Kamis, 25 Agustus 2011

48 Klub Bersaing di Level Dua

Kompas - Sebanyak 48 klub akan bersaing mengikuti kompetisi Liga Profesional Level Dua musim depan. Ke-48 klub ini akan dibagi menjadi empat wilayah yang masing-masing terdiri dari 12 tim.
Berdasarkan konfrensi pers di kantor PSSI, Kamis (25/8/2011) petang, Ketua Komite Kompetisi PSSI Sihar Sitorus menjelaskan, juara dari masing-masing grup level dua nantinya akan lolos ke Liga Profesional Level Satu pada musim berikutnya, tanpa ada play off.

Saat ini, PSSI baru memiliki daftar nominasi 36 klub untuk level dua. Dua klub tambahan lain akan datang dari level satu, yang tersingkir karena memiliki nilai kelayakan stadion terendah.
"Karena Level Dua masih butuh sepuluh klub tambahan, maka PSSI masih membuka kesempatan kepada sepuluh klub dari Divisi Satu di luar klasemen musim lalu untuk ikut kompetisi level dua. Dengan catatan, klub-klub tersebut dapat memenuhi syarat yang telah diwajibkan," papar Sihar.

Berikut daftar nominasi 36 klub level dua: PSAP Sigli, Persita Tangerang, Persih Tembilihan, Persitara, Persikabo, PSLS Lhokseumawe, PSSB Bireun, Persires Rengat, Persiran Raja Ampat, Gresik United, Perseman Manokwari, PSIM Yogyakarta, Persikab Bandung, Persemalra Tual, PPSM Magelang, Persidafon Dafonsoro, PSBI Blitar, Persigo Gorontalo, Persiku Kudus, Persipro Probolinggo, Perseru Serui, PSMP Mojokerto, PSBS Biak, Persbul Buol, Persepam Pamekasan, PSBL Langsa, Perssin Sinjai, Madiun Putra, Persewangi Banyuwangi, Persip Kota Pekalongan, PSBK Blitar, PSGL Gayo Lues, KSB Sumbawa Barat, Persitema Temanggung, Persid Jember, Persepar Palangkaraya.

34 Klub Lolos Verifikasi Versi PSSI

PSSI telah mengumumkan hasil verifikasi terhadap 70 klub yang mendaftar untuk mengikuti kompetisi profesional level 1. dari jumlah 70 klub, PSSI meloloskan 34 klub untuk berlaga di kompetisi yang rencananya bergulir 8 Oktober mndatang Dari 34 klub itu, akan kembali dikerucutkan jadi 32 klub yang nantinya akan terbagi dalam 2 kelompok yang diasarkan pada wilayah klub yang bersangkutan.

Diantara 34 klub itu, PSSI memberi tanda khusus bagi 3 klub yang diverifikasi PSSI. Tiga klub itu adalah Persija Jakarta, Arema, dan Persebaya. Hal itu dikarenakan masih ada masalah internal yang harus diselesaikan manajemen klub.
Jumlah 34 klub yang akan berlaga di kompetisi profesional level 1 pun akan kembali diseleksi oleh AFC yang menitik beratkan pada infrastruktur yang dimiliki klub itu.

"Jadi hanya 32 klub yang akan berlaga di kompetisi profesional level 1. Jumlah itu akan dibagi 2 berdasarkan wilayah. Jadi satu wilayah akan diisi 16 klub," Jelas anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI bidang kompetisi di kantor PPSI, Senayan, Jakarta, Kamis (25/8).
Lebih lanjut, Sihar pun memaparkan pengelolaan kompetisi itu akan menggandeng PT Liga Prima Indonesia dalam hal penyelenggarannya.

34 Klub itu adalah:
1. Persipura
2. Arema
3. Persija
4. Semen Padang
5. Sriwijaya FC
6. Persisam
7. Persib Bandung
8. Persiwa
9. Persela
10. Persiba Balikpapan
11. PSPS Pekanbaru
12. Pelita Jaya
13. Deltras
14. Persijap Jepara
15. Bontang FC
16. Persema Malang
17. Persibo Bojonegoro
18. PSM Makassar
19. Mitra Kukar
20. Persiraja
21. PSMS Medan
22. Pro Duta FC
23. Persik Kediri
24. PSIS Semarang
25. PSCS Cilacap
26. Persikota Tanggerang
27. Persis Solo
28. Persiba Bantul
29. Persebaya Surabaya
30. PS Barito Putra
31. PSS SLeman
32. PSIR Rembang
33. PS Bengkulu
34. Persipasi


Timnas U-23 Pusatkan Latihan di Yogyakarta

Bola Indo - Tim Nasional (timnas) sepakbola U-23 kemungkinan akan menggelar pelatihan nasional (pelatnas) SEA GAMES 20 11 di Yogyakarta.
Stadion Maguwoharjo dan Mandala Krida dinilai cukup representatif untuk menggembleng tim Garuda Muda, menjelang bertanding di pesta olahraga negara-negara Asia Tenggara, September mendatang.

Media Officer Real Mataram Sri Susilo mengatakan, tim manajer timnas U-23 telah menghubungi CEO Real Mataram, terkait fasilitas sepakbola yang ada di Yogyakarta.
"Akhir minggu lalu asisten manajer timnas U-23 menghubungi Pak Erik (CEO Real Mataram, Red). Dia minta informasi fasilitas latihan di Yogya,".

Susilo menambahkan, rencananya, pelatihan timnas U-23 akan digelar selama sebulan penuh seusai Lebaran nanti. Oleh karenanya, tim manajer terus mencari lokasi yang tepat sebagai pusat pelatnas Yongki Aribowo dan kawan-kawan.
"Kita sudah tawarkan fasilitas Stadion Maguwoharjo, Mandala Krida, dan Lapangan Temanggal, serta Mes Cupuwatu untuk pemain timnas U-23," paparnya.

Untuk itu, Susilo mengatakan bahwa pihaknya telah mengirimkan foto-foto stadion dan fasilitasnya kepada tim manajer timnas. Saat ini mereka sedang mempelajari informasi yang diberikan.
"Kami sudah mengirim fotonya Selasa lalu. Untuk keputusannya, semua tergantung tim manajer timnas," terangnya.
Jika nanti timnas U-23 jadi menggelar pelatihan di Yogya, pihaknya dan manajemen timnas akan menindaklanjuti rencana tersebut. Selanjutnya, baru akan menghubungi pihak pengelola Stadion Maguwoharjo.

"Terus nanti membicarakan biaya sewa stadion Maguwoharjo dan Mandala Krida. Kalau untuk latihan malam dilakukan di Mandala," katanya.
Susilo berujar, dalam waktu dekat diharapkan sudah ada kabar dari tim manajer timnas U-23 mengenai penggunaan Yogya sebagai lokasi pelatnas. Rencananya, Kamis (24/8) hari ini sudah akan ada keputusan dari tim manajer timnas U-23.

Verifikasi Dipaksakan

Bola Indo - PSSI akan mengumumkan peserta kompetisi level 1 dan level 2, hari ini. Keputusan itu tetap diambil, meski masih banyak klub-klub peserta kompetisi belum menyerahkan semua persyaratan mengikuti kompetisi musim 2011/2012.
Di Kompetisi Indonesia Super League (ISL), misalnya. Dari 18 klub, termasuk PSM Makassar, Persema Malang, dan Persibo Bojonegoro, terdapat empat klub masih terjaring problem internal. Mereka adalah Arema FC Malang dan Persija Jakarta tersandung dualisme kepemimpinan.
Sementara Persipura Jayapura dan Semen Padang (SP) tengah menunggu pengesahan Perseroan Terbatas (PT) dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Permasalahan itu belum termasuk polemik klub di Divisi Utama. Yang jelas, PSSI tak akan menolerir permasalahan itu dan bersikeras mengumumkannya hari ini, meski total 68 klub telah menyerahkan dokumen kepada PSSI.

Keputusan itu membuat Persipura terancam terlempar dari level 1. Sebab, jawara ISL musim 2010/2011 ini belum memiliki badan hukum PT. Permasalahan badan hukum Persipura sebenarnya sudah satu tahun lamanya dan masih dalam proses Kemenhukam.
Situasi ini bukan saja akan menjelekkan reputasi Mutiara Hitam sebagai juara ISL musim lalu, tapi Boaz Solossa dkk juga terancam tidak bisa berkompetisi di level tertinggi AFC. “Bisa saja mereka terlempar dari level satu. Tapi, kami tidak rela kalau Persipura sampai terlempar. Persipura adalah salah satu tim terkuat,” terang Anggota Eksekutif Komite (Exco) PSSI Sihar Sitorus.

Manajemen Persipura menepis Mutiara Hitam akan terlempar dari status level 1. Mereka mengklaim Persipura sudah berbadan hukum. “Prosesnya sudah selesai. Waktu kami datang ke Jakarta untuk menyerahkan dokumen, kami cek ke Menkumham sudah selesai PT-nya,” tutur Asisten Manager Persipura Anton Imbenai.
Selain Persipura, kondisi serupa dialami SP. Klub berjuluk Kabau Sirah ini belum memiliki PT dalam kelengkapannya berkompetisi. Sama seperti Persipura, SP pun terancam akan terlepar dari level tertinggi.
Meskipun masih banyak persoalan di klub, PSSI tetap bersikukuh mengumumkan hasil verifikasi hari ini. “Tetap besok (hari ini) pengumuman klub-klub di level 1 atau level 2. Sekarang kami harus teruskan semua keputusan yang telah dibuat,” ungkap Sihar di Kantor PSSI, Jakarta, kemarin.

PSSI memang harus tegas, termasuk mengenai pengumuman status klub-klub yang akan tampil di kompetisi sepak bola Tanah Air nanti. Keputusan itu membuat klub-klub lebih menyadari pentingnya persiapan, termasuk soal badan hukum PT yang disahkan Menkumham. Kesadaran sangat dibutuhkan pelaku sepak bola dalam negeri.
Sebab, kebanyakan klub-klub Indonesia, termasuk di Divisi Utama masih minim kesadaran itu. Buktinya, hanya 13 dari total 36 klub yang melengkapi persyaratan memadai. Sisanya, 6 klub tengah menunggu pengesahan PT dari Menkumham, dan 16 klub lainnya belum memiliki badan hukum PT.

“Kami tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Sekarang hanya berharap ada keajaiban buat mereka melengkapi semua dokumen,” ujar Sihar. Selain terkait badan hukum, masalah deposito klub juga menjadi kesiapan paling mengkhawatirkan. Karena, sampai sejauh ini, baru dua klub saja yang baru menyerahkan deposito.
Mereka adalah Madiun Putra dan Pro Duta FC. Jika Madiun Putra telah menyerahkan deposit Rp2 miliar dalam bentuk bank garansi. Pro Duta FC telah menyetor deposit Rp5 miliar rupiah dalam bentuk uang tunai. Sihar menyatakan, deposit adalah salah satu ketetapan vital yang akan dinilai AFC.
Jika ketentuan tersebut tidak bisa dilengkapi klub-klub yang akan ikut berkompetisi, bisa saja Indonesia tidak akan bisa mengikuti kompetisi AFC. Karena itu, PSSI akan semaksimal mungkin melobi AFC terkait hukuman yang akan diberikan. Berbagai cara akan dilakukan PSSI untuk melobi dan meminta kemudahan dari AFC.

“Jika tidak ada tambahan deposito, kami akan berpikir kreatif dan menjalani beberapa konsekuensi. Kemungkinan salah satu konsekuensi yang akan diterima adalah tidak bisa ikut dalam kompetisi AFC,” tandas Sihar.

Anjas Asmara: Timnas Harus Bermain dengan Gembira

Bola Indo - Pemain tim nasional harus bermain dengan gembira ketika melakoni pertandingan resmi internasional seperti di ajang Pra Piala Dunia yang akan dihadapi tim senior.
"Mereka harus bermain dengan rileks dan gembira, bukan dengan ketegangan. Kegembiraan itu menjadi ciri sebuah tim yang benar-benar menikmati pertandingan dalam mengejar kemenangan," ujar mantan pemain Persija Anjas Asmara di Jakarta, Rabu.

Anjas mengkritisi para pemain Timnas Senior saat berlaga melawan Turkmenistan maupun ujicoba melawan Palestina baru-baru ini masih seperti "gelagapan" ketika menghadapi serangan lawan.
Menciptakan suasana gembira tersebut, lanjutnya, harus ada yang mengomandoinya di tengah lapangan.
"Apalagi ketika tim sudah mencapai keunggulan 4-1 seperti ketika berhadapan Turkmenistan, seharusnya ada yang mengomandoi agar mereka selanjutnya bermain gembira dengan lebih mengutamakan `ball possision` dan mereka seharusnya bisa menikmati permainan untuk menjaga keunggulan," ujarnya.

Pada bagian lain Anjas mengkritisi pola permainan yang diterapkan pelatih Wim Rijsbergen, bahwa postur pemain Indonesia kurang tepat jika mengandalkan umpan-umpan panjang.
Menurut dia, umpan-umpan panjang tersebut justru bisa menjadi bumerang bagi Timnas sendiri ketika lawan bisa memotong umpan kemudian melakukan serangan balik.
"Postur pemain Indonesia sebenarnya mirip dengan postur pemain Spanyol yang rata-rata tidak terlalu tinggi. Kita lihat para pemain klub Barcelona, mereka lebih banyak memainkan umpan cepat dari kaki ke kaki, itu karena mereka menyadari kondisi postur mereka," paparnya.

Anjas Asmara yang juga mantan pemain nasional menambahkan, karakter tim-tim di Timur Tengah seperti Iran, Qatar dan Bahrain yang akan menjadi lawan Indonesia pada putaran III Pra Piala Dunia pun lebih banyak menerapkan permainan cepat dari kaki ke kaki.
"Menghadapi lawan-lawan dari Timur Tengah harus dengan cara yang sama dengan peranan gelandang yang jauh lebih besar dalam menyuplai bola. Kalau tidak, tim kita akan kesulitan," ujarnya.