Rabu, 11 Januari 2012

PSSI Ciutkan Pilihan Timnas U-21 (Morgan lolos, Andi Sofyan tidak)

PSSI akhirnya mengumumkan 25 nama pemain yang akan ikut pemusatan latihan timnas U-21 pada 16 Januari 2012. Nantinya, ke-25 pemain ini kembali diseleksi untuk diciutkan menjadi 18 pemain yang akan berlaga di Hasanah Bolkiah Trophy pada 25 Februari hingga 5 Maret 2012. "25 pemain akan diseleksi dalam hal Sport Science dan kemampuan fisiknya," ujar Koordinator timnas, Bob Hippy, kepada wartawan di kantor PSSI, Rabu (11/1/2012). Dalam kesempatan itu juga, Bob Hippy juga membeberkan tempat yang akan jadi pemusatan latihan timnas U-21. Keinginan Pelatih timnas U-21, Widodo Cahyono Putro, untuk mengadakan pemusatan latihan di Batu, Malang akhirnya tidak kesampaian.

"Mereka akan latihan di Cibubur. Di sana ada hotel bagus dan tiga lapangan yang memadai. Ini juga merupakan pilihan Widodo," umbar pria yang juga merupakan mantan pemain timnas tersebut.

Seleksi pemain timnas U-21 ini sudah berlangsung sejak 7 hingga 10 Januari. Bob mengakui, waktu yang cuma empat hari ini tidak ideal untuk menentukan pemain yang berkualitas.

"Sulit untuk memilih pemain terbaik hanya dalam waktu empat hari. Kemampuan mereka tidak terpantau dengan waktu yang sangat minim tersebut. Bisa saja pemain bagus namun karena mengalami masalah engkel pada saat seleksi harus terpaksa dicoret," jelasnya.

Berikut 25 pemain yang akan mengikuti pemusatan latihan 16 Januari mendatang:

Kiper: Muhammad Ridwan (Bontang FC), Aji Saka (Arema Indonesia), Hidayat Berutu (Persikad)

Bek: Ganjar Mukti (Diklat Ragunan), Syaiful Indra Cahya (Persija Jakarta), Anugerah Agung Rosyam (PSM Makasar), Samsul Arifin (PON Jatim), Achmad Faris Ardiansyah (Gresik United, Nurmufid Fastabiqul Khoirot (Persebaya), Achmad Hisyam (PSM Makasar), Nova (Persires Bali De Vata)

Tengah: Fadly M (PSM), Rully Imanda (Diklat Ragunan), Abdul Gani Pelupessy (Persikabo), Anggia Tofano (Semen Padang), Kurniawan (PSM), Muhammad Guntur Triaji (Persiraja Banda Aceh), Ryan Putra Maylandu (Persidikap Kediri), Ridwan Awaludin (Bali De Vata), Abdul Kamil Sembiring (PSMS)

Depan: Miko Ardiyanto (Persebaya), Yosua Pahabol (Semen Padang), Andik Vermansyah (Persebaya), Husin J. Rahaningmas (Persemalra Tual), I Made Dwi Arya Dana (PSM)

(kompas)

Nico Maju, Eduard Kembali ke Posisi Bek

Rasa penasaran pelatih Suimin Diharja terjawab sudah terhadap Eduard Valuta. Bek asal Moldova ini dikembalikan ke posisinya setelah sesi ujicoba menghuni lini depan. Sebelumnya Eduard mengaku pernah lima tahun menjadi bomber saat di liga sepakbola amatir di negaranya. Namun dari pantauan Suimin, saat sesi latihan dan game, Eduard belum memenuhi kriteria yang diharapkan.
Dengan absennya penyerang asing asal Sierra Lione, Brima Pepito karena akumulasi kartu kuning menghadapi Persitara Jakarta Utara, Sabtu (14/1), Suimin akan memaksimalkan penyerang lokal yaitu Jibby Wuwungan.

Alternatif lainnya, naiknya si Kaki Kijang, Nico Susanto yang sebelumnya menghuni second striker atau kemungkinan memainkan pemain muda Septian Suharlan.
“Eduard pergerakannya masih belum. Nanti untuk striker atau second, bisa gantian Jibby atau Nico kalau dia sudah siap,” tutur Suimin.

Pelatih asal Binjai Sumatra Utara ini juga sedang mengotak-atik skuadnya siapa pemain yang tepat menghadapi Laskar Si Pitung yang dihuni striker Tantan. Namun Suimin mengisyaratkan ada kesempatan beberapa pemain muda yang bisa turun. Tim pelatih mengambil keputusan berani itu karena benar-benar pemain yang diturunkan itu mesti memiliki totalitas.
Kesempatan juga bagi Laskar Padjajaran meraih poin penuh dihadapan pendukungnya, Kabomania.
(jurnalbogor)

Pengangguran Tipu Pemain Persikabo

Nico Susanto, pemain Persikabo Bogor harus gigit jari setelah tahu menjadi korban penipuan Teguh Adeyanto, temannya sendiri. Pemain yang berposisi sebagai striker itu tak menyangka kalau warga Perum Mega Asri Sidoarjo tersebut tega menggadaikan mobil Mazda terbaru miliknya. Cerita apes yang menimpa Nico bermula dari keinginannya untuk menjual mobil Mazda 2 nopol W 1641 PM keluaran 2011. Dia lantas menelpon Teguh untuk meminta tolong agar mobil itu dijualkan degan sistem oper kredit pada 22 Desember lalu. "Tersangka lantas menyuruh saksi bernama Sawi untuk mengambil mobil itu di Bogor," tegas Kanit Jatanum AKP Yunus Saputra, Selasa (10/1).

Mobil lantas diserahkan kepada Teguh di Jalan Kapas Madya. Namun, bukannya mencari pembeli untuk mobil sahabtnya itu, Teguh malah menggadaikannya ke Mochamad Arif senilai Rp 35 juta. Alasannya, Teguh butuh uang cepat untuk biaya operasi orang tuanya. "Tersangka berjanji akan mengembalikan uang itu dalam waktu dua bulan. Tersangka memang memberikan Rp 15 juta kepada korban. Namun bukan uang oper kredit, melainkan uang pinjaman dari temannya," imbuhnya.

Karena curiga, Nico yang juga pernah berseragam Persebaya itu pun mencari tahu keberadaan mobilnya. Setelah tahu kalau mobilnya malah digadaikan, Nico melapor ke Polrestabes Surabaya. "Saya khilaf dan memang saat itu butuh uang. Makanya saya gadaikan mobil itu. Tapi saya sudah ada niat nebus kok," dalih lelaki yang menyandang gelar Sarjana Hukum di belakang namanya itu.
(tribunnews)