pergerakan pemain lawan yang pastinya sama-sama berambisi untuk mendapatkan poin penuh, harus menjadi catatan khusus yang harus diwaspadai.

"Tim lawan tentunya tidak mau kehilangan poin. Terlebih bertanding di kandangnya sendiri. Mereka tentu akan bermain agresif dan terus menyerang benteng pertahanan Persikabo, ya mungkin itu saja yang harus diwaspadai. Kami berharap bisa membawa poin penuh di kandang Louksemawe nanti, dan tetap bisa menjaga keperawanan gawang Persikabo," harapnya.
Hal senada diungkapkan Rojali. Ikon Persikabo tersebut berharap timnya bisa mencuri poin di markas Laskar Passae nanti. "Saya berharap bisa turun di pertandingan nanti, poin penuh tentu jadi harapan kita semua, yang penting kita semua fokus dan konsentrasi. Satu lagi, bertanding di markas lawan, kita juga harus mewaspadai pemain 12 alias supporter,minta doanya saja," tukasnya.=UYE

(pakuanraya)

Pemain Persikabo Jenuh

BERADA di kampung orang dalam waktu yang cukup lama ter­nyata membuat sebagian pemain Persikabo mengaku jenuh. Masa away selama 10 hari membuat para pe­main Persikabo mulai merasa bosan dengan suasana Kota Medan. Hal tersebut diakui be­berapa pemain Persi­kabo seperti Rojali dan Tugi Hadi.
"Jenuh juga lama-lama di kota orang, ya untuk menghilangkan kejenuhan, kita paling habiskan waktu senggang dengan main di sekeliling hotel saja, paling banter makan duren," ujar Rojali kepada Pakar, kemarin.

Senada dengan Rojali, Tugi Hadi juga mengaku sudah cukup bosan berada di kota yang terkenal cukup panas tersebut. Namun karena Ia dan kawan-kawannya membawa misi penting untuk memperoleh kemenangan tandang bagi Persikabo, rasa jenuh tersebut disingkirkan untuk sementara waktu.

"Dibilang bosan ya bosan mbak, tapi mau gimana lagi, sudah menjadi konsekuensi kita sebagai pemain sepakbola,berlama-lama di kota orang, yang penting kita konsentrasi agar bisa meraih poin penuh karena itu yang kita inginkan, masa sudah lama-lama di kampung orang kita pulang tangan kosong, semua itu kan ada pengorbanannya," tukasnya. =UYE

(pakuanraya)

Selasa, 24 Januari 2012

Aroma Menang Dijamu Laskar Pasee PSLS LHOKSEUMAWE

Medan - Ketangguhan Persikabo Bogor kembali diuji pada laga kontra PSLS Lhokseumawe, Aceh Utara di Stadion Tunas Bangsa, Jumat (27/1). Bahkan tak hanya itu, aroma menang di laga away kali ini kian dekat. Pada tur Sumatra, Laskar Padjajaran telah mengambil satu angka setelah menahan imbang lawan tangguh Pro Duta FC Deli Serdang, Sumatra Utara 0-0 di Stadion Baharudin Siregar (21/1) pada lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia 2011-2012.

“Peluangnya terbuka karena sekarang sedang evaluasi penyelesaian akhir,” jelas asisten pelatih Persikabo dihubungi Jurnal Bogor melalui ponselnya.
Lawan PSLS memang satu tingkat di atas Persikabo, dimana Laskar Pasee telah memenangkan dua laga yakni menang 1-0 di kandang PSSB Bireun (6/1), dan menang lagi 1-0 saat menjamu Persikota Tangerang (20/1). Namun Persikabo juga optimis setelah satu kali menang dengan skor 1-0 di kandang sendiri lawan Persitara (14/1), dan dua kali draw sebelumnya 0-0 lawan PS Bengkulu di Stadion Semarak (6/1).

Pelatih PSLS, Nasrul Koto telah hafal betul dengan permainan Persikabo yang bakal tampil agresif untuk mencuri angka. Dia pun tak banyak berharap selain meladeni ambisi Laskar Padjajaran. “Yang paling berat di Grup I ini mungkin Persikabo dan PSBL Langsa karena persiapannya sudah sejak lama. Tapi saya lihat tim-tim lain juga punya semangat tinggi di kompetisi ini,” ungkap Nasrul dilansir Ligaprima.

Meski demikian, skudnya akan tampil maksimal. Hasil terbaik di tiap pertandingan, bakal dia persembahkan seiring dengan semangat tanding anak-anak asuhnya. Tak jauh beda dengan Persikabo asuhan Suimin Diharja. Perjalanan jauhnya kali ini mesti menghasilkan poin penuh. Jika tidak, peluang jadi yang terbaik di grup akan melorot. Bona Simanjuntak dkk setelah lawan Pro Duta, menetap di Medan dan hari ini rencananya bergerak ke Lhokseumawe menggunakan bis.

Berkaca pada kompetisi musim lalu, Persikabo bermain draw 1-1 di Stadion Tunas Bangsa. Kala itu satu-satunya gol dicetak Jibby Wuwungan dan pada putaran kedua di Stadion Persikabo menghabisi PSLS 2-0 yang diborong Zaenal Arief.

(jurnalbogor)

Sabtu, 21 Januari 2012

Pro Duta FC Ditahan Persikabo 0-0

Pada pertandingan lanjutan Divisi Utama PSSI yang mempertemukan tuan rumah Pro Duta Deli Serdang dengan Persikabo Bogor, Sabtu (21/1) di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam hanya berakhir imbang 0-0. Padahal pada menit ke-8 Pro Duta Deli Serdang lebih dulu mendapat peluang melalui Rahmad Hidayat namun sayang kesempatan emas tersebut terbuang percuma karena tendangannya terlalu lemah dan jatuh tepat dipelukan kiper Persikabo Agus Rahman.

Berselang empat menit kemudian balik Persikabo yang mendapat peluang melalui Jibby Wuwungan yang sudah berdiri bebas, namun bola tendangannya terlalu tinggi diatas mistar dan hanya menghasilkan tendangan gawang.

Jibby kembali mendapat peluang membuat timnya unggul di menit ke-25, memanfaatkan kesalahan yang dilakukan pemain belakang Pro Duta Suyatno, namun lagi-lagi peluang tersebut terbuang percuma. Bola sontekannya terlalu melebar.

Persikabo yang menjadi tim tamu pada babak pertama lebih banyak melakukan tekanan ke jantung pertahanan Pro Duta Deli Serdang. Di menit ke- 32 tendangan bebas yang dilepaskan Bona Simanjuntak hampir merubah kedudukan, namun penjaga gawang Pro Duta Deli Serdang, Yudha Hananta dapat mengantisipasinya dengan baik..

Hingga wasit membunyikan pluit tanda berakhirnya pertandingan babak pertama skor tetap imbang 0-0 tanpa gol.

Diawal babak kedua Roberto Bianchi Pelatih Pro Duta Deli Serdang FC melakukan pergantian pemain. Saralim Sowahu (21) ditarik keluar digantikan dengan M Rifqi (5). Dibabak kedua, Pro Duta Deli Serdang mencoba mengembangkan permainannya. Permainan dari kaki ke kaki diterapkan mereka untuk melakukan tekanan di jantung pertahanan Persikabo.

Dimenit ke -58 sempat terjadi insiden antara Xavi (6) dan Dian Irawan (8). Kedua pemain tersebut terlibat pertarungan udara, kepala Xavi yang disundul Dian membuat Xavi merasa tidak senang. Namun, insiden tersebut tidak membuat ricuh pertandingan.

Pro Duta Deli serdang Sempat mendapatkan peluang di menit ke-63 namun peluang tersebut tidak bisa dimaksimalkan Arif Sajali (41). Dimenit ke- 64, Persikabo Bogor melakukan pergantian pemain. Bona Simanjuntak Kapten Tim (20) digantikan oleh Dede Ariandi (24).

Di menit ke-66 M Rifki yang melepaskan tendangan spekulasi nyaris merubah kedudukan. Agus Rohman penjaga gawang Persikabo kurang sigap mengantisipasi bola. Beruntung pemain bertahan Persikabo bisa menghalau bola.

Persikabo kembali melakukan pergantian pemain dimenit ke- 68. Jibby Wuwungan ditarik keluar dan digantikan Wawan Susilo (22) yang berposisi sebagai gelandang.

Dibabak kedua Pro Duta Deli Serdang bisa mengembangkan permainan dan mereka melakukan tekanan demi tekanan ke jantung pertahanan Persikabo. Pada menit ke- 72 wasit memberikan kartu kuning kepada Kahudi Wahyu (4) yang menganjal Tambun Naibaho (22). Pro Duta kembali melakukan pergantian pemain di menit ke-76, Tambun Naibaho yang bermain di sektor sayap kanan digantikan Hairan (16) ini merupakan laga penampilan perdana bagi Hairan (16).

Pergantian pemain menit ke-81 Gozali(10) digantikan Heri Irwansyah (17). Menit ke- 82 peluang Arif Sazali yang mendapat umpan dari M Rifki melakukan solorun dan mengecoh pemain bertahan Persikabo. Namun tendangan Arif Sajali (41) melenceng disamping gawang.

Dimenit ke-89 Persikabo kembali melakukan pergantian pemain. Nico Susanto (38) ditarik keluar dan digantikan oleh Mulyani Hadi Kifayah (17). Wasit memberikan pertambahan waktu 2 menit masa injury time. Hingga peluit dibunyikan skor tetap 0-0.

Pada konfrensi pers diakhir pertandingan John Arwandi Asisiten Pelatih Persikabo yang mewakili Suimin Diharja mengatakan pertandinganyang dihahdapi pemainnya merupakan pertandingan yang berat.

“Hasil imbang diluar tandang merupakan hasil yang bagus tetapi belum memuaskan bagi kami. Karena banyak peluang yang terjadi tetapi tidak bisa dimanfaatkan pemain,” ungkap John Arwandi.

Menurutnya faktor cuaca yang panas membuat pemainnya cepat lelah. Apalagi dibabak kedua terlihat para pemain Persikabo bermain tidak seperti dibabak pertama.

“Pro Duta merupakan tim yang bagus dan tidak mudah dikalahkan. Didua partai tandang mereka sebelumnya, Pro Duta bisa meraih poin penuh,” tambahnya.

Sementara itu, Pelatih Pro Duta Deli Serdang Roberto Bianchi mengatakan dirinya mengakui keunggulan tim lawan yang dihadapi timnya sore kemarin. Karena Persikabo dihuni pemain-pemain yang mempunyai pengalaman dan jam terbang yang lebih dari pada pemainnya. “Mereka memiliki pemain yang berpengalaman dan postur badan mereka lebih unggul. Karena pemain yang saya miliki banyak yang berusia muda,” ungkapnya. Menurutnya pada pertandingan ini, tidak tampilnya Laakad dan Toni sangat berpengaruh. Daya gedor di lini depan pada pertandingan kali ini menurutnya tidak seperti pertandingan sebelumnya.

“Sore ini pemain bermain kurang stabil. Meskipun begitu mereka sudah bekerja keras dan kami bisa meraih poin di pertandingan kandang kami kali ini,” kata Roberto Bianchi. Ditambahkannya, ada bebrapa taktik dan strategi yang dilakukan tidak sempurna oleh pemainnya. Namun, satu poin yang diraih menurutnya hasil yang tidak buruk melihat lawan mereka tim yang kuat.

Susunan Pemain:

Pro Duta Deli Serdang FC (4-3-3)
Yudha Hanata (gk), Majid Mony, Saralim Sowahu/M Riqki (45), Hardiansyah Lubis, Suyatno (C), Faisal Azmi, Javier Perez, Rahmat Hidayat, Arif Sajali, Tambun Naibaho/Hairan Wacano (70), Ghozali Muharram Siregar/Heri Irwansyah (81)
Pelatih: Roberto Bianchi

Persikabo (5-3-2)
Agus Rohman (gk), Novianto, Kahudi Wahyudi Widodo, Tugihadi, Eduard Valuta, Dian Irawan, Brima Pepito Sanusie, Bona Simanjuntak/Dede Ariandi (63), Masferi/Mulyadi Hadi (89), Nico Susanto, Jibby Wuwungan/Wawan Susilo (67)
Pelatih: Suimin Diharja.

(PRODUTAFC)

Kamis, 19 Januari 2012

The Young Gun Berpeluang Starter

Cibinong - Skuad Persikabo Bogor bertolak dari Mes Pusdai Cibinong ke Medan, Kamis (19/1), pukul 09.00. Sebanyak 19 pemain dibawa pelatih Suimin Diharja untuk dua laga, lawan Pro Duta FC Medan (21/1), dan PSLS Lhokseumawe (27/1). Dari 19 pemain, terdapat dua pemain yang baru merasakan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia yaitu Andi Sopian dan Holik, serta dua pemain yang sudah bergabung sebelumnya yaitu ikon Laskar Padjajaran, Rozhaly dan Wawan Susilo.

Suimin menaruh perhatian terhadap dua ‘young gun’ yakni Andi Sopian dan Wawan Susilo. Andi, pemain asal SSB Citra Pratama Gunung Putri berpeluang turun, begitu juga dengan Wawan, pemain asal Cileungsi yang dua musim lalu telah bergabung bersama Persikabo namun belum masuk skuad utama. “Ada kesempatan bagi Andi dan Wawan untuk jadi starter lawan Pro Duta,” jelas Suimin. “Abang akan tempatkan keduanya di sayap setelah saat simulasi keduanya tampil bagus,” tandasnya lagi.
Sedangkan untuk pemain asal Ciomas, Holik persaingannya cukup ketat di posisi gelandang yang telah banyak dihuni pemain berpengalaman seperti Bona Simanjuntak, Dian Irawan dan Dede Ariandi, sedangkan Rozhaly pemain asal Cibinong juga masih bersaing di posisi bek. Khusus saat lawan Pro Duta, Persikabo berencanan memasang 4 pilar pemain belakang yaitu Tugi Hadi, Kahudi Wahyu, Masperi Kasim dan Eduard Valuta.

Lalu satu gelandang bertahan yaitu Bona Simanjuntak dengan gelandang serang Novianto. Pemain sayap yang memiliki tusukan, kali ini akan dipasang di lini tengah dengan second striker Brima Pepito dan menempatkan Nico Susanto sebagai bomber. Namun skema rencana posisi itu belum final. Pertimbangannya jam terbang Andi dan Wawan jika menghuni starting line up. “Ya nanti lihat situasi dan kondisi nanti disana, bisa salah satunya diturunkan terlebih dahulu,” ungkap Suimin yang mengaku optimis bisa memetik angka menghadapi pemuncak klasemen sementara, Pro Duta. “Permainan nanti akan bisa berkembang karena kondisi lapangan di Stadion Baharudin Siregar bagus”.

(jurnalbogor)

Tour Sumatera Persikabo Wajib Raih Poin

CIBINONG-Headcoach Persikabo, Suiimin Diharja memboyong 16 pemain dalam laga lawatan Persikabo ke Pulau Sumatera. Jumlah pemain tersebut dipersiapkan untuk menghadapi dua lawan mereka di Kompetisi Divisi Utama LPIS, yakni Pro Duta FC dan PSLS Louksemawe.
"Abang hanya membawa 16 pemain ke laga tandang nanti, 16 pemain tersebut diplih setelah melihat latihan mereka selama ini, dan mereka Abang persiapkan untuk menghadapi dua laga tandang ," ujar Suimin Diharja kemarin.
Dengan durasi tour away yang cukup panjang, Suimin mengaku tak ingin pulang dengan tangan kosong. Untuk itu, Ia telah menyiapkan beberapa strategi, yang nantinya bakal digunakannya untuk menghadapi lawannya nanti.
"Kita semua tentunya tak ingin pulang dengan tangan kosong di laga away nanti, makanya kita membuat beberapa alternatif strategi untuk menghadapi lawan kita nanti," ucap Suimin.
Menghadapi Pro Duta FC yang dijadwalkan Sabtu (21/1) , Suimin mengaku, lawan yang akan dihadapinya nanti memiliki materi pemain yang cukup bagus. Namun, bukan berarti, Persikabo tak punya peluang untuk mencuri poin karena, Persikabo juga memiliki materi pemain yang cukup mumpuni. Apalagi Brima Pepito, yang pada pertandingan kemarin harus absen lantaran didera kartu merah, bisa kembali diandalkan di barisan lini depan.

"Materi mereka bagus, dan Pro Duta adalah lawan yang cukup kita waspadai, karena target kita adalah curi poin tentunya kita juga mempersiapkan pemain yang siap dengan target itu," tukasnya.
Menyadari tingginya mobilitas tim besutan Roberto Bianchi tersebut, Suimin kemungkinan menaruh harapan pada barisan pertahanan Persikabo yang diperkuat pemain-pemain matang seperti Tugi Hadi, Masferi, Edward Valuta, dan Kahudi Wahyu.

Sedangkan pengatur irama permainan, mantan pelatih Persijap Jepara ini hanya mempercayakan Bona Simanjuntak di posisi gelandang bertahan. Untuk menembus benteng pertahanan Lakkad dkk, Suimin juga menyiapkan para pemain dengan mobilitas tinggi, sehingga nama-nama seperti Nopianto, Andi Sofyan, Dian Irawan, Mulyani, dan Brima Pepito diprediksi akan mengisi lini tengah Persikabo, dan Nico Susanto tetap dipercayakan menjadi target man untuk menghadapi laga yang akan digelar di Stadion Baharoeddin Siregar.=UYE

Belum Pernah Tampil, Mukmin Tetap Semangat

BOGOR-Kendati belum pernah mendapatkan kesempatan untuk berkostum Persikabo di empat laga pada Liga Divisi Utama musim ini, tidak membuat pemain asal Ciapus, Mukmin berkecil hati. Justru hal tersebut menjadi ajang evaluasi bagi dirinya untuk bisa tampil lebih baik lagi.
"Ya saya memang belum mendapatkan kesempatan untuk berkostum Persikabo, tapi saya tetap harus semangat, mungkin memang belum saatnya saja," ujar Mukmin yang dijumpai Pakar di Stadion Pajajaran, kemarin sore.

Mukmin yang musim lalu kerap mengisi barisan pertahanan Persikabo ini mengatakan, pada dasarnya semua pemain pasti memiliki keinginan yang sama untuk memperkuat timnya di saat kompetisi sedang berlangsung. Namun, keputusan main atau tidaknya, semua tergantung kepada pelatih dan hal tersebut yang harus dihormatinya.

"Saya tidak mau mengeluh dan menyesali mengapa saya tak pernah dimainkan, karena hal itu sudah menjadi keputusan dari pelatih, dan keputusan tersebut yang harus saya hormati, saya juga harus instrokpeksi diri mengapa saya tidak kunjung dimainkan, mungkin karena latihan saya selama ini kurang maksimal," tambah Mukmin.
Sementara rekan-rekannya berlaga, Ia tetap akan konsen menjalani program latihan yang sudah diberikan pelatih Suimin Diharja. Ia bersama enam pemain lainnya yakni Septian Suharlan, Ikbal, Jarot, Cyril, Morgan, dan Erik, tetap akan menjalani latihan bersama asisten pelatih Persikabo, Sairan.=UYE

(pakuanraya)

Rabu, 18 Januari 2012

Tugi Hadi : “Kami Siap Tempur”

CIBINONG – Pemain belakang Persikabo,Tugi Hadi, yang menciptakan gol semata wayang ke gawang Persitara, Sabtu (14/1) lalu paham betul lawan yang akan dihadapi timnya nanti bukanlah lawan yang mudah. Kendati demikian, Ia mengaku tetap optimis timnya mampu membawa poin dari kandang Pro Duta, di Stadion Baharoeddin Siregar, Sabtu (21/1).
“Kita semua dalam kondisi fit dan siap tempur, kemenangan kemarin harus dijadikan motivasi bagi kami untuk terus melanjutkan trend positif di laga pertandingan berikutnya,” ujar Tugi kepada Pakar, Selasa (17/1).
Menghadapi tim berjuluk “Laskar Kuda Pegasus”, pemain bernomor punggung tiga ini mengaku tak punya kiat khusus agar berhasil memenangkan pertandingan tersebut. Namun, Ia hanya menekankan kepada dirinya sendiri dan juga kepada para pemain lainnya agar lebih meningkatkan konsentrasi dan kerja keras di lapangan.

“Kalau kiat khusus sih nggak ada, yang penting kita semua bisa lebih konsentrasi dan mau bekerja keras di lapangan, kuncinya itu saja, karena kelemahan kita kemarin ya kurang berkonsentrasi, koordinasi antar lini juga harus ditingkatkan,” tambah mantan anak asuh Roberto Bianchi yang sekarang mengarsiteki Pro Duta FC ini.
Jelang keberangkatan tim menuju kandang lawan yang dijadwalkan Kamis (19/1) nanti, Headcoach Persikabo, Suimin Diharja tetap berkonsentrasi menyusun strategi untuk menghadapi lawannya nanti. Dikarenakan Lapangan Stadion Persikabo sedang dalam masa pemeliharaan, maka “Laskar Padjajaran” terpaksa memindahkan lokasi latihannya ke Lapangan Anggraeni, Citereup.

“Lapangan Stadion Persikabo rusak parah, jadi sekarang sedang dalam masa pemulihan, makanya latihan dipindahkan ke lapangan Anggraeni saja,” ucap Manajer Tim Persikabo, Budiharto kepada Pakar, kemarin =UYE

(pakuanraya)

Manajemen Persikabo Kaji Kontrak Cyril

CIBINONG - Prediksi pelatih Persikabo, Suimin Diharja mengenai cidera permanen Cyril Tchana akhirnya terbukti. Tes Magnetic Resonance Imaging (MRI) yang dijalani gelandang Persikabo tersebut menunjukkan bahwa lutut kiri Cyril memang positif cidera dan membutuhkan pengobatan yang tidak sebentar.
Kepada Pakar, Dokter Tim Persikabo, Nurhakim Basuki me­ngatakan, cidera perma­nen legiun asing Kamerun membutuhkan waktu penyembuhan kurang lebih dua bulan. Jika kenyataaanya seperti itu, tentu akan sangat merugikan tim yang membutuhkan tenaga Cyril di lini tengah Persikabo.

“Berdasarkan hasil tes MRI yang kita lakukan di Rumah Sakit Kelapa Gading, Senin kemarin, hasilnya lutut kiri Cyril memang cidera permanen, dan sudah ada sejak lama, dan pengobatannya membutuhkan waktu kurang lebih selama dua bulan,” ujar Nurhakim, Selasa (17/1).
Atas hasil MRI tersebut, pemain yang sudah merumput di Persikabo sejak musim lalu ini sepertinya patut was-was dengan posisinya di skuad Laskar Padjajaran. Pasalnya, jika Cyril terbukti positif cidera lutut permanen, kemungkinan kontraknya bersama Persikabo akan dikaji ulang manajemen Persikabo.
Direktur Operasional Persikabo, Rendie Arindra ketika dikonfirmasi hal tersebut mengatakan nasib Cyril baru bisa diputuskan Kamis (19/1) setelah manajemen melakukan rapat internal untuk membahas dan mengkaji ulang kontrak Persikabo bersama Cyril Tchana.
“Nasib Cyril baru akan kita bahas Kamis (19/1), apakah kita tetap menggunakan jasa Cyril, atau memutus kontraknya, hasilnya baru diketahui setelah rapat manajemen besok,” ucap Rendie Arindra, kemarin.

Nasib Cyril di Persikabo sepertinya memang tinggal menunggu waktu. Apalagi, pada waktu itu, Suimin Diharja pernah menyatakan bahwa jika Cyril positif dinyatakan cidera permanen, Ia pastinya takkan menggunakan tenaga Cyril dalam jangka waktu lama, dan hal tersebut akan sangat merugikan tim yang tentunya menginginkan berada di posisi teratas di kompetisi Divisi Utama tahun ini.

Jika Cyril memang benar po­sitif cidera lutut permanen, ke­mung­kinan besar tim pelatih akan melakukan konsultasi kepa­da manajemen terkait kontrak Cyril di musim ini. Karena, jika cedera Cyril membutuhkan masa penyembuhan yang cukup lama, Persikabo baik secara tim maupun secara finansial juga cukup dirugikan.

”Kita akan kaji kembali masalah kontraknya bersama manajemen, di manual Liga musim lalu, kita boleh memutus kontrak pemain asing di tengah kompetisi ketika mereka diketahui menderita cidera parah, lagi pula pendaftaran di LPIS masih dibuka hingga akhir Januari mendatang, peluang kita untuk mencari pemain asing penggantinya juga masih ada” tutup Suimin=UYE

(pakuanraya)

Selasa, 17 Januari 2012

Amunisi Tambahan

Cibinong - Tak terlalu ketar-ketir bagi Persikabo Bogor. Ini setelah striker Brima Pepito sudah bebas dari hukuman kartu kuning dan bisa diturunkan lagi saat menantang Pro Duta FC Medan di Stadion Baharudin Siregar, Sabtu (21/1). Pepito saat laga pembuka Divisi Utama Liga Indonesia 2011-2012 di Kota Bengkulu, Jumat (6/1), diusir wasit karena akumulasi kartu kuning. “Pepito tentu bakal diturunkan,” tutur Suimin, kemarin.

Pepito dipasang untuk jadi ‘target man’ dan bisa melindungi bola di lini depan setelah support pemain dari tengah dan sayap telah cukup bisa diandalkan. Dianggap belum sempurna oleh Suimin, jika timnya hanya bagus dalam pertahanan tapi tak bisa membuat gol. Salah satu skema serangan cepat saat transisi bertahan ke menyerang akan dilakukan pada sesi latihan sebelum skuad Laskar Pajajaran bertolak dari Mes Pusdai Cibinong ke Medan, Kamis (19/1) pagi.
Dengan demikian, dari tiga legiun asing, Persikabo dipastikan memasang dua pemain asing yaitu bek Eduard Valuta dan penyerang Pepito. Satu pemain lagi yaitu pemain tengah Cyril Tchana masih pemulihan cedera kaki dan sudah diperiksa di RS Mitra Keluarga Jakarta, Senin (16/1), menggunakan MRI (Magnetic Resonance Imaging) yakni suatu alat diagnostik mutakhir untuk memeriksa dan mendeteksi tubuh.

“Hasilnya mungkin Selasa sore atau malam,” jelas dokter tim Persikabo, Nurhakim Basuki. “Agak mundur waktunya karena menunggu dulu kesiapan alatnya. MRI ini akan mengetahui perihal cedera Cyril dengan sebenarnya,” tandasnya lagi.
Absennya Cyril sebenarnya tak terlalu berpengaruh besar karena Persikabo memiliki stok pemain yang cukup untuk lini tengah. Tandem Bona Simanjuntak sejauh ini Dian Irawan, tapi ada juga pemain lainnya seperti Dede Ariandi. Tapi kontribusi pemain asing jadi prioritas, sehingga Suimin akan terus memainkannya selama tak cedera, sakit atau karena kartu.

(jurnalbogor)

Ujian Sepadan

Cibinong - Perjalanan Persikabo Bogor musim ini terbilang bagus. Mengawali peringkat ke-6 klasemen sementara Grup I Divisi Utama Liga Indonesia 2011-2012 usai menahan imbang 0-0 PS Bengkulu, kini melakukan lonjakan dengan menempati peringkat ke-3 di bawah Persikota Tangerang dan Pro Duta FC Medan setelah menang 1-0 lawan Persitara Jakarta Utara, Sabtu (14/1).
Sebagai tim yang belum terkalahkan, Laskar Pajajaran akan menghadapi lawan tangguh, Sabtu (21/1) nanti. Lawan yang diprediksi pelatih Suimin Diharja cukup merepotkan pada pertemuan dua tim di Stadion Baharudin Siregar, Lubuk Pakam, Sumatra Utara.

Selain materi pemain, tim Pegasus yang kini memegang puncak klasemen sementara juga melakukan persiapan tim yang matang. Namun bukan Persikabo, jika ciut.
“Yang lain mungkin sama saja, beda dengan Pro Duta tapi tetap siap kita hadapi,” tutur Suimin.
Persikabo telah merasakan kekuatannya saat ujicoba di Stadion Persikabo, Sabtu (3/12) dengan skor imbang 1-1. Menariknya, kala itu gol Persikabo dicetak pemain muda asal Ciomas, Holik dengan tendangan terukur di luar kotak 16 menit ke-78 setelah sebelumnya penyerang Pro Duta, Abdelhadi Lakkad membuktikan kelasnya sebagai striker pembunuh menit ke-56. Lakkad, pemain asal Maroko yang ditarik dari Medan Chiefs itu bagi Persikabo nanti jadi ancaman serius.

Agresivitas skuad Pro Duta asuhan pelatih eks Batavia Union FC, Roberto Bianchi, tentu akan menghadapi hadangan Persikabo dimana pada dua laga sebelumnya, lini belakang yang dikomando Tugi Hadi tampil solid, begitu juga dengan lini tengah yang dipimpin kapten Bona Simanjuntak. Hanya saja, lini depan yang dihuni Jibby Wuwungan belum menemukan permainan terbaiknya. Namun bukan Suimin jika tak memiliki senjata rahasia. Kala ujicoba itu, permainan Pro Duta pun dibuat tak berkembang dan dikuras tenaganya.

Bahkan gol Holik pun luput dari perhatian lawan. Sekarang Tugi pun demikian. Keduanya bukan pemain depan, tapi gelandang dan bek namun jadi pemain pembunuh. Dengan demikian, kesempatan terbuka memukul balik Pro Duta. Pemain sayap Persikabo, Novianto pun kini kerap merepotkan pertahanan lawan dan keberaniannya menusuk. Ya, lawan Pro Duta jadi ujian sesungguhnya yang sepadan.

(jurnalbogor)

Bona dkk Waspadai Pergerakan Pro Duta

CIBINONG – Para punggawa Laskar Padjajaran paham betul lawan ketiga yang akan mereka hadapi nanti di laga lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Prima Indonesia Sportindo bukanlah lawan yang mudah. Ya, kendati masih berlabel klub anyar, namun Pro Duta FC yang telah mengumpulkan enam poin dari dua laga tandangnya kemarin merupakan tim kuat yang dihuni oleh para pemain-pemain yang cukup berkualitas.
Menyadari akan hal tersebut, Kapten Persikabo, Bona Simanjuntak berharap di laga tandang kedua Persikabo nanti, rekan-rekannya bisa lebih meningkatkan kerja sama tim lagi di dalam maupun di luar lapangan hijau.

“Kelemahan kita di dua pertandingan kemarin adalah lemahnya koordinasi antar lini, kita masih sering ada miss komunikasi di lapangan, dan hal tersebut yang harus kita perbaiki, lawan kita nanti tidaklah mudah, makanya kita harus kompak satu sama lainnya,” ujar Bona Simanjuntak kepada Pakar, kemarin.
Secara rekor pertemuan, baik Persikabo maupun Pro Duta FC memiliki peluang sama besar untuk meraih poin penuh. Dalam partai uji coba Persikabo kontra Pro Duta FC, 3 Desember lalu, Pro Duta FC berhasil menahan imbang Laskar Padjajaran dengan skor 1-1. Pada waktu itu, gol dari Persikabo diciptakan oleh pemain muda Persikabo, Kholik.
Jika dilihat dari skuad Pro Duta FC musim ini, tim besutan pelatih asing, Roberto Bianchi ini mayoritas diisi oleh pemain muda. Namun jangan salah, tiga pemain asing seperti Fransisco Javier Perez, Abdelhadi Lakkad, dan Antonio Soldevilla Castellsague diprediksi bakal merepotkan Bona dkk.
“Ya intinya kita harus benar-benar konsentrasi dengan instruksi yang sudah diberikan pelatih kepada kita, mudah-mudahan di pertandingan ketiga kita nanti kita bisa meraih poin,” tambah Bona.
Saat ini Persikabo sendiri berada di peringkat tiga klasemen sementara dengan perolehan poin 4, sama dengan Persikota yang juga mengantongi empat poin. Sedangkan Pro Duta saat ini berada di peringkat teratas klasemen sementara grup Barat.
Jika Persikabo berhasil mengalahkan Pro Duta di laga tandangnya nanti, anak asuh Suimin Diharja ini berpeluang untuk menduduki peringkat pertama klasemen, tergantung hasil pertandingan antara Persikota dengan lawannya nanti. =UYE

Kenaikan Tiket Persikabo Menuai Pro Kontra

CIBINONG-Kenaikan harga tiket pertandingan resmi Persikabo banyak menuai pro dan kontra. Bagi para Kabomania militan, harga 10 Ribu Rupiah yang sudah ditetapkan panitia pelaksana memang bukan menjadi masalah bagi mereka. Namun, bagi para Kabomania yang mayoritas masih berseragam sekolah, harga tersebut dirasa cukup memberatkan bagi mereka.
Dampaknya, Stadion Persikabo yang musim lalu selalu penuh sesak, kini mulai terlihat sepi. Contohnya saat Persikabo menjamu Persitara, hanya tribun selatan yang dipenuhi Kabomania.
Kenaikan harga tiket Persikabo memang suatu hal yang wajar. Apalagi saat ini Persikabo tidak lagi menggunakan dana APBD untuk membiayai klub mereka. Namun, dengan kondisi penonton Persikabo yang tak lagi sepenuh dahulu, aspirasi dari Kabomania mengenai penurunan harga tiket sepertinya patut diperhitungkan.
Pada musim lalu dengan harga tiket 5 Ribu Rupiah, tribun utara dan selatan bisa dipenuhi hampir 9.000 penonton. Tribun timur dipenuhi 200 penonton dengan harga 15 Ribu, dan Tribun Barat 300 penonton dengan harga 30 ribu.
Pada kompetisi kali ini, diperkirakan dari 7.500 tiket yang disediakan panpel untuk kategori festival, kemungkinan hanya terjual 40 persennya saja, atau kurang lebih 4.000 penonton.
"Penurunan penonton Persikabo memang tidak dipungkiri karena harga tiket, Kabomania rata-rata adalah pelajar, dan mereka kadang-kadang kurang mengerti dengan keadaan Persikabo saat ini, bisa diambil solusi seperti ini, bagi pelajar yang punya KTA, mungkin bisa mendapat potongan seperti pada saat pertandingan Bogor Raya dulu, misalnya saja 20 persen, atau bisa dipukul rata menjadi 7.500 Rupiah, kemungkinan yang menyaksikan pertandingan akan bertambah banyak, katanya Kabomania itu pemain 12 Persikabo, ya mari kita cari titik tengahnya saja," ujar Salah satu Kabomania, Ahmad Solihin yang dikutip dari situs Persikabo Bogor Lovers, kemarin.
Kendati masih banyak yang mengeluh, tak sedikit juga Kabomania yang mendukung kenaikan harga tiket Persikabo. Korwil Ciapus contohnya, Dalam Situs jejaring sosialnya, korwil tersebut menyatakan bahwa kenaikan harga tiket merupakan konsekuensi dari bentuk dukungan loyalitas Kabomania terhadap Persikabo saat ini.
"Apapun ada konsekuensinya, inilah salah satu resiko kebijakan yang harus di ambil oleh manajemen maupun panpel, karena memang betul, sekarang tim tidak lagi di biayai oleh dana APBD. Salah satu kebijakan yang harus di ambil ya dengan menaikan harga tiket," ungkapnya.

Kenaikan harga tiket mugkin memberatkan sebagian kawan-kawan kabomania yang ingin menonton. Tapi, tidak didukung oleh dana yangg mencukupi.
"Kesimpulannya, mulai sekarang marilah kita sama-sama belajar untuk memahami dan menyadari bahwa tim tidak hanya butuh dukungan dari luar stadion, tapi juga di dalam stadion dan itu yang lebih penting karena dari tiket kita lah tim bisa menggaji pemain," tulis Kabomania Ciapus dalam akunnya.=UYE

(pakuanraya)

Morgan Cs TC di Sentul

CIBINONG-Sekitar 25 pemain sepakbola yang dinyatakan lolos seleksi timnas U-21 untuk dipersiapkan dalam Turnamen Sultan Hassanal Bolqiah, Brunei, 27 Februari mendatang, mulai menjalani training camp (TC) di kawasan Padepokan Voli, Sentul City Bogor, Senin (16/1). Rencananya, anak asuh Widodo C Saputro ini bakal diciutkan lagi menjadi 18 pemain hingga 25 Januari mendatang. Berdasarkan informasi yang dihimpun Pakar dari para pemain Bogor yang berhasil lolos seleksi, latihan resmi sendiri baru akan dilakukan hari ini, karena masih ada beberapa pemain yang belum masuk TC, dikarenakan masih berada di klub mereka masing-masing.

"Kita belum latihan, karena masih ada beberapa pemain yang belum datang ke mess, mungkin besok pagi (hari ini.red) kita mulai latihan," ujar Ridwan Awaludin, pemain asal Bogor yang berhasil lolos seleksi timnas U-21, kemarin.

Nantinya, setelah menjalani seleksi selama masa TC, timnas U-21 yang rencananya akan diperkuat mantan pemain timnas U-23, Andik Firmansyah. Tim ini akan melakoni dua kali uji coba dengan tim asal Korea Selatan, yakni, Ulsan Hyundai Mipo Dokcyard FC yang dijadwalkan tanggal 9 dan 11 Februari mendatang.
Sementara itu, rencana uji coba disambut baik sang pelatih, Widodo Cahyono Putro. Dikatakannya, dengan uji coba, dapat mengukur peningkatan kemampuan dari skuadnya.
"Kalau hanya latihan terus, tentu juga tidak baik. Sebab, akan membuat para pemain jenuh. Selain itu, kita tidak dapat mengetahui kualitas sesungguhnya dari hasil latihan. Karena itu, uji coba sangat baik dan perlu," tukasnya. =UYE

(pakuanraya)

Senin, 16 Januari 2012

Serba-serbi Persikabo ::: Pak Yunus, Pawang Hujan Sejati Persikabo

JIKA sering menyaksikan pertandingan kandang Persikabo, Anda pasti pernah melihat sosok pria renta berbaju batik yang selalu ada di setiap laga kandang Persikabo. Ya, kakek bernama Yunus yang sudah berusia 74 tahun ini memang bukan hanya pecinta Persikabo sejati. Namun, Ia adalah pawang hujan. Memang tak selamanya aksi Pak Yunus ini berhasil. Pernah pada saat ia bertugas di stadion gagal, dan Ia pun dengan santai menjawab bahwa Ia hanya berusaha meminta kepada Tuhan agar menghentikan hujan, namun tak berarti hujan tersebut akan berhenti karenanya.

"Sejak tahun 1980, saya sudah menjadi pawang hujan. Kebanyakan memang berhasil, kalaupun tidak, ya mungkin Tuhan belum mengabulkan doa saya," ucap Pak Yunus yang ditemui Pakar di pertandingan Persikabo kontra Persitara, kemarin.

Yunus sendiri sudah tidak aneh dengan "kerjaannya" di Stadion Persikabo. Pada musim lalu, dirinya kerap dipanggil manajer Mas'an Djajuli untuk bekerja sebagai pawang hujan. "Intinya hanya meminta doa saja kepada Allah. Saya hanya berusaha, toh yang menentukan hujan dan tidaknya bukan saya," jelasnya menambahkan.
Yunus pernah sukses saat berusaha memindahkan hujan. Saat itu Persikabo akan menjajal PSPS pada laga ujicoba. Sebelum pertandingan, hujan mengguyur Cibinong, tapi saat pertandingan, hujan pun berhenti.
=UYE

(pakuanraya)

Masuk Stadion, Bupati RY Beli Tiket

CIBINONG-Ada yang istimewa dari laga kandang Persikabo kontra Persitara yang digelar di Stadion Persikabo Cibinong, Sabtu (14/1) lalu. Ya, Bupati Bogor, Rachmat Yasin (RY) membeli tiket pertandingan VIP dengan harga 100 ibu rupiah.
Panitia Pelaksana Pertandingan resmi Persikabo yang tentunya sudah menyiapkan undangan resmi untuk orang nomor satu di Kabupaten Bogor tersebut sontak saja kaget. Meja panitia yang tadinya merupakan meja registrasi media, kemudian disulap seketika menjadi tempat penjualan tiket VIP.

RY yang datang bersama rombongannya yakni COO Persikabo, Rudi Ferdian, Edison Hutahean, dan Lurah Usup ini langsung menanyakan harga tiket kepada penjual tiket VIP yang pada saat itu ditangani langsung oleh Manajer Operasional Persikabo, Erwin Saleh. Mendengar harga tiket VIP Persikabo yang cukup mahal, Rachmat Yasin sempat menawar tiket VIP tersebut.
"Berapa ini harga tiketnya?, Seratus Ribu dapat lima boleh nggak? " Ujar RY sembari bercanda.

Mendengar candaan RY, orang-orang yang berada di tempat tersebut pun tertawa. Ya, kendati sempat menawar, akhirnya Ketua DPW PPP ini tetap mengeluarkan satu lembar 100 Ribu dan menunjukkan tiket VIP kepada para awak media yang ada di depan pintu VIP tersebut.
"Nih lihat, saya beli tiket," tutur RY sambil menunjukkan tiket VIP kepada wartawan foto.

Sikap RY yang memberikan contoh positif kepada para pejabat Pemkab Kabupaten Bogor untuk membeli tiket pertandingan Persikabo pun akhirnya diikuti rombongannya. Para Pejabat Teras Pemkab Bogor seperti Edison Hutahean, dan Lurah Usup pun ikut mengeluarkan uang 100 ribu rupiah untuk membeli tiket pertandingan VIP. =UYE

(pakuanraya)

Persikabo Raih Tiga Poin, RY : Jangan Puas Dulu

CIBINONG – Kendati berhasil mengemas tiga poin di laga kandang perdana mereka kontra Persitara, Sabtu (14/1) lalu, Bupati Bogor,Rachmat Yasin yang juga merupakan mantan Ketua Umum Persikabo musim lalu ini berharap kepada para punggawa Persikabo agar jangan puas dulu. RY sapaan akrab Bupati Rachmat Yasin menyatakan permainan Persikabo kontra Persitara kemarin masih belum maksimal dan perlu ditingkatkan lagi.
“Mereka memang berhasil memenangkan laga mereka, namun jangan puas dulu, masih banyak klub-klub yang harus mereka hadapi nanti, penampilan mereka hari ini (kemarin-red) masih belum maksimal, dan belum keluar semua, masih 60 persen, saya harap di pertandingan selanjutnya bisa ditingkat kembali,” ujar RY yang menyaksikan langsung aksi selebrasi Tugihadi yang berhasil menyelamatkan Persikabo dari kekalahan kemarin.

Hal serupa juga diungkapkan Asisten Pelatih Persikabo, John Arwandie kemarin. Menurutnya masih banyak yang harus dievaluasi dari penampilan Bona Simanjuntak dkk di pertandingan mereka kemarin, salah satunya agresifitas yang belum sepenuhnya dimiliki oleh para pemain.
“Tim Persikabo hari ini boleh saja bergembira, namun masih banyak yang harus di evaluasi lagi, terutama dalam hal agresifitas, pada pertandingan kemarin, para pemain belum bisa bermain lepas, padahal banyak peluang yang seharusnya bisa menghasilkan gol, intinya penampilan mereka kemarin belum mencapai top performance,” ucap John Arwandie dalam konferensi pers yang digelar Panpel Persikabo, Sabtu lalu.

Selain performa pemain, mantan Headcoach Bogor Raya FC ini pun menjelaskan kurangnya antisipasi Persikabo terhadap buruknya lapangan dengan diikuti derasnya hujan pada saat pertandingan berjalan. Hal tersebut yang menjadi catatan penting bagi tim pelatih Persikabo yang dikomandoi oleh Suimin Diharja ini.
“Performa mereka kemarin mungkin juga karena faktor lapangan, kemarin kita bermain dalam kondisi lapangan yang bisa dibilang buruk, dan hal tersebut yang harus kita cari antisipasinya,agar kedepannya kita tidak kerepotan lagi saat bermain dengan kondisi seperti kemarin,” jelasnya.
Untuk pertandingan selanjutnya, Tugihadi dkk dijadwalkan akan bertandang ke markas Pro Duta di Medan pada 21 Januari mendatang. Sebagai informasi, saat ini Pro Duta Medan adalah tim yang berhasil menduduki peringkat pertama di klasemen sementara Grup Barat Liga Divisi Utama LPIS dengan raihan enam poin dari dua kali kemenangan tandang. =UYE

(pakuanraya)

Minggu, 15 Januari 2012

Timnas U-21 ditantang klub asal Korea

Timnas U-21 yang dipersiapkan untuk turnamen Piala Hassanal Bolkiah di Brunei Darussalam mendapatkan tantangan uji coba dari klub asal Korea, Hyundai FC U-21.
Koordinator Timnas Bob Hippy di Jakarta, Jumat mengatakan, tawaran dari Hyundai FC ini merupakan kabar positif bagi Timnas U-21 yannarutog baru terbentuk. Apalagi timnas yang dilatih oleh Widodo Cahyono Putro butuh banyak uji coba.

"Pertandingan akan dilakukan dua kali. Rencananya akan dilakukan tanggal 9 dan 11 Februari nanti di Indonesia," katanya di Kantor PSSI Senayan Jakarta.
Menurut dia, meski mendatangkan klub asing, PSSI itu terlalu mendapatkan beban terutama masalah transportasi dan akomodasi pemain dari negara asalnya ke Indonesia karena semuanya ditanggung oleh pihak Hyundai FC.

PSSI, kata dia, hanya diminta untuk menyiapkan lapangan untuk latihan dan pertandingan serta hotel selama tinggal di Indonesia.

"Mereka tahu jika PSSI belum punya uang. Makanya mereka mengeluarkan biasa sendiri. Kita hanya menyiapkan lapangan dan hotel saja," kata pria yang juga menjadi anggota Komite Eksekutif PSSI itu.
Ia menjelaskan, meski pertandingan ujicoba akan dilakukan di Indonesia, PSSI belum menetapkan lokasi pertandingan sebagai pengganti Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta yang saat ini direnovasi.
Hanya saja, kata dia, PSSI sudah menyiapkan beberapa lokasi alternatif yaitu Solo Jawa Tengah atau Bandung Jawa Barat. Keingginan untuk menggelar uji coba di luar Jakarta juga didukung oleh Penanggungjawab timnas Bernhard Limbong.
Timnas U-21 yang diasuh oleh Widodo Cahyono Putro sebelum menjalani pertandingan uji coba baik lokal maupun internasional terlebih dahulu akan menjalani pemusatan latihan di Cibubur, Jawa Barat mulai 16 Januari nanti ..

Persikabo Bungkam si Pitung

Cibinong - Ketangguhan Laskar si Pitung, Persitara Jakarta Utara, akhirnya roboh. Musim lalu Persikabo Bogor yang tak pernah menang dari si Pitung. Tapi, pada laga Divisi Utama Liga Indonesia 2011-2012 di Stadion Persikabo, Sabtu (14/1) Dewi Fortuna benar-benar berpihak kepada Laskar Padjajaran. Partai pembuka di kandang sendiri itu berakhir dengan skor 1-0 atas kemenangan Persikabo. Satu-satunya gol Persikabo dicetak oleh bek, Tugi Hadi pada menit ke-53.
Pertemuan dua tim berlangsung spartan, meski lapangan licin dan becek, karena seharian Bogor diguyur hujan. Meski demikian, laga berlangsung menarik, setelah dua tim menampilkan permainan terbuka.

Persikabo lebih dominan menguasai bola, meski lini belakang cukup direpotkan oleh penyerang Persitara, Tantan yang membuka peluang pada menit pertama, lalu menit ke-8 dan 27, namun tendangannya melemah dan mudah dipatahkan oleh kiper, Agus Rohman yang tampil cemerlang.
Persikabo membalas dari set-piece Jibby Wuwungan pada menit ke-3, disusul peluang tandukan Nico Susanto, setelah menerima assist Jibby di menit 19, tapi masih melebar. Pemain sayap, Mulyani Hadi juga sempat memberikan ancaman pada menit 34 dan peluang berikutnya dari Jibby di menit 37. Namun hingga turun minum, skor masih 0-0.
Beceknya lapangan membuat strategi pelatih Persikabo, Suimin Diharja tak berjalan mulus. Passing bola kadang dihentikan oleh genangan air. Memasuki babak kedua, Persitara menambah daya gedor, dengan memasukkan penyerang, Luis Pena.
Di kubu Persikabo juga tak mau kalah, dengan menurunkan pemain Timnas Indonesia U-21, Abdul Gani Pelupessy alias Morgan pada menit 51, menggantikan pemain sayap, Mulyani.
Agresivitasnya menambah motivasi tanding Bona Simanjuntak dkk hingga akhirnya pendukung Persikabo, Kabomania bersorak saat tandukan Tugi Hadi di menit 53 membobol gawang Firmansyah.
Tugi dengan cepat menyambut bola tendangan pojok kapten, Bona Simanjuntak untuk melumpuhkan Persitara. Gol itu disambut senyum Bupati Bogor, Rachmat Yasin yang menyaksikan pertandingan di tribun VIP.

Tugipun melakukan selebrasi menembak ke arah tribun kehormatan yang juga ditempati Direktur Utama Persikabo, Rudi Ferdian dan Direktur Operasional, Rhendie Arinda bersama Ketua Umum KONI, Albert Pribadi dan Ketua Kadin Kabupaten Bogor, Tb Nasrul.
Hingga pergantian kapten, dari Bona Simanjuntak ke H Masferi Kasim pada menit 87, tak ada gol tambahan. Masferi sendiri saat injury time nyaris menambah gol, namun tendangannya melesat tipis di atas mistar gawang.

Sebelumnya, ancaman Persitara lahir dari Luis Pena, namun dia terlebih dulu off-side. “Kami puas dengan hasil ini, meski banyak peluang yang tak jadi gol,” jelas asisten pelatih Persikabo, John Arwandi saat konferensi pers. “Kami kecolongan, karena sudah berhasil menahan serangan Persikabo, tapi tiba-tiba gol dari pemain belakang yang muncul,” sambung pelatih Persitara, Dodi Sahetapi.
(jurnalbogor)

Lapangan Becek, Persikabo Hanya Menang 1-0

Bogor – Persikabo hanya menang tipis 1-0 dalam pertandingan melawan Persitara. Gol tunggal tuan rumah dihasilkan oleh sontekan Tugiyadi di menit 60. Dalam pertandingan di Stadion Persikabo Cibinong tadi sore, tuan rumah maupun tim tamu mengeluhkan kondisi lapangan yang becek habis diguyur hujan selama dua hari. “Lapangannya parah sehingga anak-anak tak bisa main enak,” ungkap Asisten Pelatih Persikabo John Arwandi. Meski demikian, animo pendukung Persikabo tetap memenuhi stadion. Sekutar 7000 penonton hadir dalam pertandingan tersebut.

Menurut John Arwandi, anak-anak asuhan Suimin Diharja ini memang bermain kurang lepas. Hal inilah yang menyebabkan Persikabo hanya menang tipis 1-0 saja. Apalagi mereka tampil pertama di kandang dan disaksikan ribuan pendukungnya.

“Jadi kemampuan yang keluar tidak maksimal. Yah, hanya 60-70 persen saja,” ungkap mantan pelatih Bogor Raya itu. Selain itu, mereka juga kerap gugup bermain di hadapan pendukungnya sendiri. John Arwandi bersama Suimin Diharja akan melakukan evaluasi terkait dengan hasil yang kurang maksimal tadi.
(ligaprima)

Menang Tipis

BOGOR-Laga Kandang pertama Persikabo melawan Persitara Jakarta Utara di Divisi Utama Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) berakhir dengan kemenangan tipis oleh tuan rumah. Dalam pertandingan kemarin, Persikabo mampu membuat keok tamu yang dijamunya dengan skor 1-0. Keunggulan nilai itu juga memberikan tambahan 3 poin untuk tim Laskar Padjajaran. Dimulai dari babak pertama, Persikabo sudah menunjukkan semangat mengempur benteng pertahanan lawan di tengah lapangan yang becek. Meski lapangan Stadion Persikabo yang licin, namun serangan tidak pernah menyurut tim tuan rumah untuk terus menggempur pertahanan lawan.

Saat peluang berpihak pada Persitara, kesempatan pun tidak disia-siakan. Serangan balik cepat dimanfaatkan menekan Persikabo. Namun, hingga babak pertama berakhir belum ada gol yang tercipta.

Usai turun minum, Laskar Padjajaran langsung mengencarkan gaya bermain menakan. Memasuki menit ke-53, bek Persikabo Tugi Hadi berhasil menggoyang gawang Persitara berawal dari sepak pojok yang dilepaskan kapten tim Bona Simanjuntak.

Hingga wasit Jhon Tedy, meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir, tendangan yang dihujamkan Tugi menjadi satu-satunya gol pada laga tersebut. Pelatih Persitara, Dodi Sahetapi menuturkan, kekalahan timnya dikarenakan kondisi lapangan buruk.

Dodi mengaku timnya memang tidak melakukan persiapan bertemu Persikabo. “Pertandingan kali ini saya anggap laga ujicoba untuk menyeleksi pemain,” tukasnya kepada wartawan usai pertandingan, kemarin. Ditemui di tempat yang sama, Pelatih Fisik Persikabo, John Arwandi mengaku bangga dengan anak asuhnya. “Para pemain baru mengeluarkan 60 persen kemampuan, karena kondisi lapangan becek dan menghambat pergerakan. Tapi, mereka masih bisa memperlihatkan permainan tim yang baik,” ujarnya.
(radarbogor)

Sabtu, 14 Januari 2012

Persembahan Terbaik

Jika musim lalu Persikabo Bogor masih tak bisa menaklukkan Persitara Jakarta Utara, maka kali ini jadi kesempatan Bona Simanjuntak dkk memenangkan laga pada home pertama di Stadion Persikabo, Sabtu (14/1), sore ini, pukul 15.15. Poin penuh jadi target Laskar Padjajaran setelah pada laga perdana berkunjung ke markas PS Bengkulu mendapat hasil satu angka, 0-0. Upaya yang sama juga ketika Persitara bertandang pada laga sebelumnya menahan imbang Persikota Tangerang 1-1. Pertemuan kali ini di Grup I Divisi Utama Liga Indonesia 2011-2012 bakal menarik. Persikabo berupaya memberikan persembahan terbaik. Momentum awal tak akan disia-siakan pelatih Suimin Diharja untuk mendoktrin skuadnya agar memiliki spirit fighter. Apakah bisa menaklukkan Laskar Si Pitung?. Tentu saja bisa. Dari skema latihan, Suimin bakal menyuguhkan permainan menawan.

Pemain diinstruksikan menekan dan tak akan membiarkan lawan berlama-lama mengontrol alur bola, tetapi justru Persikabo bakal menutup pergerakannya. Lini depan Persitara, Tantan siap diredam Tugi Hadi. Meski mantan pemain Persikab Bandung itu memiliki mobilitas, namun Tugi yakin dapat menghentikannya. Dia sudah hafal benar gaya bermain striker ‘bandel’ tersebut. “Asal saya tak terpancing emosi pasti bisa. Tapi kalau emosi konsentrasi biasanya buyar,” kata dia.

Jika benar Persikabo tampil on-fire, penguasaan bola Persikabo akan tersaji menyokong dua bomber Jibby Wuwungan dan Nico Susanto. Suimin pun mengingatkan skuadnya agar strategi jitu dapat diterapkan dengan lancar. Ini artinya, jangan pernah memberi lawan sedikit pun kesempatan untuk menguasai bola. Lengah sedikit saja, bukan tak mungkin justeru Persitara yang unggul. “Memang Persitara memiliki 6 pemain pilar di semua lini. Dua di bawah, tengah dan depan. Mereka cukup pengalaman, tapi lihat saja nanti,” tutur Suimin.
Hanya saja faktor hujan jadi pertimbangan kedua tim. Pada sesi uji coba lapangan di Stadion Persikabo, Kamis (13/1) pagi, keduanya mendapatkan lapangan yang licin. Kondisi tersebut rentan dengan cedera jika pemain tak berhati-hati.
(jurnalbogor)

Jumat, 13 Januari 2012

Hadapi Persitara Dua Legiun Asing Persikabo Absen

Tim Persikabo Bogor dipastikan tidak akan diperkuat dua pemain asingnya saat menjamu Persitara Jakarta Utara, pada lanjutan Kompetisi Divisi Utama, Liga Indonesia 2011-2012 Grup I, di Stadion Persikabo, Cibinong, Sabtu (14/1), besok. Dua pemain tersebut adalah, Brima Pepito Sanusi yang terkena kartu merah dan Tchana Cyril, karena cidera. Meski tanpa dua pemain tersebut, pelatih Suimin Diharja optimis anak asuhnya mampu melewati hadangan Persitara.
Kesuksesan mengamankan poin di kandang PS. Bengkulu menjadi modal berharga bagi tim berjuluk ”Laska Padjajaran”. Menurut Suimin, meski tim Persitara baru terbentuk satu bulan, bukan berarti tim Laskar Si Pitung ini lemah.”Mereka dihuni pemain-pemain berpengalaman. Kita mesti waspada,” bilang Suimin.

Suimin menambahkan, ada beberapa pemain yang patut diwaspadai. Nama-nama, seperti Tantan, Aris Indarto, Bakrie Umarela, Haris Sallibury merupakan deretan nama pemain yang sudah matang. Pergerakan pemain tersebut yang patut menjadi catatan penting.
Menurut Abang, panggilan akrab Suimin, Tim Persitara memang baru terbentuk sekitar satu bulan, namun jangan salah, Tim Persitara yang berada satu grup bersama Persikabo dihuni pemain yang sudah matang akan pengalaman bertanding. Di lini depan, punya Tantan, pemain serba bisa, naluri golnya tinggi.

”Aris Indarto, dia mantan pemain Tim Nasional, kualitasnya tentu tidak diragukan lagi, Haris Sallyburi juga tidak bisa diremehkan, bola-bola matinya sangat berbahaya, dan kita harus mewaspadai itu semua,” terang Suimin.
Untuk mengantisipasi permainan anak asuh Doddy Sahetapi nanti, Abang membutuhkan pemain agresif yang memiliki naluri menyerang tinggi. Lini depan yang tadinya dipercayakan penuh kepada Brima Pepeto, sepertinya akan dihuni Jibby Wuwungan.”Intinya jangan lengah, dan masing-masing pemain harus disiplin di tiap posisinya, kalau mereka bisa menerapkan semua itu, ya Insya Allah kita bisa menang,” tandasnya.
(pakuanraya)

Gagal Tes MRI, Nasib Cyril Ditentukan Senin Depan

Nasib Legiun asing Cyril Tchana di Persikabo masih belum bisa diputuskan hingga saat ini. Pasalnya, agenda pemeriksaan lutut kiri Cyril yang diagendakan Kamis (12/1) kemarin terpaksa harus ditunda lantaran Dokter spesialis syaraf, Rumah Sakit Kelapa Gading Jakarta sedang cuti.
Sehingga tes Magnetic Resonance Imaging (MRI) baru bisa dilakukan Sabtu (14/1) mendatang. “Rencananya memang hari ini (kemarin-red) tapi karena dokter yang menangani pemain Persikabo sedang cuti terpaksa kita tunda sampai Sabtu depan.
Sebenarnya banyak juga dokter spesialis lainnya, tapi yang detail dan tahu benar mengenai syaraf lutut hanya dokter yang cuti itu,” ujar Dokter Tim Persikabo, Nurhakim Basuki kepada Pakar, kemarin.

Hasil tes MRI lutut kiri pemain asal Kamerun ini, lanjut Nurhakim baru bisa diketahui Minggu (15/1) mendatang. Sehingga Dokter, sapaan akrab Nurhakim baru bisa melaporkan hasil tes MRI lutut kiri Cyril Senin (16/1) mendatang.
“Kemungkinan hasil tes lutut Cyril baru bisa dilaporkan Senin depan, nanti baru bisa kita berikan rekomendasi kepada tim pelatih mengenai kondisi fisik Cyril,” tukasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, nasib Cyril Tchana di Persikabo memang terancam. Cedera lutut kiri yang dideritanya mengakibatkan Ia harus absen untuk sementara waktu dari laga pertandingan Persikabo.
Nasib pemain yang terkenal cukup pendiam dibanding legiun asing lainnya ini ditentukan lewat hasil tes MRI tersebut.
Jika nanti hasil tes MRI itu membuktikan bahwa Cyril cedera permanen dan membutuhkan masa menyembuhan yang lama, kemungkinan draft kontrak Persikabo dengan Cyril akan dikaji ulang. Namun, jika bisa diobati dalam waktu dekat saja, kemungkinan Cyril masih bisa berkostum Persikabo paling tidak di kompetisi Divisi Utama musim ini.
(pakuanraya)

Kamis, 12 Januari 2012

Tugihadi si Ceplas–Ceplos

Jika ditanya siapa pemain belakang Persikabo yang paling kocak dan ceplas-ceplos. Tugihadi jawabannya. Ya, tubuhnya yang tinggi jangkung memang tak mencerminkan kelakuannya yang periang dan apa adanya. Ia kerap melontarkan kalimat-kalimat lucu yang cukup menggelitik telinga ketika menjalani latihan. Seperti yang dilakukannya pada waktu latihan baru-baru ini, Ia menghibur kawan-kawannya yang tengah kelelahan tentunya dengan logat Sunda ‘gaul’ kas Bandung yang selalu melekat pada dirinya. Tak hanya itu tingkah kocaknya, pernah beberapa waktu lalu, Tugihadi memakai celana tim panjang sebelah, namun Ia tetap cuek dan tidak menghiraukan pandangan mata yang tertuju padanya. “Lihat kelakuan si Tugi, dia memang seperti itu, ceplas-ceplos,” ujar Bang Suimin pada waktu itu.
Kendati cuek dan ceplas-ceplos, bukan berarti Tugihadi tak serius di lapangan hijau.

Ia justru dikenal pemain yang berani berkonsultasi kepada pelatih jika ada suatu yang dirasa kurang pas dengan instruksi pelatih di lapangan.
“Pemain yang berani berkomunikasi atau sharing ke Abang ya kaya Tugihadi, Wawan, Masferi, Jibby, Bona , yang lainnya masih malu-malu, padahal Abang pengen mereka terbuka,” cetus Suimin.
(pakuanraya)

Edward Doyan Nonton DVD

Ada-ada saja tingkah lucu dari pemain Persikabo. Di balik keseriusan mereka di lapangan hijau, mereka juga punya sisi lain yang sering dilakukan orang pada umumnya. Edward Valuta contohnya, Mantan Bek Timnas Modolva ini memiliki kebiasaan unik dalam mengisi waktu senggangnya di Persikabo. Selain minum kopi hitam setiap harinya, Ia juga selalu menghabiskan waktu seng­gangnya dengan menonton film bajakan yang dibelinya di sekitar mess Persikabo. Baru-baru ini ayah tiga anak ini memperlihatkan beberapa koleksi filmnya kepada Pakar, dan kocaknya, Ia pun kerap bertukar film bajakan dengan pemain lainnya seperti Cyril Tchana dan Masferi yang kerap di sapa Pak Haji oleh anak-anak Persikabo.

“Kalau libur latihan saya suka nonton film, supaya tidak bosan saja, apalagi kalau pemain lainnya pulang, saya lebih banyak nonton film di mess pakai laptop,” ujar Edward dengan polosnya.
Saat ditanya film kesukaanya, Edward yang berencana akan memboyong istrinya dan anak bungsunya ke Indonesia ini mengaku sangat suka menonton film action dan film misteri. Alasannya, tentu saja karena tidak membosankan dan menarik untuk diikuti.
(PAKUANRAYA)

Panpel Siapkan 9.500 Tiket

Sebanyak 9.500 lem­bar tiket pertandingan Per­sikabo siap dijual di laga pertandingan resmi Persikabo kontra Persitara Jakarta Utara, Sabtu (14/1) nanti. Tiket pertandingan dengan rin­cian enam ribu tiket untuk festival utara dan festival selatan dijual 10 ribu Rupiah. Dua ribu lembar tiket di tribun timur senilai 20 ribu rupiah, serta 1.500 tiket tribun barat seharga 40 ribu rupiah bisa didapatkan di hari pertandingan, mapun de­ngan melakukan pemesanan se­be­lumnya di Sekretariat Per­­sikabo dan juga melalui Kabomania. Mengenai kesiapan Panpel sen­diri, Manajer Operasional Per­­sikabo, Erwin Saleh mengaku, persiapan Panpel jelang laga kandang Persikabo sudah hampir rampung 100 persen. Tiket, hingga keamanan sudah dirampungkan Panpel Persikabo yang diketuai Edison Hutahean.

“Semuanya sudah siap, ke­a­m­anan juga beres, tinggal technical meeting saja yang rencananya akan digelar pada Jumat (13/1) di Ruang Serba Guna, Stadion Persikaboi,” ujar Erwin kepada Pakar, kemarin.
Kepada para Kabomania atau masyarakat yang ingin menyaksikan pertandingan Persikabo, Panpel ber­harap membeli langsung di loket-loket yang tersebar pada ha­ri pertandingan, maupun de­ngan melakukan pemesanan se­be­lumnya.
“Kami berharap kompetisi mu­­­sim ini sudah tidak ada lagi praktek percaloan di pertandingan Persikabo, untuk itu, kami berharap para Kabomania dan masyarakat yang ingin menyaksikan perta­n­dingan Persikabo agar membeli tiket di lokasi yang sudah kita in­formasikan, sekali lagi kami mo­hon dukungannya kepada para Kabomania,” tukas Erwin.
(pakuanraya)

Morgan Lolos Seleksi Timnas U-21

Setelah menjalani se­­leksi selama tiga hari, akhirnya PSSI mengumumkan 25 pemain yang akan ikut pemusatan latihan timnas U-21 pada 16 Januari mendatang. Nantinya, ke-25 pe­main ini kembali diseleksi untuk diciutkan menjadi 18 pemain yang akan berlaga di Hasanah Bolkiah Trophy pada 25 Februari hingga 5 Maret 2012. Dari 25 nama tersebut, nama sa­lah satu pemain Persikabo, Ab­dul Gani Palupessy atau yang akrab disapa Morgan menghiasi deretan lini tengah timnas U-21.
Morgan yang dihubungi Pakar via ponselnya kemarin, mengaku baru mengetahui informasi, bah­wa dirinya berhasil lolos seleksi 25 pemain timnas U-21 kemarin. Ia bersyukur bisa mendapat tem­pat di timnas, meskipun harus menjalani tes kembali pada Sab­tu (14/1) mendatang.

“Saya juga baru tahu dari SMS teman-teman, terima kasih atas dukungan dan doanya, akhirnya kerja keras saya membuahkan hasil,” ujar Morgan kepada Pakar, kemarin.
“Saya sebenarnya ingin mem­perkuat Persikabo saat me­lawan Persitara nanti, tapi se­mua itu terserah Bang Suimin, ka­lau beliau mau saya main, ke­mungkinan pihak manajemen memberikan tembusan kepada PSSI agar saya memperkuat klub dulu. Karena pemain lainnya juga begitu, yang penting saya mau fokus dulu sama Persikabo, Insya Allah kita bisa menang la­wan Persitara,” tukasnya.
Selain Morgan, mantan pemain Persikabo musim lalu, Ridwan Awaludin juga masuk ke daftar 25 nama pemain yang lolos seleksi timnas U-21. Pesepakbola asal Cibinong itu mengaku bersyukur bisa mendapat kesempatan untuk kembali berkostum timnas.
“Alhamdulilah akhirnya bisa mendapatkan kesempatan ber­kostum timnas, kesempatan ini tentunya tidak akan saya sia-siakan,” ucapnya.
(pakuanraya)

Cidera Lutut, Nasib Cyril di Ujung Tanduk

Nasib pemain asing Persikabo, Cyril Tchana. Cedera lutut yang dideritanya diprediksi cukup parah, sehingga membutuhkan pengobatan yang memakan waktu yang cukup lama. Kendati demikian, Headcoach Persikabo Suimin Diharja tak mau gegabah. Ia belum berani memvonis cedera salah satu penghuni lini tengah Persikabo ini, sebelum mendapat keterangan resmi secara medis. Oleh karena itu, Suimin Diharja menginstruksikan kepada dokter tim Persikabo, Nurhakim Basuki untuk melakukan tes Computed Tomography Scan (CT Scan) dan Magnetic Resonance Imaging ( MRI ). ” Kemarin pelatih fisik kami, John Arwandi bilang kepada Abang, kalau cedera lutut Cyril cukup parah, sepertinya cedera itu sudah ada di musim lalu, dan cukup permanen.

Namun, Abang belum berani memvonis cedera Cyiril, makanya Abang instruksikan kepada dokter untuk melakukan tes MRI kepada Cyril, kalau sudah ada hasilnya baru kita bisa putuskan status Cyril di Persikabo,” ujar Suimin Diharja kepada Pakar, kemarin.
Jika Cyril memang benar positif cedera lutut permanen, kemungkinan besar tim pelatih akan melakukan konsultasi kepada manajemen terkait kontrak Cyril di musim ini. Karena, jika cedera Cyril membutuhkan masa penyembuhan yang cukup lama, Persikabo baik secara tim maupun secara finansial juga cukup dirugikan.
”Kita lihat dulu hasil MRI-nya, kalau misalnya cedera Cyril bisa disembuhkan 2 sampai 3 minggu kita masih tetap gunakan jasa Cyril. Tapi, kalau membutuhkan waktu yang cukup lama, sekitar 2 sampai 3 bulan, ya jelas tim akan rugi, karena tidak bisa menggunakan jasanya,” tandasnya.
”Kita akan kaji kembali masalah kontraknya bersama manajemen, di manual Liga musim lalu, kita boleh memutus kontrak pemain asing di tengah kompetisi ketika mereka diketahui menderita cedera parah, tapi kita belum tahu untuk aturan yang sekarang,” lanjutnya.
Sementara itu, ketika dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Direktur Operasional Persikabo, Rendie Arindra mengaku belum mendapat tembusan dari tim teknis Persikabo mengenai kondisi Tchana. Namun, jika benar cedera Cyril permanen, pihanya akan mengkaji ulang kontrak pemain asal Kamerun tersebut.
”Saya belum dapat laporan, tapi kalau memang cedera permanen, pasti kita akan review ulang kontraknya,” ujarnya via pesan singkat kemarin.
(pakuanraya)

Rabu, 11 Januari 2012

PSSI Ciutkan Pilihan Timnas U-21 (Morgan lolos, Andi Sofyan tidak)

PSSI akhirnya mengumumkan 25 nama pemain yang akan ikut pemusatan latihan timnas U-21 pada 16 Januari 2012. Nantinya, ke-25 pemain ini kembali diseleksi untuk diciutkan menjadi 18 pemain yang akan berlaga di Hasanah Bolkiah Trophy pada 25 Februari hingga 5 Maret 2012. "25 pemain akan diseleksi dalam hal Sport Science dan kemampuan fisiknya," ujar Koordinator timnas, Bob Hippy, kepada wartawan di kantor PSSI, Rabu (11/1/2012). Dalam kesempatan itu juga, Bob Hippy juga membeberkan tempat yang akan jadi pemusatan latihan timnas U-21. Keinginan Pelatih timnas U-21, Widodo Cahyono Putro, untuk mengadakan pemusatan latihan di Batu, Malang akhirnya tidak kesampaian.

"Mereka akan latihan di Cibubur. Di sana ada hotel bagus dan tiga lapangan yang memadai. Ini juga merupakan pilihan Widodo," umbar pria yang juga merupakan mantan pemain timnas tersebut.

Seleksi pemain timnas U-21 ini sudah berlangsung sejak 7 hingga 10 Januari. Bob mengakui, waktu yang cuma empat hari ini tidak ideal untuk menentukan pemain yang berkualitas.

"Sulit untuk memilih pemain terbaik hanya dalam waktu empat hari. Kemampuan mereka tidak terpantau dengan waktu yang sangat minim tersebut. Bisa saja pemain bagus namun karena mengalami masalah engkel pada saat seleksi harus terpaksa dicoret," jelasnya.

Berikut 25 pemain yang akan mengikuti pemusatan latihan 16 Januari mendatang:

Kiper: Muhammad Ridwan (Bontang FC), Aji Saka (Arema Indonesia), Hidayat Berutu (Persikad)

Bek: Ganjar Mukti (Diklat Ragunan), Syaiful Indra Cahya (Persija Jakarta), Anugerah Agung Rosyam (PSM Makasar), Samsul Arifin (PON Jatim), Achmad Faris Ardiansyah (Gresik United, Nurmufid Fastabiqul Khoirot (Persebaya), Achmad Hisyam (PSM Makasar), Nova (Persires Bali De Vata)

Tengah: Fadly M (PSM), Rully Imanda (Diklat Ragunan), Abdul Gani Pelupessy (Persikabo), Anggia Tofano (Semen Padang), Kurniawan (PSM), Muhammad Guntur Triaji (Persiraja Banda Aceh), Ryan Putra Maylandu (Persidikap Kediri), Ridwan Awaludin (Bali De Vata), Abdul Kamil Sembiring (PSMS)

Depan: Miko Ardiyanto (Persebaya), Yosua Pahabol (Semen Padang), Andik Vermansyah (Persebaya), Husin J. Rahaningmas (Persemalra Tual), I Made Dwi Arya Dana (PSM)

(kompas)

Nico Maju, Eduard Kembali ke Posisi Bek

Rasa penasaran pelatih Suimin Diharja terjawab sudah terhadap Eduard Valuta. Bek asal Moldova ini dikembalikan ke posisinya setelah sesi ujicoba menghuni lini depan. Sebelumnya Eduard mengaku pernah lima tahun menjadi bomber saat di liga sepakbola amatir di negaranya. Namun dari pantauan Suimin, saat sesi latihan dan game, Eduard belum memenuhi kriteria yang diharapkan.
Dengan absennya penyerang asing asal Sierra Lione, Brima Pepito karena akumulasi kartu kuning menghadapi Persitara Jakarta Utara, Sabtu (14/1), Suimin akan memaksimalkan penyerang lokal yaitu Jibby Wuwungan.

Alternatif lainnya, naiknya si Kaki Kijang, Nico Susanto yang sebelumnya menghuni second striker atau kemungkinan memainkan pemain muda Septian Suharlan.
“Eduard pergerakannya masih belum. Nanti untuk striker atau second, bisa gantian Jibby atau Nico kalau dia sudah siap,” tutur Suimin.

Pelatih asal Binjai Sumatra Utara ini juga sedang mengotak-atik skuadnya siapa pemain yang tepat menghadapi Laskar Si Pitung yang dihuni striker Tantan. Namun Suimin mengisyaratkan ada kesempatan beberapa pemain muda yang bisa turun. Tim pelatih mengambil keputusan berani itu karena benar-benar pemain yang diturunkan itu mesti memiliki totalitas.
Kesempatan juga bagi Laskar Padjajaran meraih poin penuh dihadapan pendukungnya, Kabomania.
(jurnalbogor)

Pengangguran Tipu Pemain Persikabo

Nico Susanto, pemain Persikabo Bogor harus gigit jari setelah tahu menjadi korban penipuan Teguh Adeyanto, temannya sendiri. Pemain yang berposisi sebagai striker itu tak menyangka kalau warga Perum Mega Asri Sidoarjo tersebut tega menggadaikan mobil Mazda terbaru miliknya. Cerita apes yang menimpa Nico bermula dari keinginannya untuk menjual mobil Mazda 2 nopol W 1641 PM keluaran 2011. Dia lantas menelpon Teguh untuk meminta tolong agar mobil itu dijualkan degan sistem oper kredit pada 22 Desember lalu. "Tersangka lantas menyuruh saksi bernama Sawi untuk mengambil mobil itu di Bogor," tegas Kanit Jatanum AKP Yunus Saputra, Selasa (10/1).

Mobil lantas diserahkan kepada Teguh di Jalan Kapas Madya. Namun, bukannya mencari pembeli untuk mobil sahabtnya itu, Teguh malah menggadaikannya ke Mochamad Arif senilai Rp 35 juta. Alasannya, Teguh butuh uang cepat untuk biaya operasi orang tuanya. "Tersangka berjanji akan mengembalikan uang itu dalam waktu dua bulan. Tersangka memang memberikan Rp 15 juta kepada korban. Namun bukan uang oper kredit, melainkan uang pinjaman dari temannya," imbuhnya.

Karena curiga, Nico yang juga pernah berseragam Persebaya itu pun mencari tahu keberadaan mobilnya. Setelah tahu kalau mobilnya malah digadaikan, Nico melapor ke Polrestabes Surabaya. "Saya khilaf dan memang saat itu butuh uang. Makanya saya gadaikan mobil itu. Tapi saya sudah ada niat nebus kok," dalih lelaki yang menyandang gelar Sarjana Hukum di belakang namanya itu.
(tribunnews)

Selasa, 10 Januari 2012

Cyril Diparkir

Tiga pemain asing Persikabo Bogor yaitu bek Eduard Valuta asal Moldova, pemain tengah Cyril Tchana dari Kamerun dan penyerang Brima Pepito Sanusie berkebangsaan Sierra Lione, satu diantaranya jadi perhatian tim pelatih. Cyril pada laga pembuka Divisi Utama Liga Indonesia 2011-2012 kontra PS Bengkulu dengan hasil 0-0 di Stadion Semarak, Sawah Lebar, Kota Bengkulu, Jumat (6/1) lalu, ditarik keluar karena off-day dan berjalan terpincang-pincang saat meninggalkan lapangan.

Apakah dia cedera serius dan tak bisa diturunkan lawan Persitara Jakarta Utara, Sabtu (14/1), belum diketahui pasti karena tim dokter Persikabo belum memberikan laporan perihal masalah yang dialami di bagian kakinya. Besar kemungkinan Cyril diparkir karena pada sesi latihan Senin (9/1), dia tak bergabung bersama Bona Simanjuntak dkk. “Seperti kalian lihat, Cyril tak latihan,” ujar pelatih Suimin Diharja yang menunjuk Pepito sedang mendapat pijatan dari maseur Babeh Rosyid.

Dengan demikian, laga lawan Laskar Si Pitung, dari tiga legiun asing hanya Eduard saja yang turun setelah Pepito mendapat kartu merah karena akumulasi kartu kuning. Penampilan Pepito diakuinya lebih baik, namun dia tak bisa mengontrol emosinya setelah kesal dengan tekel-tekel pemain lawan. Performanya juga dinilai lumayan, namun belum ada support membuat bola yang mengalir kepadanya membuat lawan cepat melumpuhkan sebelum dipassing ke rekannya.

Khusus untuk Cyril, Suimin mesti menelaah lagi motivasi pemain ini. Secara teknis, Cyril memiliki kemampuan mengolah bola. Namun daya juang masih perlu pembenahan lagi karena hal itu berhubungan dengan psikologis pemain. Suimin juga belum tahu pasti penyebab tak mun-culnya penampilan terbaik Cyril. Permainannya juga belum simple, namun jika ke-mampuannya bangkit tim lawan akan kesulitan menghentikan langkahnya karena pergerakannya yang licin.
Sementara pada sesi latihan kemarin, Suimin telah mencoba Eduard menghuni lini depan. Jika skema permainan berhasil dijalankan, Eduard bakal jadi bomber. Ya, mampukah dia membuat gol pertama untuk Persikabo bisa dilihat nanti.
(jurnalbogor)

Senin, 09 Januari 2012

Eduard Ditarik Jadi Penyerang

Bek andalan Persikabo Bogor asal Moldova, Eduard Valuta bakal diplot jadi penyerang menghadapi Persitara Jakarta Utara pada laga home Divisi Utama Liga Indonesia 2011-2012 di Stadion Persikabo, Sabtu (14/1) nanti. Perubahan yang dilakukan pelatih Suimin Diharja bukan sesuatu yang tabu. Suimin pun membuat kejutan. Dia telah memainkan pemain belakang Kresna Hermawan jadi striker saat melawan Bengkulu di Stadion Semarak, Jumat (6/1) dengan skor 0-0.
“Kalau memang dia bisa mengapa tidak?,” jelas Suimin

Eduard akan mulai dicoba pada sesi latihan Senin (9/1) sore ini. Turunnya pemain belakang ke depan itu menurut pelatih asal Binjai, Sumatra Utara ini karena bomber asingnya Brima Pepito Sanusie dikartu merah usai akumulasi kartu kuning pada laga perdana lawan PS Bengkulu itu. Disamping itu striker lokalnya Jibby Wuwungan juga dinilai tak disiplin dan kerap bermain di luar.
“Fostur Eduard mendukung dan dia juga pemain yang tanggungjawab,” ungkap Suimin yang berharap pergantian posisi bisa berdampak bagus di tim setelah lini belakang yang dikomando Tugi Hadi mampu bermain apik.

Eduard pun menanggapi permintaan Suimin menyambutnya dengan senyum. “Saya mau menghuni lini depan. Saya waktu jadi pemain amatir pernah lima tahun jadi striker,” ujarnya. “Jadi ada pengalaman sebelumnya,” tandasnya lagi. Bahkan Kresna Hermawan saat dia sempat diturunkan juga jadi gelandang pada laga ujicoba berkomentar penuh semangat. “Saya siap dipasang dimana saja. Saya akan menjaga kepercayaan pelatih,” ujar pemain asal Bojonggede tersebut.
(Jurnalbogor)

Curi Satu Poin

Penampilan perdana Persikabo di pentas Divisi Utama PSSI musim ini dinilai belum cukup memuaskan. Namun, target mencuri poin di kandang tuan rumah PS Bengkulu sudah tercapai, meski hanya satu. Ya, bertandang ke Stadion Sewarak Bengkulu, kemarin, Laskar Padjajaran berhasil menahan imbang 0-0 tuan rumah PS Bengkulu. Namun, permainan belum berkembang. “Anak-anak belum bisa berkembang dan bermain lepas, masih agak kaku,” ujar sang arsitek, Suimin Dihardja ketika dihubungi via telepon oleh Radar Bogor, kemarin.

Ia mengaku, hasil latihan yang sering dilakukan belum seluruhnya dapat diterapkan, sehingga permainan Jibby Wuwungan dkk kurang lepas. Alhasil, timnya sulit mencetak gol. Kurang maksimalnya permainan, membuat laga menjurus kasar. Babak kedua, Persikabo terpaksa bermain dengan sepuluh orang, setelah second striker Pepito diganjar kartu merah oleh wasit karena melakukan pelanggaran keras.

Suimin mengaku sedikit kecewa timnya gagal mencuri gol. Padahal sejak menit pertama hingga pertandingan berakhir, timnya selalu melancarkan serangan tanpa henti, namun selalu gagal di penyelesaian akhir.
“Tak hanya kondisi pemain, lapangan juga mempengaruhi.Jelek dan bergelombang, tak layak digunakan,” imbuhnya.
Ia menambahkan, hasil pertandingan kali ini akan menjadi bahan evaluasi jelang laga menghadapi Persitara Jakarta Utara di Stadion Persikabo, 14 Januari nanti.
“Pulang dari sini kita akan evaluasi dan melakukan latihan kembali, di kandang sendiri kita harus menang dan meraih poin lebih besar,” tandasnya.
(radarbogor)

Jumat, 06 Januari 2012

Persikabo Tahan PS Bengkulu dengan 10 Orang

Laga perdana dua tim, PS Bengkulu melawan Persikabo hanya berakhir dengan skor 0-0. Kedua tim sebenarnya bermain menarik didukung dengan penonton yang datang ke Stadion Semarak yang cukup antusias mendukung tuan rumah. Sayangnya dalam pertandingan ini Persikabo kehilangan seorang pemainnya, Brima Pepito, ujung tombak andalan. Brima terkena kartu merah karena melakukan pelanggaran terhadap pemain tuan rumah.

“Dia mungkin emosi karena sebelumnya mendapat provokasi dari pemain lawan,” ujar Asisten Pelatih Persikabo John Arwandi. Ia menyadari kalau strikernya terbawa emosi karena tak sabar dikerjai pemain PS Bengkulu.
Secara keseluruhan, Persikabo lebih unggul dalam penguasaan bola dengan prosentase sekitar 55:45. Namun kondisi lapangan yang buruk membuat alur permainan tidak enak ditonton. “Lapangannya bergelombang dan minim rumput. Jelek sekali lapangannya,” ucap John Arwandi. “Hal ini yang membuat permainan kedua tim tidak bagus karena alur bola jadi terganggu” Menurut pelatih asal Padang ini, kondisi lapangan seperti ini bisa menguras stamina pemain karena harus membawa dan berlari mengejar bola.

Apalagi, sehari sebelumnya di sekitar stadion habis hujan sehingga tadi sore masih terlihat becek-becek. Namun target Persikabo untuk mencuri poin berhasil. Pasalnya, Pelatih Persikabo Suimin Dihardja sebelumnya menargetkan mencuri poin di kandang lawan.

Selasa, 03 Januari 2012

Boyong 18 Pemain, Perebutan ‘Kursi Panas’ Laskar Padjajaran

Sebelum keberangkatan Per­sikabo ke markas Bengkulu FC, Rabu (4/1) mendatang, Headcoach Per­sikabo, Suimin Diharja terlebih da­hulu akan melakukan seleksi untuk me­nentukan pemain yang akan di_boyongnya dalam menghadapi laga per­dana Persikabo, Jumat (6/1). Dari 30 pemain yang ada, nantinya Suimin ha­nya akan membawa 18 pemain ke Beng­kulu, sedangkan sisanya akan di­tinggal dan tetap menjalani latihan se­perti biasa. ”Dua hari ini akan menjadi hari pe­nentuan bagi para pemain, hari ini (ke­marin-red) kita akan menyeleksi 20 pemain dulu, baru besok pagi (hari ini-red) kita kembali menyeleksi 18 pe­main dan melakukan simulasi tak­tik dan strategi untuk menghadapi Beng­kulu FC , dan hasil seleksi besok ada­lah hasil fiks, yang akan kita ba­wa untuk menghadapi Bengkulu FC nanti,” ujar Suimin Diharja saat di­kunjungi Pakar di Mess Persikabo, ke­marin.

Mengenai materi pemain yang akan diturunkan untuk menghadapi klub berjuluk Laskar Panglima Tobo Kito nanti, pelatih yang kerap dijuluki pe­latih kampung ini tentunya tak ingin mengambil resiko terlalu tinggi de­ngan menurunkan sebagian besar pe­main muda yang notabenenya ma­sih minim pengalaman dalam me­lakoni laga di kompetisi yang se­benarnya. Untuk itu kemungkinan be­sar, pelatih asal Medan ini bakal me­nurunkan pemain yang sudah cu­kup matang baik secara teknik per­mainan maupun pengalaman.

“Laga perdana ini adalah laga pe­nentuan, Abang tak ingin terlalu me­ngambil resiko untuk terlalu banyak me­nurunkan pemain muda, karena se­cara mental mungkin mereka masih be­lum siap 100 persen, makanya Abang akan menurunkan pemain-pemain matang yang sudah sering me­rasakan atmosfer kompetisi, ya mung­kin porsi pemain muda 1-3 pe­main saja,” bebernya.
Sementara itu, mengenai kriteria pemain yang akan diboyongnya nan­ti, tentunya Ia akan melihat per­forma pemain yang mampu me­ne­rapkan taktik dan strateginya de­ngan baik, serta kondisi fisik ma­sing-masing pemain.
(pakuanraya)