Kamis, 11 Agustus 2011

Matangkan Kompetisi Antar PS

Pakuan Raya - Klub Divisi 1 PSB tak ambil pusing dengan keputusan baru yang telah dikeluarkan PSSI saat ini. Pasalnya, klub berjuluk laskar Pakuan ini memang pasrah untuk tetap bermain di kasta liga amatir, dan mengikuti prosedur yang sudah ada. Kendati jadwal kompetisi belum dikeluarkan secara pasti oleh PSSI, pihak PSB dan PSSI Kota Bogor sudah mulai ancang-ancang untuk melakukan seleksi pemain PSB. Seleksi kali ini bisa dibilang agak beda. Pasalnya, jika di musim lalu mereka melakukan seleksi terbuka secara dadakan, kini PSB lebih berhati-hati menyeleksi pemain dengan mengadakan seleksi lewat kompetisi antar PS.
"Kita tahu di Kota Bogor ini banyak pesepakbola yang belum tergali potensinya, maka dari itu kita ingin sekali nantinya PSSI Kota Bogor bisa menggalakkan kompetisi antar PS yang berada di bawah PSB, hal itu juga menjadi cara objektif bagi kita untuk melakukan seleksi terbuka bagi para pesepakbola Bogor yang ingin bergabung bersama PSB," ucap Ketua PJS PSSI Kota Bogor, Johan Gaus, kemarin.
Johan melanjutkan, untuk mematangkan persiapan kompetisi tersebut, rencananya Minggu (14/8) esok, PSSI Kota Bogor bakal mengumpulkan para pengurus PS untuk membahas mekanisme kompetisi yang akan digulirkan usai lebaran nanti.
"Kita akan mengumpulkan PS-PS yang berada di bawah naungan PSB untuk membahas mengenai kompetisi tersebut, mekanismenya bagaimana, dan apa saja yang dibutuhkan, sehingga pada saat pelaksanaanya tidak ada kendala lagi," ucapnya.
Lebih lanjut, Ia mengatakan dengan adanya seleksi berjalan ini diharapkan PSB bisa memanfaatkan potensi pemain lokal yang ada. Karena dengan memanfaatkan pemain lokal yang ada, PSB Bogor bisa diuntungkan dari segi pendanaan karena secara tak langsung, sebagai pemain lokal mereka tentu akan lebih mementingkan keloyalitasan mereka sebagai putra daerah ketimbang urusan finansial.
"Ya jelas menguntungkan bagi PSB sendiri, sebagai putra daerah tentu mereka sangat berharap bisa memperkuat klub asal kelahirannya, jika memang kita memiliki potensi pemain lokal, mengapa kita tidak gunakan saja pemain yang ada," ujarnya.

Kabomania Embung di Level 2

Pakuan Raya - Kabomania meminta pengurus Persikabo memperjuangkan tim berjuluk Laskar Pajajaran, agar dapat tampil di level tertinggi atau level I (satu) di kompetisi yang akan digelar PSSI pada medio Oktober mendatang.
"Kami tidak mau Persikabo tampil di kompetisi level II (dua) seperti yang disampaikan oleh salah seorang pengurus cabang (pengcab) PSSI Kabupaten Bogor sebelumnya,"kata Ridwan salah seorang pentolan Kabomania Ciawi kepada Pakar, kemarin.
Dia mengatakan, Kabomania sangat berharap Persikabo bisa masuk liga level I. Menurutnya, ssecara teknis, Persikabo memiliki semua persyaratan yang diinginkan PSSI untuk bisa menjadi sebuah klub profesional dan tampil di liga profesional level utama.
"Kalau kami melihat kendalanya terletak pada sisi infrastruktur saja. Sementara, masalah finansial tidak masalah karena di Kabupaten Bogor banyak sekali donator atau perusahaan yang siap membuayai kebutuhan operasional Persikabo. Karenanya, manajemen harus bisa membawa Persikabo ke Liga professional level I,"pintanya.
Senada dengan Ridwan, Saleh, Kabomania Megamendung mengungkapkan, Kabomania tidak akan tinggal diam membantu langkah pengurus untuk mewujudkan agar persikabo bisa berkompetisi di level I.
"Sudah lama Kabomania menginginkan Persikabo tampil di kompetisi tertinggi yang ada di tanah air, karena seperti diketahui Laskar Pajajaran selalu gagal untuk bisa menembus kasta utama di liga Indonesia sebelumnya. Karena itu, mumpung saat ini peluang terbuka lebar, pengurus harus memperjuangkannya," tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Persikabo disarankan bermain dikompetisi level dua di kompetisi yang akan dimulai pada awal Oktober mendatang.
"Saya yakin Persikabo tidak sanggup, karena itu saya menyarankan kepada pengurus untuk mengambil langkah bijak tetapi tetap mengikuti aturan yang ditekankan oleh AFC turun di kompetisi level dua,"kata Ridwan Ardiwinata, Ketua Harian PSSI pengcab Kab Bogor.
Menurutnya, kenapa tim berjuluk Laskar Pajajaran harus memilih untuk berkompetisi di level dua. Di kompetisi ini tidak jauh berbeda gengsinya dengan liga level satu, hanya ukuran depositnya saja yang beda, jika level satu nominal depositnya Rp 5 miliar untuk kompetisi level dua Rp 2 miliar.
"Kompetisi level dua tetap sama pamornya dengan liga level satu. Para pemain yang akan membela klubnya pun diperbolehkan yang berstatus bintang, baik itu nasional maupun legiusn asing. Asalkan, sesuai kuota yang sudah ditentukan PSSI,"katanya.
Lebih lanjut, Ridwan menguraikan, untuk level dua setiap tim boleh diperkuat 3 pemain asing, 2 pemain senior nasional dan 16 pemain lokal muda.
"Jadi, jangan mengkhawatirkan gebyar dan nilai kompetitif pada kompetisi level dua tidak ada. Justru ini menjadi peluang bagi klub peserta untuk lebih mengedepankan para pemain muda lokal yang selama ini selalu tersisihkan,"tandas mantan kepala dinas disalah satu SKPD dilingkungan Pemkab Bogor itu.

Bogor Raya FC Susul Persikabo Ikut Verifikasi

Pakuan Raya - Rumor bakal tejadi merger antara Persikabo dengan Bogor Raya FC mentah sudah. Pasalnya, satu hari setelah Persikabo menyerahkan berkas administrasi persyaratan menjadi klub profesional ke kantor PSSI Jakarta, klub saudara mudanya Bogor Raya FC mengikuti langkah Laskar Pajajaran.
Dengan demikian, sampai dengan Rabu (10/8), sudah ada 46 klub yang telah menyerahkan surat pernyataan bersedia ikut kompetisi professional yang akan mulai digelar pada 8 Agustus mendatang.
Dari seluruh tim yang sudah daftar, sebelas diantaranya merupakan peserta Liga Primer Indonesia (LPI), yaitu Batavia Union, Jakarta FC, Bandung FC, Real Mataram, Semarang united, Solo FC, Persema Malang, Persebaya 1927, Bali Devata, Cendrawasih Papua dan Bogor Raya FC.
Kordinator kompetisi, Sihar Sitorus mengungkapkan, selain menyatakan kesediannya untuk ikut di liga professional, setiap klub juga harus mengajukan dokumen persyaratan sebagai klub professional yang telah diminta PSSI sebelumnya.
Yakni lima aspek menjadi tim professional seperti, keuangan, infratruktur, sumber daya manusia (SDM) dan supporting kepada PSSI untuk di verifikasi bersama dengan Asian Footbal Confederation (AFC).
"Pengajuan dokumen ini ditunggu paling lambat 22 Agustus, dan mereka harus membawa persyaratan sesuai ketentuan yang telah dibuat,"ujar Anggota Exco PSSI itu.
Seperti diberitakan sebelumnya, Persikabo telah mendaftarkan diri menjadi sebuah klub profesional yang siap berlaga di kancah kompetisi profesional.
"Persikabo sudah siap menjadi klub professional. Seluruh persyaratan yang diminta sudah kami serahkan kepada PSSI untuk diverifikasi. Kita tunggu saja hasil pengumumannya pada tanggal 25 Agustus nanti,"kata Rudi Ferdinan kepada Pakar.
Dijelaskannya, langkah cepat menindaklanjuti surat edaran dari komite PSSI berkenaan dengan kegiatan kompetisi tahun 2011/2012 sebagai tindak lanjut Workshop AFC Profesional Club Assessement dengan PSSI beberapa waktu lalu ini, sengaja dilakukan manajemen Persikabo meski timeline penyerahan dokumen untuk diverifikasi masih menyisakan waktu dua minggu kedepan.
Sementara, Media Officer PSSI, Asep Saputra, menguraikan hingga 15.30 WIB kemarin, sudah ada 46 klub yang menyerahkan surat tersebut. Klub-klub tersebut berasal dari Indonesia Super League (ISL), Divisi Utama, dan Liga Primer Indonesia.