Rabu, 07 Desember 2011

Bangun Kekuatan, Kunjungi Graha Pena

Jajaran manajemen, pelatih serta 29 punggawa Laskar Pajajaran berkunjung ke Graha Pena Radar Bogor, kemarin. Tujuan untuk menggalang kekuatan yang dapat membesarkan Persikabo. Sebab, kebangkitan dan kehancuran Persikabo tak luput dari peranan media. Demikian dikatakan oleh Headcoach Suimin Diharja. Menurut dia, peranan media sangat besar dalam kelangsungan Persikabo, sebab seluruh simpatisan dan Kabomania bisa mengetahui perkembangan klub dari pemberitaan yang dilangsir oleh media. “Kami ingin menggandeng Radar Bogor sebagai mitra penting dalam menjaga eksistensi Persikabo agar lebh maju lagi,” ujarnya.

Suimin mengatakan, saat ini Laskar Pajajaran memiliki 29 punggawa yang terdiri dari tiga penjaga gawang, sepuluh bek, delapan gelandang serta sepuluh pemain depan, yang akan didaftarkan untuk musim kompetisi Divisi Utama 2011-2012.

Dengan kuota sebelas putra daerah, 15 lokal nasional serta tiga legiun asing, namun satu orang diantaranya, yakni, Bruno Pepito Sanusie belum pasti memperkuat Persikabo. Karena harus melewati beberapa kriteria yang ditetapkan.

“Ya, itu komposisi pemain kami, dan perlu dicatat masing-masing terdapat dua pemain di tiap lini yang berusia di bawah 20 tahun. Hal ini adalah upaya regenerasi tidak terhambat. Sehingga diharapkan putra daerah dapat menjadi raja di daerahnya,” papar mantan arsitek Sriwijaya FC ini.

Lebih lanjut, sambungnya, dengan menjalin kemitraan dengan Radar Bogor, diharapkan dapat menyatukan visi dan menjalankan program secara baik untuk membangun sebuah tim yang kokoh. Selain itu, Persikabo juga lebih memilih bergabung di dalam IPL yang dikomandoi PSSI sebagai otoritas tertinggi sepakbola Indonesia.

“Kami bergabung dengan PSSI di Grup Barat I, soalnya mereka yang memiliki kewenangan. Nah kita akan mulai bertanding pada 11 Desember melawan Gresik United di Stadion Persikabo Cibinong,” tegas Suimin lagi.

Suimin menambahkan, bergabungnya Persikabo di Grup I Barat artinya Laskar Pajajaran harus bersiap melawan sepakbola keras ala Sumatera. Karena itu, ia telah menggabungkan beberapa kultur dari setiap pemain dan jajaran pelatih agar mampu keluar menjadi jawara sesungguhnya. “Makanya Abang meminta agar manajemen membentuk tim analisis untuk menganalisa kekuatan lawan dan kekuatan kita.

Sebab ada peribahasa mengatakan, kenali diri kenali musuh untuk dapat memenangkan pertandingan,” jelasnya. Sementara itu, Direktur Operasional Persikabo, Rhendie Arindra berharap agar seluruh elemen di Bogor dapat bersinergi untuk membangun serta membesarkan Persikabo. Karena, skuad hijau merah kini telah berbeda dari sebelumnya. “Kita butuh dukungan, karena kami sudah mandirii sekarang. Kami memnita doa restu dari seluruh masyarakat agar bisa lebih berprestasi,” pungkasnya.
(RADARBOGOR)