Tampilkan postingan dengan label Just Info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Just Info. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Maret 2012

PERY IV siap Digelar, Peserta dibatasi U-21

Kompetisi sepakbola ber­geng­si tingkat Kabupaten Bogor Piala Emas Rachmat Yasin (PERY) untuk ke­em­pat kalinya siap digelar awal April men­datang. Berbeda dengan tahun se­belumnya yang usia pesertanya di­ba­tasi maksimal 23 tahun, PERY kali ini mem­batasi usia peserta maksimal 21 ta­hun atau pemain maksimal kelahiran Ja­nuari 1993. Ketua Panitia Pelaksana PERY IV, Edison Hutahean perubahan pem­batasan usia tersebut dimaksudkan agar hasil dari PERY IV ini sekaligus bisa di­proyeksikan untuk mengikuti ajang Pe­kan Olahraga Daerah (Porda) 2014 men­datang.

“Kami sengaja membatasi usia pe­ser­ta maksimal 21 tahun, karena kami in­gin hasil dari PERY kali ini bukan ha­nya diproyeksikan untuk mengisi skuad Per­sikabo saja melainkan bisa juga di­per­siapkan untuk menghadapi Porda 2014 mendatang,” ucap Edison usai rapat perdana dengan para panpel PERY di GOR Karadenan, Cibinong, Senin (26/3), kemarin.

Dewan Pembina Persikabo ini me­lan­jutkan, selama ini tim sepakbola Ka­bu­paten Bogor belum pernah sekalipun me­nunjukkan prestasinya di ajang Porda . Un­tuk itu, Bupati Bogor, Rachmat Yasin (RY) menegaskan agar event PERY kali ini dijadikan momentum untuk memantau pemain-pemain Bogor yang berada di 40 Kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor.

“RY ingin Porda 2014 nanti, sepakbola bisa ikut andil di dalamnya dan tentunya berprestasi, untuk itu ajang PERY kali ini benar-benar kita manfaatkan untuk mempersiapkan Porda, kita pun akan mempersiapkan talent scouting di setiap zona untuk memantau kualitas pemain PERY itu sendiri,” bebernya.
Mengenai format kompetisi sendiri, pria yang menjabat sebagai Anggota Dewan ini mengatakan nan­­­tinya 40 Kecamatan ini akan dibagi men­­jadi delapan zona berdasarkan le­tak geografis kecamatan. Setiap zona akan di­isi lima Kecamatan, dan akan diambil jua­ra grup dan runner up untuk melaju ke babak berikutnya. “Format kompetisi sama seperti tahun ke­­­marin, peserta dibagi menjadi delapan zo­­na berdasarkan letak geografis, nan­ti­­nya di setiap zona masing-masing tim akan menjalani empat pertandingan, dan akan diambil dua peringkat teratas un­tuk melaju ke babak berikutnya,” tandas nya.
(pakuanraya)

Selasa, 20 Maret 2012

Proyek Stadion Pakan Sari Tak Jelas, RY Janjikan Tahun Ini

Stadion Utama Cibinong (SUC) di Kampung Cikempong, Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong yang menurut rencana pembangunannya dimulai 2010 lalu, hingga kini tidak jelas kabar beritanya. Pantauan Pakar, lahan yang lokasinya berada di samping Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Tegar Beriman tersebut, kondisinya tak terawat dan ditumbuhi ilalang liar.

Situasi ini, tentunya membuat masyarakat Kabupaten Bogor, khususnya Kabomania bertanya-tanya, kapan mereka bisa segera memiliki Stadion berstandar internasional seperti yang sudah dijanjikan Bupati Racmat Yasin.
Tahun 2010 lalu, Asisten Pemerintahan Kabupaten Bogor, Dadang Irfan yang dulu menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga menyebut bahwa stadion seluas 60 Hektar dengan kapasitas 60 Ribu penonton ini pembangunannya harus bisa dilakukan di awal tahun 2011 sehingga diharapkan selesai tahun 2014 mendatang.

Pada waktu itu, Ia mengatakan jika pembebasan lahan tinggal dua hektar lagi. Namun, pada kenyataanya hingga Dispora berganti Kepala Dinas, kini dijabat Benny Delyuzar, alasan belum juga dibangunnya Stadion Pakan Sari itu adalah pembebasan lahan.
"Saat ini kita tidak diam saja kok, proses pembebasan lahan masih kita kerjakan sampai sekarang, mudah-mudahan tahun ini bisa pembangunan Stadion SUC bisa segera dikerjakan," ucap Benny Delyuzar, baru-baru ini.
Sementara itu, dimintai keterangan mengenai proyek SUC sendiri, Bupati Rachmat Yasin (RY) menegaskan molornya proyek pembangunan SUC itu disebabkan karena adanya perubahan-perubahan perencanaan pembangunan Stadion salah satunya penyusutan biaya Stadion yang dulu dianggarkan hingga mencapai 800 Miliar.

"Ada perubahan-perubahan perencanaan, termasuk anggaran. Dulu proyek pembangunan SUC dianggarkan senilai 800 Miliar dengan segala fasilitas olahraga lengkap sesuai standar internasional. Namun, mengingat kebutuhan kita tidak hanya olahraga, kita menyusutkan anggaran dana menjadi 300 Miliar. Rakyat bisa marah kalau bikin stadion sampai mengeluarkan dana 800 Miliar," ungkap Bupati.
RY menambahkan, rencananya jika semua perencanaan sudah rampung, tahun ini pekerjaan fisik SUC segera dimulai. Diperkirakan proses pengerjaanya akan memakan waktu 700 hari atau sekitar dua tahun.

"Proyek pengerjaanya akan dilakukan tahun ini, dan saya harapkan 2014 mendatang sudah bisa digunakan. Saya paham masyarakat Kabupaten Bogor sudah sangat merindukan keberadaan Stadion tersebut, dan jika sudah ada tentunya tidak hanya sekedar kebanggaan saja, namun juga bisa menjadi salah satu sumber mata pencaharian masyarakat sekitar," tandasnya.
(pakuanraya)

Minggu, 18 Maret 2012

Inilah 14 Hasil Kongres PSSI 2012

PSSI telah menggelar Kongres Tahunan yang digelar Palangkaraya, dan dalam Kongres tersebut juga melahirkan 14 pointer.

Namun, dalam beberapa pointer yang ternyata hanya merupakan usulan dan baru bisa disahkan pada kongres PSSI berikutnya, termasuk di antaranya usulan pergantian 4 anggota exco yang telah diberhentikan sesuai keputusan Komite Etik PSSI, dan usulan perubahan statuta.

Selain itu, ada juga usulan yang baru pernah terjadi dalam Kongres PSSI untuk menjadikan Arifin Panigoro dan George Toisutta sebagai Dewan Kehormatan PSSI.

Berikut 14 pointer hasil Kongres PSSI 2012:

1. Berdasarkan Roll Call yang dilakukan sekjen PSSI, Kongres PSSI tahun 2012 dihadiri oleh 94 peserta sah dari 97 pemilik suara yang diundang. Rincian, Pengprov 31 peserta, IPL 12 peserta, Divisi Utama 16 peserta, Divisi Satu 14 peserta, Divisi Dua 12 peserta dan Divisi Tiga 9 peserta.

2. Kongres juga dihadiri peninjau yang berasal dari klub-klub yang berlaga di kompetisi PSSI dan Pengcab yang ingin mendukung kegiatan PSSI. Jumlah peninjau dimaksud adalah 354 orang dari anggota PSSI.

3. Agenda dapat diterima dan disahkan, dengan revisi untuk urutan acara revisi pembahasan. Calon anggota baru diterima menjadi anggota 49 dan 24 lagi akan diklarifikasi.

4. Peserta peneliti hasil notulen adalah: Suraira Nahan dari Kalimantan Tengah dan Akmal dari Persiraja.

5. Peserta pemeriksaan pemungutan suara adalah, Wahyu Utama dari Pro Duta, Hengky Kowala dari Manado dan Supraswoto dari Surabaya Muda.

6. Usulan pengangkatan Dewan Kehormatan Arifin Panigoro dan George Toisutta akan diproses sesuai statuta, yaitu diusulkan melalui exco dan disahkan oleh Kongres.

7. Diusulkan pergantian 4 anggota Exco yang telah diberhentikan (Toni Aprlilani, La Nyalla Matalitti, Robertho Rouw, Erwin Dwi Budiawan) sesuai keputusaan Komite Etik PSSI, dan akan dibahas oleh Exco dan dikonsultasikan dengan FIFA.

8. Diterima usulan perubahan statuta diputuskan dengan membentuk tim perumus dan perubahan akan dilakukan dengan melakukan komunikasi dengan AFC dan FIFA. Hasil perubahan yang telah dikomunikasikan dengan FIFA/AFC akan disahkan pada Kongres berikutnya.

9. Kongres menyetujui penguatan skorsing kepada 32 klub yang telah diputuskan oleh Exco karena mengikuti break away league. Namun, kepada seluruh klub tersebut terbuka kesempatan untuk kembali dengan syarat menyampaikan pernyataan kembali bergabung secara tertulis dan terpublikasikan, berjanji untuk memenuhi statuta dan ketentuan yang berlaku. Satu klub tambahan yakni Jember United diusulkan untuk dihukum juga sehingga menjadi 33 klub yang terkena skorsing.

10. Dana bantuan penyelenggaraan kompetisi amatir diberikan PSSI agar kompetisi berjalan fair, lancar dan berkualitas.

11. PSSI diberikan kewenangan oleh Kongres untuk menyeleasikan dualisme kompetisi dengan berlandaskan lima skema/poin penawaran yang telah diajukan ke KONI pada tanggal 12 dan 14 Maret 2012.

12. LPIS adalah penyelenggara kompetisi satu-satunya yang sah yang dibentuk PSSI dan telah mendapat persetujuan AFC/FIFA.

13. Laporan keuangan PSSI periode 11 Juli 2011-30 Desember 2011 yang disampaikan bendahara PSSI diterima Kongres dengan suara bulat karena tidak ditemukan kejanggalan dalam pengelolaan dan penggunaannya.

14. Seluruh program dapat diterima dan disahkan dengan penajaman kegiatan tertentu.
(OKEZONE)

Senin, 12 Maret 2012

KPSI sudah, Selanjutnya PSSI

KONI bekerja keras agar rekonsiliasi konflik yang terjadi di tubuh PSSI bisa segera selesai. Usaha tim kecil bentukan KONI untuk menemukan solusi dari kubu yang berkonflik pun dilakukan meski belum bisa mengumpulkan semua pihak dalam satu meja. Ketua Umum KONI, Tono Suratman mengaku sudah melakukan pertemuan dengan kubu yang oposan terhadap PSSI, Indonesia Super League (ISL) dan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI), Kamis lalu (8/3).

“Senin (12/3) kami akan melanjutkan pertemuan dengan pihak PSSI,” ucapnya. Tono berharap tim kecil yang dipimpin oleh Sudirman itu bisa segera menemukan jalan tengah konflik” yang terjadi. Alasannya, sejauh ini kedua kubu juga memiliki keinginan yang sama agar tidak ada lagi masalah di persepakbolaan Indonesia.

Saat disinggung tentang mepetnya jadwal kerja tim kecil dengan waktu pelaksanaan Kongres Tahunan PSSI maupun Kongres Luar Biasa (KLB) KPSI pada 18 Maret mendatang, Tono tak Khawatir. Dia optimistis sudah ada solusi sebelum 18 Maret.

“Kami berharap pak Djohar (Arifin, Ketua Umum PSSI) bisa datang, sehingga bisa ada keputusan dengan cepat,” terang purnawirawan TNI berpangkat Mayjen tersebut.

Sementara itu, pihak PSSI dari awal langsung memastikan jika wakil yang hadir dalam pertemuan dengan tim kecil dipasstikan bukan ketua umum. Mereka yang akan datang adalah Finantha Rudy (bidang legal PSSI), Saleh Mukadar (Deputi Sekjen PSSI), Widjajanto (IPL), dan Hadiandra (IPL).

“Mungkin masih ada tambahan lagi. Tapi, yang pasti bukan pak Djohar (Arifin)yang datang,” ucap Saleh. Di sisi lain, PSSI juga memberikan penilaian tim kecil bentukan KONI tidak netral. Menurut Saleh, tim tersebut lebih condong terhadap KPSI karena kerap memojokkan PSSI. Salah satunya adalah pernyataan tim kecil yang menganggap PSSI sudah tidak didukung 2/3 suara dan dianggap lebih mendukung KPSI.

“Tim kecil tidak netral, mestinya KONI menunjuk orang yang netral. Terutama untuk masalah 2/3 anggota yang ke KPSI, mestinya mereka minta keterangan ke PSSI dulu, jangan langsung menilai,” tegas lelaki asal Surabaya tersebut.

Kendati demikian, bukan berarti pihak PSSI bakal berhenti dan menolak untuk datang dalam undangan tim kecil karena ingin permasalahan lekas selesai. “Kami akan tutup mata, kami ikuti alurnya tim kecil ini yang terpenting bisa segera selesai sebelum kongres,” tuturnya.

Sayang, saat dikonfirmasi tentang tudingan saleh bahwa tim kecil tidak Netral, TOno enggan memberikan komentar. Dia hanya menyebut jika tim sudah bekerja agar target bisa rekonsiliasi sebelum kongres tercapai. “Untuk itu (Tim kecil KONI tak netral) saya “no comment. Yang penting tim sudah bekerja, kita tunggu saja,” tandasnya.
(radarbogor)

Jumat, 09 Maret 2012

Selangkah Juara

Selangkah lagi timnas sepakbola Indonesia U-21 bakal merengkuh gelar Hassanal Bolkiah Trophy 2012. Malam ini (9/3) Andik Vermansyah dkk harus berhadapan dengan tim tuan rumah untuk merebut gelar tersebut di Stadion Sultan Hassanal Bolkiah Bandar Seri Begawan (siaran langsung RCTI pukul 19:45 WIB). Pelatih timnas U-21 Widodo C Putro mengatakan, timnya sangat siap untuk tampil di laga final dan membawa pulang trofi juara. Targetnya adalah mengulang prestasi 2002 silam. Saat itu skuad Garuda mengalahkan Thailand 2-0 di babak puncak.Di dua edisi sesudahnya (2005 dan 2007) giliran Thailand yang menjadi juara. Tapi di edisi kali ini (2012) negeri Gajah Putih itu tidak mengirimkan timnasnya.

“Kami siap tampil melawan Brunei dan optimistis bisa juara. Kami butuh doa dan dukungan seluruh rakyat Indonesia,” kata Widodo. Mantan pelatih Petrokimia Putra Gresik dan Persela Lamongan ini mengungkapkan jika tim besutannya percaya diri menghadapi tuan rumah. “Tapi saya ingatkan kepada anak-anak untuk tidak overconfindence (terlalu percaya diri, red). Mereka harus tetap fokus dan menjalankan instruksi pelatih. Jangan gampang terpancing. Karena itu akan merusak permainan,” sambungnya.

Kapten tim Andik Vermansyaha mengaku tidak sabar ingin tampil di final dan menutupnya dengan kemenangan. “Kami ingin memberikan hasil terbaik buat bangsa dan negara,” cetus Andik.

Mengenai lawan yang akan dihadapi, pemain Persebaya 1927 itu mengatakan, dia dan rekanrekannya harus mewaspadai serangan balik Brunei. “Saya lihat serangan balik mereka begitu cepat. Ini yang harus diantisipasi,” sambungnya.

Andik menegaskan, meski harus bermain di kandang lawan, dirinya dan tim menyatakan tidak gentar sedikitpun. Sebab masyarakat Indonesia juga banyak yang tinggal di Brunei dan selalu memberikan dukungan langsung ke stadion. “Kalau dukungan penonton kita tidak kalah. Setiap pertandingan kita selalu didukung rakyat Indonesia yang ada di Brunei,” bebernya.

Optimisme itu didukung kondisi tim yang bisa disebut sedang prima. Dokter tim Saad Budiono mengungkapkan tidak ada pemain yang cedera. “Semua pemain inti bisa main. Mental dan stamina mereka juga oke. Hari ini (kemarin, red) para pemain hanya rileks dan sore nanti (kemarin sore, red) latihan ringan seperti biasa,” paparnya.
(radarbogor)

Selasa, 06 Maret 2012

Ketua Komdis PSSI: Bubarkan Dua Liga Sepakbola Indonesia!

Permasalahan sepakbola nasional seperti tak kunjung henti, hal itu juga dirasakan oleh Ketua Komisi Disiplin PSSI, Bernhard Limbong. Ia mengaku dipusingkan dengan persoalan tersebut. Bahkan, tidak tanggung-tanggung Bernhard mencetus ide agar penyelenggaraan dua liga Indonesia dibubarkan dan diganti yang baru.

"Penyelesaiannya harus komprehensif. Mari kita bersatu, bila perlu bubarin ISL(Indonesian Super League) dan bubarin IPL(Indonesian Premier League), bikin yang baru," ujarnya di kantor PSSI, Jakarta, Selasa (6/3/2012).

Adanya dua kompetisi tersebut kata Bernhard menjadi pemicu utama masalah ini sepakbola dalam negeri.

Bernhard pun mengharapkan adanya proses rekonsiliasi dan penyelesaian yang komprehensif. Salah satunya, dengan adanya Kongres Tahunan PSSI pada 18 Maret 2012 mendatang di Palangkayara. Langkah awal untuk memulainya melalui rencana PSSI yang akan mengundang klub-klub peserta ISL(Indonesian Super League) sebelum Kongres Tahunan digelar. Akan tetapi, sampai saat ini belum diketahui kapan pertemuan tersebut dilakukan.
(tribunnews)

Tanggapi Atensi Presiden, PSSI Undang Klub ISL

PSSI berencana akan memanggil klub-klub yang berlaga di Indonesia Super League (ISL) guna mencari solusi terbaik permasalahan sepak bola nasional. Hal itu dilakukan menyusul pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mengaku prihatin dengan kondisi persepakbolaan tanah air yang terus didera konflik berkepanjangan.

Ketua Komisi Disiplin sekaligus penanggungjawab timnas, Bernhard Limbong mengatakan, PSSI akan segera mengundang klub-klub ISL untuk berembuk.

"Tentu saya senang Presiden ada perhatian besar terhadap PSSI, terutama gonjang-ganjing kekisruhan. Tentu saja atensi beliau kami follow up," kata Limbong di kantor PSSI, Selasa (6/3/2012). Menurutnya, PSSI perlu melakukan pertemuan dengan klub ISL terkait keikutsertaan mereka dalam Kongres Tahunan PSSI pada tanggal 18 Maret 2012 di Palangkaraya. "Kami ingin mencari tahu dan berembuk apakah mereka (klub ISL) ikut Kongres di Palangkaraya sebagai voters, abserver atau tidak dua-duanya," imbuhnya.

Rencananya, PSSI akan mengundang sebanyak 12 klub dari 18 klub yang berlaga ISL. Karena, empat klub diantaranya masih terlilit dualisme internal klub, sementara dua lainnya berstatus peserta Divisi Utama. Praktis, hanya 12 klub yang akan diundang PSSI. Sampai saat ini, Limbong mengaku masih belum memastikan kapan pertemuan tersebut akan digelar. "Undangan sudah kami siapkan. Yang jelas pertemuan segera dilaksanakan sebelum Kongres. Mungkin dalam minggu ini pertemuan tersebut sudah dilakukan," pungkasnya.
(tribunnews)

Berita Tidak Imbang, PSSI Laporkan TV One dan ANTV ke KPI

Dua media televisi nasional TV One dan ANTV diboikot PSSI. Alasannya, kedua media massa tersebut kerap memelintir pemberitaan yang justru menyudutkan PSSI. Rencananya, PSSI juga akan melaporkan dua media massa televisi tersebut ke Komisi Penyiaran Indonesia(KPI). "Kami akan ke KPI untuk melaporkan ini, kami lagi minta bahan-bahannya. Kami merasa percuma jika menyampaikan informasi ke dua media ini," ujar Deputi Sekjen Bidang Kompetisi PSSI, Saleh Mukadar di kantor PSSI, Senayan, Jakarta Selasa (6/3/2012). Menurut Saleh, sebenarnya PSSI diundang dalam acara Jakarta Lawyers Club(JLC) yang disiarkan TV One, namun mereka tidak mau hadir.

"Nanti malam kami diundang TV one dalam acara Jakarta Lawyers Club. Di sini disebutkan undangan atas nama Catur (Wakil Komdis PSSI), Saya, Finantha Rudi (Direktur Legal PSSI). Tapi tadi kami rapat dan memilih hadir di acara lain, kami hadiri media lain," kata Saleh. Ketidakhadiran PSSI di acara tersebut menyusul sikap ketidakpercayaan kepada dua media TV One dan ANTV. Saleh melihat, pemberitaan keduanya tidak berimbang dan selalu menyudutkan PSSI di era kepemimpinan Djohar Arifin Husin. "Saat Nirwan Bakrie menjadi pengurus PSSI nyaris tidak ada salahnya PSSI, padahal pasti zaman itu ada salahnya, apalagi masyarakat tidak suka dengan Nurdin Halid. Tapi, ketika Nirwan tidak ada di PSSI, kami selalu salah. Pasti di acara nanti yang digagas mereka, pembara acara tidak fair," ujarnya.

Alhasil PSSI pun lebih memilih untuk hadir dalam acara lainnya dengan topik yang sama. Dikabarkan, Saleh akan hadir dalam sebuah acara di Berita Satu bersama Anton Sanjoyo.
"Tepatnya diboikot. Saya sudah beritahu melalui SMS bahwa kami tidak hadir dalam acara itu (JLC)," bebernya seraya meragukan sikap netral dua media televisi tersebut terhadap kepengurusan PSSI hari ini. Sementara itu saat ditanyakan, apakah sebaiknya PSSI menghadiri acara JLC, Saleh mengaku sudah terlanjur sakit hati. "Kami berpikir tidak perlu lagi melakukan seperti itu, berkali-kali berita dari kami diplintir," sergahnya.
(tribunnews)

Jumat, 02 Maret 2012

Persikabo Juga Was-was

Pada 18 Maret nanti, publik sepakbola tanah air bakal dikejutkan dengan puncak dualisme. PSSI menggelar Kongres Tahunan, sedangkan Komite Penyelamat Sepak bola Indonesia (KPSI) juga tetap bersikukuh menggelar Kongres Luar Biasa (KLB). Kondisi yang membuat bingung. Pasalnya kedua agenda itu dinilai banyak pihak bukan untuk menyelesaikan masalah sepakbola tapi ‘perang kepentingan’.

Persikabo Bogor pun memprediksi dualisme itu bakal berimbas terhadap roda kompetisi liga. Apakah nantinya bakal membuat cerah dunia sepakbola, ataukah justeru sebaliknya membuat carut-marut baru dan justeru pelaku sepakbola yang dirugikan. “Ada tiga kemungkinan, apakah seperti sekarang ini kita bernafas dalam lumpur, mati suri ataukah cerah,” ucap pelatih Suimin Diharja disela-sela latihan Persikabo di Stadion Persikabo, Kamis (1/3).
“Kita berdo’a saja supaya 18 Maret berjalan sesuai harapan pelaku sepakbola. Jika berjalan baik maka selamat, tapi kalau tidak maka kiamat sudah dunia sepakbola Indonesia,” harap Suimin.

Persikabo pun sekarang ini sedang mau menuntaskan laga terakhir putaran pertama grup satu Divisi Utama Liga Indonesia 2011-2012 menghadapi PSP Padang pada 10 Maret mendatang. Evaluasi tetap dilakukan tim pelatih dan mencatat rapor pemain ke manajemen. “Tapi ya itu tadi, kita menunggu hasil 18 Maret untuk menyusun langkah di putaran kedua. Tapi untuk pemain Persikabo, Abang tegaskan tidak terpengaruh kondisi itu karena mereka pemain profesional. Tetap bertanding dan memberikan yang terbaik ke tim,” ungkapnya.

Meskipun saat ini diakuinya fisik pemain drop. Salah satu penyebabnya adalah mood pemain yang hilang sehingga gairah bertanding juga menurun. Namun hal itu tidak perlu terjadi karena pemain mesti menyadari, berlatih dan bertanding sebaik mungkin adalah untuk dirinya sendiri. “Waktu tes fisik kemarin yang bagus hanya Mu’min yang memiliki Vo2max sebanyak 52 yang lainnya di bawah. Ini masalah, bagaimana mau bermain agresif dan melakukan pressing jika kondisinya begini. Makanya persoalan ini sedang dibenahi sekarang,” tandas Suimin.
(jurnalbogor)

Jumat, 24 Februari 2012

Tim Suratin Persikabo ::: Mantan Timnas Kembali Bela Kabupaten Bogor

Skuad Persikabo Bogor U-18 dihuni mantan pemain timnas Indonesia U-16 dan U-14 yaitu Rendi Refsan Yami dan Mulyadi. Tak hanya keduanya, mantan pemain Nike Manchester United Premier Cup (MUPC) Indonesia U-15 yaitu Azis Nurdin juga masuk bersama Bryan, mantan pemain timnas pelajar U-14. Kepastian masuknya pemain yang pernah membela Merah Putih itu, setelah tim seleksi mengumumkan pemain Persikabo U-18 di Lapangan PHB, Kamis (23/2). Skuad muda Laskar Pajajaran ini bakal turun di Kompetisi Remaja PSSI Piala Suratin Tingkat Jabar 2012.

“Seleksi terakhir ini kami pastikan memilih 28 pemain dari 200 pemain yang ikut seleksi sebelumnya,” ujar pelatih Persikabo U-18, Anuar Saleh. “Jumlah ini masih mengerucutkan beberapa pemain. Kemungkinan hanya 22 pemain dan kepastiannya setelah screening,” tandasnya yang masih menunggu informasi dari PSSI Jabar mengenai kepastian kick-off yang sekarang ini dijadwalkan antara pertengahan Marat atau April.

Persikabo U-18 mematok target bisa lolos ke kompetisi tingkat nasional, setelah musim lalu langkahnya terjegal di babak semifinal. Anuar juga memastikan bisa bernafas lega karena memiliki pemain bertalenta yang gress seperti gelandang asal Siaga Pratama, Mulyadi. “Artinya kami tahu kualitas sebagian anak-anak ini karena sebelumnya di U-15 Piala Medco,” jelasnya.

Khusus untuk Rendi, pemain asal Bojonggede ini sebelumnya menimba ilmu di Sekayu Youth Soccer Academy (SYSA) Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Namun Rendi memastikan pulang lagi. “Baru dua minggu ini, Rendi sudah pindah sekolah dari SMAN 1 Sekayu ke SMAN 3 Cibinong. Ya, sepertinya akan betah disini,” jelas Yakub Habe, orangtua Rendi.
(jurnalbogor)

Tim Suratin Persikabo ::: Kabupaten Bogor Usul Jadi Tuan Rumah

Kabupaten Bogor bakal mengajukan tuan rumah Kompetisi Remaja PSSI Piala Suratin Tingkat Jabar 2012. Selama ini, Bandung masih mendominasi pelaksanaan babak kualifikasi bagi tim junior klub daerah itu. “Dalam waktu dekat ini, kami akan surati perihal kesediaan kita jadi tuan rumah,” ujar Sekretaris Umum Pengcab PSSI Kabupaten Bogor, Dicky Dompas, kemarin.

Diakuinya, jadi tuan rumah peluang melangkah ke babak nasional akan terbuka. Hanya saja Dicky mengaku bingung dengan PSSI, dimana kompetisi Piala Suratin Tingkat Nasional tahun ini diwakili oleh pemenang musim lalu. Dengan demikian, kesempatan tampil tim juara di daerah akan tertunda. “Jabar telah mengajukan ke PSSI bahwa pemenang dan runner up Suratin 2011 yang ke kompetisi nasional sekarang yang rencananya Maret nanti.

Itu kan jadi membingungkan karena tim juara tahun ini menunggu tahun depan untuk bisa tapil di kompetisi nasional,” ungkap mantan Ketua Umum Kabomania itu.
(jurnalbogor)

Tim Suratin Persikabo ::: Misi Mengubah Sejarah

Belum pernah mempersembahkan gelar juara di ajang Piala Suratin U-18 memang menjadi catatan khusus tersendiri bagi pengcab PSSI Kabupaten Bogor. Hal tersebut yang menjadi motivasi terbesar Headcoach Tim U-18 Suratin Persikabo, Anwar Saleh untuk bisa mengubah sejarah di tahun ini.
Mantan asisten Pelatih Persikabo yang didaulat langsung menggantikan Sairan untuk menahkodai tim U-18 Suratin tahun ini memang meretas mimpi untuk mengantarkan Laskar Pajajaran Junior menjadi jawara turnamen Suratin yang akan digelar pertengahan bulan Maret mendatang.

"Harus juara dong, kita sudah bertahun-tahun tak pernah menjadi juara, mudah-mudahan tahun ini kita bisa meraih mimpi itu," ujar Anwar Saleh saat ditemui Pakar usai memimpin jalannya seleksi tim Suratin Persikabo, Kamis (23/2).
Target pelatih yang berhasil membawa Tim Medco Juara Nasional di tahun 2004 ini memang bukan tanpa alasan. Apalagi jika melihat materi pemain yang bakal mengisi tim Suratin tahun ini. Nama-nama pemain muda yang pernah berkostum garuda seperti Rendi, Azis Nurdin, dan Redi Rusmawan sepertinya akan jadi motivasi besar bagi pemain lainnya untuk mewujudkan mimpi masyarakat Kabupaten Bogor tersebut.

Saat ini dalam catatan Anwar Saleh sendiri, sudah ada 28 nama pemain yang berhasil lolos seleksi tim U-18 Suratin. Mereka tetap akan masih menjalani seleksi berjalan hingga menjelang pertandingan dan dikerucutkan menjadi 22 pemain. Untuk itu, Anwar berharap para pemain yang berhasil lolos di tahap akhir ini tetap berkonsentrasi dalam menjalani seleksi berikutnya yakni tes fisik yang akan digelar Minggu (26/2) mendatang.

"Seleksi sudah kita lakukan sejak dua minggu yang lalu. Dari 200 pendaftar sudah terjaring sedikitnya 28 pemain. Nantinya, akan kita saring lagi menjadi 22 pemain untuk kita ikut sertakan dalam turnamen Piala Suratin tingkat Jawa Barat. Selain teknik dan skill mereka juga harus menjalani tes fisik, karena elemen tersebut akan jadi bagian penting dari tim sepakbola," pungkasnya.
(pakuanraya)

Kamis, 23 Februari 2012

PSSI Hanya Minta Timnas U-21 Tampil Baik

PSSI enggan membebani Timnas U-21 dengan target tinggi dalam ajang Piala Sultan Hassanal Bolkiah yang mulai digeber besok (24/2) sampai 9 Maret mendatang. Alasannya, PSSI tidak ingin membebani 18 pemain yang bakal tampil di Brunie Darussalam tersebut. “Tak perlu terlalu terbebani. Kami hanya meminta mereka untuk bisa tampil maksimal dan sebaik mungkin,” kata pelatih Widodo C Putro sesaat sebelum berangkat, kemarin (22/2).

Menurut pelatih asal Gresik tersebut, mental pemainnya memang belum seluruhnya teruji. Karena itu, dia hanya meminta kepada Andik Vermansyah dkk untuk melipat gandakan semangat dalam melakoni laga pertama melawan Laos, besok (24/2). Dengan bermain baik dan meraih hasil maksimal di laga perdana, Widodo yakin itu bisa membantu mendongkrak mental pemainnya. “Kami fokus dulu pada laga pertama. Ini penting karena menjadi pembuka untuk meningkatkan kepercayaan diri menghadapi laga berikutnya,” tuturnya. Sejauh ini, Widodo memang belum mengetahui secara keseluruhan kekuatan lawan. Namun, dia telah mempelajari ciri khas beberapa negara yang tampil di ajang ini dengan melihat rekaman pertandingan SEA Games XXVI/2011 lalu.

Dia meyakini modal mempelajari rekaman pertandingan akan memberikan pelajaran bagi para penggawa Garuda Muda. Sebab, beberap pemain dari negara lain yang tampil di ajang berhadiah total USD 15.500 ini juga terdapat pemain SEA Games. “Mereka sama dengan kami. Juga ada yang memakai pemain SEA Games, jadi, cara bermain mereka kemungkinan tidak berbeda jauh,” terang pencetak gol terbaik Piala Asia 1996 tersebut. Nah, beban pertandingan Indonesia di grup A sendiri bakal berkurang. Sebab, tim tuan rumah yang sebelumnya tergabung di Grup A bersama Singapura, Laos, Myanmar, dan Filipina pindah ke grup B. keputusan itu diambil pasca mundurnya tim Thailand dari ajang ini.

Meski tim Thailand mundur, Indonesia melihat bukan berarti persaingan menuju babak selanjutnya bakal mudah. Widodo menilai dalam babak penyisihan grup juga kan berat mengingat negara-negara yang akan dihadapi Indonesia juga sudah melakukan persiapan . Indonesia sendiri baru melakukan pemsuatan latihan sejak Januari lalu. “Intinya kami cuma ingin menampilkan yang terbaik. Kalau kita bicara peluang dan menarget lolos sampai final tapi kenyataanya tidak bagaimana?,” sergah Widodo saat didesak mengenai peluang timnya sampai ke final. Di sisi lain, Andik yang ditunjuk menjadi kapten tim terlihat cukup optimistis meski persiapan yang dilakukan bersama teman-temannya cukup mepet. Dia menyebut bahwa tekad untuk bisa meraih prestasi sudah tertanam sebelum berangkat. “Persiapan memang mepet. Tapi, kami tidak patah semangat dan yakin bsia memberikan kemenangan. Yang terpenting tim bisa terus belakangerja keras, lebih dari yang telah dilakukan dalam uji coba selam ini,” ucap pemain asal Persebaya Surabaya tersebut.
Skuad Timnas U-21:
1. Muhamad Ridwan (kiper)
2. Ajisaka (kiper)
3. Syaiful Indra Cahya (belakang)
4. Anugrah Agung Rosyam (belakang)
5. Samsul Arifin (belakang)
6. Achmad Faris Ardiansyah (belakang)
7. Nurmufid Fastabiqul Khoirot (belakang)
8. Achmad Hisyam (belakang)
9. Agus Nova Wiantara (belakang)
10. Fadly Manna (tengah)
11. Kurniawan (tengah)
12. Ryan Putra Maylandu (tengah)
13. Ridwan Awaludin (tengah)
14. Abdul Kamil (tengah)
15. Miko Ardiyanto (depan)
16. Yoshua Pahabol (depan)
17. Andik Vermansyah (depan)
18. Husin Jailani Rahaningmas (depan)

(jawapos)

Jumat, 17 Februari 2012

Satu Pemain Lolos Seleksi Timnas

Di tengah persiapan Persikabo menghadapi Persikota Tangerang pada lanjutan Divisi Utama PSSI di Stadion Cibinong, besok sore, salah satu pemain mudanya Ikbal Ade Rogus Ilyas dinyatakan lolos seleksi pertama timnas U-23. Seleksi akan berlangsung di pelatnas Batu Malang- Jawa Timur, mulai kemarin.

Media officer and marketing Persikabo Baskoro Tri Atmojo mengatakan, informasi tersebut berdasarkan surat pemanggilan pemain dari PSSI bernomor 609/AGB/152/II-2012, yang menyatakan Ikbal kembali diminta mengikuti seleksi lanjutan Timnas U-23 untuk pertandingan Pra-Piala Dunia 2014.

“Surat pemanggilan itu ditandatangani Sekjen PSSI Tri Goestoro, dan diterima pagi tadi (kemarin, red) di sekretariat Persikabo,” ujarnya.

Sementara itu, Head Coach Persikabo Suimin Dihardja membenarkan bahwa salah satu anak asuhannya tengah mengikuti seleksi timnas dan baru lolos tahap pertama. “Besok pagi, Iqbal berangkat ke Malang,” imbuhnya.

Mantan pelatih Persijap Jepara ini mengatakan, terpilihnya Ikbal mengikuti seleksi timnas sebagai bukti maksimalnya pembinaan pemain muda di Kabupaten Bogor. Sebelumnya, hanya pemain U-14 yang banyak masuk timnas, sekarang sudah mulai berjenjang dari U-21 hingga U-23. “Hal itu menunjukkan keberhasilan dari pembinaan selama ini.” ungkap Suimin.

Ia berharap agar Ikbal bisa memanfaatkan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya, karena banyak pemain yang berkeinginan untuk memperkuat timnas. “Orang sukses bisa melihat dan memanfaatkan kesempatan,” tandasnya. Adapun ke-28 pemain timnas U-23 yang dipanggil dalam pelatnas ini akan diseleksi kembali dan dipersiapkan untuk menghadapi Bahrain, dalam lanjutan babak kualifikasi babak ketiga pra Piala Dunia 2014 Brazil, 29 Februari mendatang.
(radarbogor)

Selasa, 14 Februari 2012

Absen Enam Bulan, Morgan Tinggalkan Timnas

Salah satu pemain Persikabo yang masuk dalam skuad timnas U-21, Abdul Gani Paluppesy atau yang akrab disapa Morgan harus menahan ambisinya berkostum timnas. Pasalnya, pemain asal Ambon ini diharuskan untuk istirahat dari sepakbola lantaran menderita cedera di kepala. Cedera yang diderita Morgan membuat mantan pemain Persih Tembilahan ini harus rela meninggalkan Timnas U-21 yang tengah menjalani Training Centre di Yogyakarta.
"Saya dinyatakan cedera di bagian kepala dan dokter menyarankan untuk istirahat selama enam bulan. Cedera ini juga akan membuat saya absen membela timnas ketika berhadapan kontra Hyunday FC," ungkap Morgan kepada Pakar, kemarin.

Kendati akan absen untuk beberapa waktu, pemain yang kerap diturunkan di laga uji coba timnas U-21 ini mengaku tetap semangat. Saat ini, Morgan tengah menjalani pemulihan intensif di Jakarta.

"Saya sudah minta izin untuk tidak ikut TC ke Yogyakarta. Tapi, pelatih (Widodo C Putro-red) tetap mengizinkan saya untuk bergabung jika sudah pulih total," akunya.
Kini, Morgan berhara agar cederanya bisa sembuh cepat dan kembali bergabung dengan skuad Garuda akan berhadapan di turnamen Halsanah Bolkiah, 25 Februari mendatang. "Saya ingin secepatnya memperkuat Timnas dan Persikabo. Doakan saja," harapnya.
(pakuanraya)

Kamis, 09 Februari 2012

PSSI Bahas Dualisme Liga Hari Ini

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akan membahas permintaan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng agar PSSI mengakui Liga Super Indonesia sebagai kompetisi resmi dalam rapat komite eksekutif mereka hari ini. "Kami juga maunya rekonsiliasi, inginnya semua berkumpul lagi, akan kami bahas dalam rapat exco (komite eksekutif) besok (hari ini)," kata Sekretaris Jenderal PSSI Tri Goestoro di kantornya dalam komplek Gelanggang Olahraga Bung Karno Rabu 8 Februari 2012. Andi, saat rapat dengar pendapat dengan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat pada Selasa malam lalu, meminta PSSI mengakui Liga Super sebagai liga resmi seperti Liga Primer Indonesia. Ia mengatakan bahwa kedua liga itu bisa berjalan bersama dalam satu wadah PSSI.

“Jalankan saja dua-duanya liga itu, nanti diadukan di akhir tahun dan kita tahu mana yang terbaik. Dengan begitu, tidak ada diskriminasi, semua bisa membela timnas,” kata Andi.

Juru bicara PSSI, Eddi Elison, mengatakan PSSI telah berulang kali mencoba merangkul klub-klub Liga Super, tapi selalu ditolak. Eddi mempertanyakan langkah Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tono Suratman mempertemukan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin dan wakilnya, Farid Rahman, dengan mantan Wakil Ketua Umum PSSI periode sebelumnya, Nirwan Bakrie. "Seharusnya dengan pihak-pihak yang terkait, dong," katanya.

Andi mengatakan pemerintah hingga saat ini masih menunggu upaya rekonsiliasi yang dilakukan oleh KONI. Andi berharap para pihak terkait membuka upaya rekonsiliasi tersebut dan memilih untuk menggunakan jalur arbitrase olahraga ketimbang adu kekuatan dengan menggelar Kongres Luar Biasa. "Kita tidak mau terjebak untuk mengurusi pengurusnya, tapi sepak bolanya tidak. Kita tunggu upaya dari KONI," ujarnya.

Adapun anggota Komisi X, Zulfadli, dalam rapat Selasa lalu mengatakan KONI juga perlu mempertemukan pengusaha Arifin Panigoro dengan pihak lain dalam kisruh PSSI ini. "Saya kira (konflik) akan selesai jika Pak Arifin dan Pak Nirwan ketemu," kata Zulfadli.

Nirwan memiliki klub Pelita Jaya yang tetap bertahan di Liga Super. Adapun Arifin adalah tokoh utama lahirnya Liga Prima Indonesia di era Ketua Umum PSSI Nurdin Halid tahun lalu. Saat itu Nurdin tidak mengakui keberadaan liga tersebut.

Ketua Umum KONI Tono Suratman menyatakan akan berusaha untuk mempertemukan keduanya. "Kalau memungkinkan dan mereka mau, pasti akan dipertemukan. Saya akan berusaha," katanya setelah mengikuti rapat tersebut.
Menurut Tono, pertemuan antara Djohar dan Nirwan yang dilakukan pada Rabu malam pekan lalu selama dua jam ini disambut positif oleh keduanya. "Mereka mengatakan akan membahas ini secara serius karena untuk masa depan sepak bola Indonesia," kata Tono.
(tempo)

Senin, 06 Februari 2012

Djohar Arifin Nilai Jam Terbang Timnas Kurang

Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, mengakui kurangnya jam terbang tim nasional di level nasional maupun internasional. Oleh karena itu, PSSI berencana meningkatkan jam terbang timnas dengan menggelar laga uji coba dan mengikutsertakan timnas dalam kompetisi-kompetisi regional maupun internasional. Dengan banyaknya laga uji coba, Djohar berharap performa permainan tim maupun individu pemain semakin meningkat. Strategi yang dimiliki pelatih juga bisa lebih mudah diterapkan.

"Selama ini jam terbang timnas masih kurang, makanya kita akan perbanyak laga uji coba. Kita juga akan mengirimkan timnas ke berbagai kompetisi, misalnya dalam waktu dekat ini tim nasional U-21 ikut turnamen sepak bola Sultan Hassanal Bolkiah di Brunei Darussalam, 26 Februari 2012," katanya di Medan, Sabtu (4/2/2012).

Laga uji coba juga bisa mengukur kemajuan yang sudah dicapai masing-masing tim kelompok umur. Djohar mencontohkan timnas U-17 yang sudah berhasil menjuarai HKFA International Youth Football Invitation Tournament 2012 di Hongkong.

Jika jam terbang timnas di setiap kelompok umur sudah meningkat, Djohar yakin target untuk berpartisipasi pada Piala Dunia 2026 bisa tercapai. Apalagi, didukung dengan program pembinaan usia dini yang kuat.

PSSI sendiri mulai mewajibkan pengurus cabang di daerah untuk menggelar pembinaan dan kompetisi U-15. Tim pemenang dan pemain-pemain terbaik akan dikumpulkan dan dibina secara intensif di pusat.

"Untuk upaya mencapai target bisa menembus piala dunia itu akan terus kita lakukan. Bahkan, Timnas yang ada saat ini sudah dibentuk dalam berbagai generasi, yakni U-16, U-19, U-20, U-21, U-23, dan senior. Mereka akan berlatih sepanjang tahun sehingga selalu siap bila harus tampil di sebuah kejuaraan," ungkapnya.
(antara)

Eks Kiper PSB Suratin Perkuat SAD Uruguay

Kota Bogor bisa dipastikan bakal memiliki pesepakbola masa depan. Setelah sebelumnya berhasil memberangkatkan Zalnando ke Urugay dalam program Devortivo Indonesia SAD, Kamis (2/1) lalu, Penjaga gawang eks PSB Suratin Cup 2010, Dikri Yusron Afafa pun mengikuti jejak rekan sejawatnya untuk menimba ilmu sepakbola di Uruguay.
Dikri yang merupakan pemain asal klub Mandiri Jaya Bogor, akan berada di Uruguay selama satu tahun dan berada di tim SAD U-17. Penjaga gawang berusia 17 tahun ini terpilih untuk masuk ke dalam tim SAD, setelah lolos seleksi tim bersama 39 orang pemain lainnya di Jakarta.

"ini merupakam suatu kebanggaan untuk klub Mandiri Jaya dan juga Kota Bogor. Karena salah satu pemain kami, berhasil menembus seleksi tim SAD," papar Heriana Kurniawan, pelatih dari Mandiri Jaya kepada Pakar yang menjelaskan rasa bangganya atas prestasi yang dibuat anak asuhnya tersebut.
Heriana yang juga merupakan eks-pemain PSB Bogor era tahun 90'an ini berharap, apa yang sudah diraih oleh Dikri ini dapat dijadikan contoh teladan bagi pemain-pemain usia dini di Kota Bogor agar bisa mengembangkan bakat dan potensi mereka.

"Apa yang sudah diukir oleh Dikri, dapat dijadikan contoh untuk pemain usia dini lainnya di Kota Bogor. Agar mereka juga bisa meraih prestasi dan mengenbangkan bakatnya seperti apa yang dilakukan oleh senior-senior mereka," tambahnya.
(pakuanraya)

Dikri Wakil Bogor ke Uruguay

Sociedad Anonima Deportivo (SAD) Indonesia kembali memberangkatkan pemain muda Indonesia ke Uruguay. Dikabarkan pada Jumat (3/2) lalu, para garuda muda Indonesia sudah mendarat di tanah Uruguay. Adalah Dikri Yusron Afafa, putra daerah asal Karanggan, Gunung Putri, Kabupaten Bogor menjadi wakil satu-satunya dari Kota Hujan.
Siswa SSB Mandiri Jaya Bogor itu terpilih usai mengikuti beberapa tahap seleksi sebelum akhirnya terbang ke negara asal penyerang Liverpool, Luis Suarez itu. “Alhamdulillah, siswa kami sudah tiba disana (Uruguay-red) kemarin,” kata Pelatih SSB Mandiri Jaya Bogor, Heriana Kurniawan kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Sementara itu, Dikri yang juga merupakan mantan kiper tim Suratin PSB 2010 lalu mengaku bangga bisa menjadi satu-satunya wakil dari Bogor. “Saya akan membawa nama baik Bogor saat tampil dalam kejuaraan ini. Mudah-mudahan semuanya berjalan dengan baik,” kata Dikri
SAD sendiri mengirim dua tim untuk mengikuti dua kompetisi junior di Uruguay, yaitu kompetisi Quinta (U-17) dan kompetisi Cuerta (U-19). “Total ada 42 pemain yang diberangkatkan. Terbagi dari 21 pemain baru dan 21 pemain lama,” ujar Manajer SAD Indonesia, Demis Jammaoedin seperti dikutip dari vivanews.

Demis menambahkan tahun ini tidak ada perubahan dalam komposisi kepelatihan. Menurutnya, tim SAD masih akan dilatih Cesar Payovich dan asisten, Jorge Anon. Tim yang akan berangkat tahun ini merupakan generasi kelima sejak program SAD Indonesia digulirkan pada 2008 lalu.
(jurnalbogor)

Kisruh PSSI, Kabupaten Bogor Pilih Netral

Kisruh PSSI yang semakin berkepanjangan ditanggapi netral PSSI Kabupaten Bogor. Wakil Ketua PSSI Kabupaten Bogor, Agustinus Toisuta menyatakan sikap netral pengcabnya atas dualisme yang terjadi di tubuh persepakbolaan Indonesia saat ini. Hal tersebut dibuktikan mereka dengan tidak dihadirinya dua undangan konferensi yang diadakan dua organisasi sepakbola berseberangan yakni kubu Johar Arifin dan kubu Tony Apriliani.

"Kami tidak akan mendukung siapa-siapa, lebih baik kami bersikap netral, karena jika kami mengambil sikap untuk mendukung salah satu dari kubu tersebut justru akan semakin memperkeruh suasana," tutur Agustinus Toisuta, kemarin.
Mantan pemain Persikabo era 80-an ini menambahkan, saat ini PSSI Kabupaten Bogor lebih memilih untuk fokus melakukan pembinaan usia dini ketimbang ikut campur dalam kisruh PSSI yang menurutnya akan berimbas pada perkembangan sepakbola di Indonesia.

"Jujur saja, kami memang sengaja tidak mengambil sikap, kami tidak takut diberikan sanksi atau apapun, karena kisruh itu hanya menimbulkan luka mendalam bagi para pelaku sepakbola, lebih baik fokus dengan pekerjaan rumah yang ada yakni fokus melakukan pembinaan usia dini yang menjadi visi dan misi kita selama ini," ujarnya.
Saat ini, PSSI Kabupaten Bogor memang tengah mencoba fokus melakukan pembinaan usia dini. Salah satu terobosan yang mereka laksanakan yakni dengan menggelar Liga Copa Lintas Divisi kelompok U-20. Hingga kemarin pertandingan sudah memasuki babak 18 besar. Rencananya pertandingan final Liga Copa sendiri akan digelar pertengahan Februari di Stadion Persikabo, Cibinong.
(pakuanraya)