Selasa, 24 Mei 2011

Kontak Kami

Blog Persikabo Bogor pasti tidak sempurna. Untuk itu, untuk para pengunjung Blog Persikabo Bogor, di harapkan untuk mengirimkan kritik dan saran untuk Persikabo1973.blogspot.com
Kritik & Saran : persikabobogor@live.com

Hindari Mental Tarkam

Pakuan Raya - Bersinarnya prestasi Tim MU U-15 membuat dunia sepakbola Kabupaten Bogor menjadi bergairah kembali. Kekecewaan masyarakat atas gagalnya Persikabo seketika terobati dengan adanya tunas muda yang menjanjikan itu. Ketua Umum Persikabo, Rachmat Yasin bahkan menjanjikan jenjang pembinaan yang lebih intensif agar potensi daerah itu tidak hilang nantinya saat usia emas di sepakbola senior.
"Kalian sudah menjadi pesepakbola nasional, jadi kalian juga harus bersikap profesional. Harus rajin latihan dan konsentrasi pada tujuan utama saat merumput. Kurangi bermain, demi masa depan yang lebih cerah. Karena kalian sudah menjadi pesepakbola nasional, jadi kalian juga harus berlatih dengan sarana yang sudah memenuhi standar nasional pula, baik dari segi lapangan hingga perlengkapan," ujar Bupati Bogor itu di hadapan skuad MU.
Ia juga menyindir tingkah laku pemain lokal Persikabo yang bersikap tidak professional dalam skuad musim ini. Mental tarkam yang dimiliki oleh pemain lokal Persikabo diharapkan tidak menurun pada bibit-bibit pesepakbola yang ada saat ini, sehingga Persikabo murni pemain lokal akan tercipta dalam beberapa tahun ke depan.
"Mental kalian harus professional, saat bermain jangan seperti pemain lokal Persikabo yang mau bermain di liga tarkam hanya demi beberapa nominal uang. Kalau ada yang meminta kalian main di luaran antar kampong, jangan mau. Bukan karena sombong, tapi kaki kalian adalah aset, kalau cedera karena lapangan keras, butuh waktu lama untuk penyembuhannya," sentil RY.

Hindari Sanksi FIFA, KN Harus Lakukan Lobby

Pakuan Raya - Kisruh kongres Jum'at (20\5) berbuntut panjang. FIFA sebagai otoritas tertinggi bakal mengeluarkan tiga opsi sanksi. Pertama, dimundurkan peringkat dari 136 menjadi 220 atau posisi terakhir, kemudian terdaftar sebagai anggota baru. Kedua, tidak diperbolehkan bertanding di tingkat internasional.
Sedangkan yang ketiga dicoret dari keanggotaan FIFA, dan itu berarti Indonesia tidak bisa menggelar kompetisi domestik dan tak diperbolehkan tampil di berbagai ajang internasional.
Hal tersebut membuat salah satu pengurus teras Persikabo, Edison Hutahean angkat bicara. Menurutnya, pihak yang paling bertanggung jawab apabila sanksi itu dijatuhkan adalah orang orang yang lebih mengedepankan kepentingan kelompok, ketimbang mementingkan dan melihat nasib sepakbola Indonesia kedepan.
"Ya kalau sanksi itu dijatuhkan, maka kelompok yang punya kepentingan itu yang harus bertanggung jawab, mereka itu pengacau. Apa mereka itu tak mengerti apa Statuta FIFA," ujarnya kepada para wartawan kemarin.
Edison menambahkan, akar permasalahan dari kekisruhan sepakbola Indonesia adalah kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) sebagai liga tandingan PSSI yang dianggap melanggar FIFA. Selain itu, ditambah oleh kebobrokan Nurdin Halid cs.
"Kedua hal itu yang mengacaukan sepakbola Indonesia, sehingga menjadi sorotan dunia internasional. Coba kalau hal itu tak terjadi, takkan jadi begini," jelas pria yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Bogor itu.
Lebih lanjut Edison menegaskan, Komite Normalisasi yang dikomandoi Agum Gumelar harus melakukan lobi tingkat tinggi kepada FIFA agar sanksi tidak dijatuhkan. "Saya harap Pak Agum harus melakukan upaya-upaya khusus agar bisa melunakan sikap FIFA, terkait insiden itu," harapnya. Ia menambahkan, kalau pun kongres harus diulang, Komite Normalisasi harus minta surat lagi dari FIFA menyangkut pelarangan Arifin dan George. Lalu ditunjukan dihadapan anggota kongres. Selain membuat permohonan maaf langsung secara tertulis kepada otoritas tertinggi sepakbola dunia itu.
Sementara itu, Ketua Bidang Media dan Marketing Persikabo, Asep Syahmid Pangrango mengaku prihatin dengan nasib sepakbola Indonesia saat ini. Ia menyayangkan kenapa sampai Kongres PSSI kembali terjadi Deadlock. Apalagi, saat Deadlock itu dihadiri para observer dari FIFA, AFC dan AFF.
" Masa depan sepabola Indonesia benar benar suram, apalagi jika FIFA benar-benar menjatuhkan sanksi kepada Indonesia, maka tanah air yang kita cinta ini tak ubahnya seperti Afrika Selatan, Irak, Bosnia dan Brunei Darusalam yang sempat terkena sanksi FIFA. Kalau FIFA menjatuhkan sanksi kepada Indonesia, maka yang rugi tentunya seluruh rakyat Indonesia. Penderitaan akan sangat dirasakan keluarga para pemain , pelatih ataupun pihak pihak yang selama ini mengais rejeki dari pertandingan sepakbola. Apakah hal ini sudah dipikirkan oleh pihak pihak yang memang menjadi penyebab jatuhnya sanksi FIFA," tukas Syahmid dengan nada prihatin.

Persiapan Persikabo U-15 Tidak Terpengaruh Kisruh PSSI

Pakuan Raya - Ditengah-tengah karut-marutnya Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Skuad Persikabo U-15 yang mewakili Indonesia di Chonburi Thailand 5 sampai 9 Juni mendatang melakukan berbagai persiapan jelang berlaga di Manchester United Primer Cup (MUPC) 2011 tingkat Asia Tenggara.
Headcoach Yayan Mulyana mengatakan, dengan waktu pertandingan yang hanya 2x10 menit, tidak mungkin rasanya mengandalkan teknik permainan. Tetapi lebih kepada kecepatan bermain, karena itu Aziz Nurdin dkk membutuhkan stamina ekstra.
"Sangat tidak mungkin kalau mengandalkan teknik saja, tapi bukan berarti saya tidak memberi materi teknik. Tapi saya lebih menekankan kepada fisik, supaya mereka (pemain, red) bisa bermain cepat dan kolektifitas tim," ujarnya kepada para wartawan kemarin petang di Cibinong.
Yayan menambahkan, jika hanya mengandalkan teknik, Laskar Pajajaran muda takkan bisa mencuri gol terlebih dahulu dan itu bakal berakibat fatal bagi mental tim jika kebobolan lebih dulu. "Kan bisa bahaya kalau kita sampai kebobolan duluan, mental bisa ambruk. Kalau sudah begitu permainan sulit berkembang," tegas dia.
Lebih lanjut kata Yayan, kekuatan stamina dan fisik sangat dibutuhkan oleh tim. Mengingat lawan seperti, Thailand, Singapura, Vietnam dan Malaysia memiliki skill permainan yang apik. Kemudian ditunjang dengan postur tubuh yang mumpuni, sehingga tidak mungkin rasanya kalau skuad hanya mengandalkan skill semata. "Tidak mungkin kalau kita mengandalkan kemampuan individu saja, soalnya fisik mereka juga bagus. Jadi kita harus kuatkan stamina, dan keempat negara itu patut diwaspadai," ungkapnya.
Kendati Indonesia tengah menunggu putusan FIFA atas sanksi yang akan dijatuhkan terkait kericuhan kongres PSSI. Yayan mengatakan, apapun keputusan FIFA kelak takkan mempengaruhi tim yang diarsitekinya berlaga di Negeri Gajah Putih itu. Karena, Aziz Nurdin dkk mengikuti turnamen internal klub Manchester United. "Itu takkan mempengaruhi kami, sebab kami kan berlaga di kejuaraan internal, walau bersifat internasional," singkat Yayan.
Sementara itu, General Manajer Persikabo U-15 tahun, Yadi Mulyadi AR yang melakukan pertemuan dengan Lily Yuniarti, Sport Marketing Executive Nike, di Jakarta kemarin petang mengatakan, tim akan berangkat menuju Thailand senin 6 juni, sorenya langsung mencoba lapangan dengan sejenis rumput sintetis bukan rumput alam, malamnya screening dan drawing, main tanggal 7-8, kembali ke tanah air pada kamis 9 Juni Pukul 10.00 pagi waktu Bangkok.
'Saya sempat bertanya hal komndisi PSSI dia berharap tidak kena sanksi dan apapun keputusan FIFA, tim tetap berangkat ke Thailand dan jika menjuarai bulan agustus berangkat ke old Trafford inggris," ujar Yadi Mulyadi dengan tegas.

Jejaring Sosial

Jejaring sosial atau jaringan sosial adalah suatu struktur sosial yang dibentuk dari simpul-simpul (yang umumnya adalah individu atau organisasi) yang diikat dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik seperti nilai, visi, ide, teman, keturunan, dll. Di Blog Persikabo Bogor, Kami memiliki beberapa jaringan sosial yang kami temukan di Facebook. Diantaranya adalah sebagai berikut :
1. PERSIKABO BOGOR LOVERS
2. Persikabo Online
3. Kabomania Online
4. Kabomania Pusat


Silahkan Anda Join ke beberapa Jejaring Facebook di atas untuk mendapatkan informasi Persikabo Via Facebook.
BRAVO PERSIKABO !!!