Senin, 11 April 2011

Jangan Ribut Paket dan Jabatan

Pakuan Raya - Rencana penghentian bantuan dana APBD buat tim sepakbola professonal yang tampil dalam ajang kompetisi Superliga atau Divisi Utama Ligina saat ini telah membuat resah jajaran pengurus klub yang timnya menjadi kontestan Kompetisi bentukan PSSI. Distopnya dana APBD ini akan mematikan semua klub Ligina dan juga akan banyak klub yang gulung tikar.
"Saya tidak setuju dana APBD itu dihentikan untuk olahraga seperti klub sepakbola Profesional. Karena masyarakat bola juga adalah masyarakat penyumbang APBD daerahnya. Masayarakat sepakbola tidak hanya pemain dan pelatih. Namun, semua supporter adalah masyarakat bola yang juga sebagai penyumbang PAD. Apalagi APBD sendiri memang berasal dari rakyat dan untuk rakyat," ujar Edison Hutahean, salah seorang pengurus Persikabo Kabupaten Bogor yang juga tercatat sebagai anggota Fraksi PDIP Kabupaten Bogor kepada pakar belum lama ini disela sela rapat KONI Kabupaten Bogor yang digelar di Gedung Marcopolo, Bukit Cimanggu City.
Edison juga berharap, kepada para pengusaha ataupun para birokrat harus benar benar menunjukan kepeduliannya kepada Persikabo yang notebene sebagai aset daerah Kabupaten Bogor. " Pengusaha jangan hanya ribut soal paket saja, birokrat jangan hanya ribut dan minta jabatan saja. Tapi tolong kita sama sama menjaga aset Pemkab Bogor yakni Persikabo sebagai klub anggota Divisi Utama PSSI. Selama ini memang ada pengusaha dan pejabat yang peduli kepada Persikabo, tapi hanya bisa dihitung dengan jari," beber Edison dengan tegas.
Sementara itu, General Manjer Persikabo, Mas'an Djajuli yang siap membantu dana 500 juta yang berasal dari uang kantognya untuk kebutuhan tim Persikabo musim depan mengatakan, ia sangat setuju kalau memang APBD dihapuskan. Karena dengan penghapusan dana APBD, akan diketahui pengusaha mana dan pejabat mana yang memang peduli kepada Persikabo. " Saya rela merogoh yang dari kantong saya sendiri untuk Persikabo. Mudah mudahan apa yang akan saya berikan itu bisa menjadi pancingan bagi para pengusaha atau birokrat untuk lebih menunjukan rasa kepemilikannya kepada Persikabo," tegas Mas'an.
Sementara itu, AY Sogir dari LSM Gerak mengatakan ia sangat setuju kalau memang ada yang menggagas agenda untuk meningkatkan kepedulian dari pengusaha dan pejabat kepada Persikabo. Namun, ia juga bertanya secara heran pula. "Apa betul selama ini tidak ada perhatian atau bantuan dari pengusaha lokal ataupun para investor yang melakukan usaha di Kabupaten Bogor seperti PT. Holcim, Indocemen, PT Antam, Taman Safari, Sentul City dll. Apakah perusahaan tersebut selama ini memang tidak pernah memberikan konstribusi kepada Persikabo ?. Kalau memang belum pernah, saya berharap ada upaya untuk melakukan duduk bareng antara pengusaha dengan Pemkab Bogor selaku owner Persikabo," jelas Sogir.

Kandidat Manajer Persikabo 2011-2012

Pakuan Raya - Kinerja dan pengabdian Mas'an Djajuli untuk Persikabo Kabupaten Bogor memang tak perlu diragukan , karena ia sudah lebih dari 4 kali menjadi manajer Laskar Pajajaran. Tak heran, sosok Mas'an Djajuli yang kerap dipanggil Raja Midas ini begitu dikenal dikalangan pengurus PSSI dan juga para pemain yang berkibar di kompetisi Divisi Utama Ligina dan Superliga.
Namun, untuk mencari suasana baru dalam tubuh Persikabo untuk musim mendatang, sudah layaknya pengurus Persikabo mencari manajer baru bagi Persikabo yang loyalitas dan tanggung jawabnya bisa seperti Mas'an Djajuli. Nama-nama yang layak jadi Manajer Baru Persikabo musim mendatang diantaranya, Hadi Mulya Asmat ( Dirut PDAM), Rustandi (Asisten Administrasi Pemkab Bogor), Ridwan Ardiwinata (Tokoh Sepakbola), TB. Nasrul Ibnu HR ( Pengusaha).

Rekomendasikan Nama Pemain


Pakuan Raya - Kendati musim kompetisi Divisi Utama Ligina ini masih bergulir, namun jajaran pengurus Kabomania salah satu elemen penting Persikabo mulai menyiapkan nama nama pemain yang layak dan pantas masuk dalam skuad Persikabo musim mendatang. "Suporter adalah bagian penting dari tim sepakbola. Suporter adalah nyawa ke-12 sebuah tim sepakbola ketika sedang bertanding. Untuk itu, tak salah jika kami akan memberikan masukan tertulis kepada pengurus Persikabo tentang nama nama pemain yang pantas dan layak masuk dalam skuad Persikabo tahun depan.," ungkap Muhamad Arif, salah seorang pengurus teras Kabomania yang kerap dipanggil ayah ini .
Arif menambahkan, nama nama pemain yang akan disodorkan Kabomania kepada pengurus Persikabo dan manajemen tim 2011/2012 mendatang sangat bersifat rahasia dan dilalui oleh tahapan penilaian yang objektif versi Kabomania tanpa melihat faktor kedekatan. Namun, Kabomania juga tidak punya kepentingan apapun dengan rencana masalah ini.
Sementara itu, Public Relations Ligina Sportindo, Asep Syahmid Pangrango menilai apa yang dilakukan Kabomania ini sebagai bukti nyata kalau Kabomania memang menjadi elemen penting dan merasa memiliki Persikabo. "Saya yakin penilaian yang akan dilakukan Kabomania ini akan bersifat objektif dan tanpa ada kepentingan . Karena saya tahu tujuan rencana itu adalah mereka ingin Persikabo benar benar bisa menjadi tim yang punya prestasi dan bisa tampil dalam Liga Super mendatang. Saya kagum dengan apa yang akan dilakukan Kabomania soal penilaian mereka tentang para pemain yang akan direkomendasikan untuk Persikabo musim mendatang," jelasnya. Dalam kesempatan yang sama, kata Syahmid, ia juga berharap pengurus atau manajemen Persikabo harus lebih selektif dalam mencari pemain yang akan masuk skuad Persikabo musim mendatang.
"Manajemen harus membuka file tentang data pemain tersebut, asal klubnya dari mana, prestasinya bagimana selama ini dan juga kelakuannya bagaimana selama ini. Namun, kami dari Ligina Sportindo juga siap menawarkan para pemain yang lebih berkualitas kepada Persikabo musim depan, apakah itu pemain asing atau pemain lokalnya," tegasnya.

Siap Sumbang Satu Miliar

Pakuan Raya - General Manajer Persikabo, Mas'an Djajuli mengatakan, ia sangat setuju dengan adanya pelarangan penggunaan APBD bagi klub Kompetisi ISL atau Divisi Utama. Karena menurutnya, kalau klub flat merah masih menggunakan APBD, hal ini tidak akan membangkitkan kepedulian dari para pengusaha dan perusahaan di daerah untuk membantu klub sepakbolanya. " Saya sangat setuju dengan pelarangan klub sepakbola jika tanpa APBD. Namun, saya juga siap sumbang 1 milyar bagi Persikabo untuk musim depan dengan rincian 500 juta berasal dari kantong pribadi saya dan 500 milliar lagi saya akan mencari kepada pihak swasta yang mau peduli kepada Persikabo," ujar Mas'an Djajuli kepada para wartawan belum lama ini di Cibinong. Mas'an menambahkan, ia merasa yakin jika Persikabo tanpa APBD, tim ini tetap akan bisa jalan. Apalagi kalau para inohong di Kabupaten Bogor mau bergerak dan menunjukan kepeduliannya kepada Persikabo. " Saya berharap Pak Bupati Bogor kedepannya mau menyetil kepada kepala dinas atau pengusaha untuk menunjukan kepeduliannya kepada Persikabo," ujar Mas'an.