Kamis, 07 Juli 2011

Rendi Refsanyami Masuk Timnas U-16

Pakuan Raya - Pemain muda Kabupaten Bogor, Rendi Refsanyami bergabung dengan Timnas Indonesia U-16 turun di AFF U-16 Championship, 7-20 Juli 2011. Timnas yang berkekuatan 20 pemain itu telah bertolak ke Vientiane, Laos, Selasa (5/7). Indonesia bergabung di grup A bersama Laos, Thailand, Malaysia, dan Timor Leste. Sedangkan grup B bercokol Myanmar, Vietnam, Singapura, Kamboja dan Filipina.
"Kami senang cita-cita Rendi akhirnya terwujud," ujar Yakub Habe, orangtua Rendi usai mengantarkan putranya ke bandara. "Sebagai orangtua kami merasa bangga atas prestasinya. Mudah-mudahan ini titik awal untuk dia meretas prestasi lebih tinggi lagi. Ke depan dia siap menjadi timnas senior. Mudah-mudahan jadi motivasi juga untuk anak-anak SSB Kabupaten Bogor," ungkap Yakub lagi. Rendi sebelumnya pernah di SSB Siaga Pratama Bojonggede dan tim U-15 Kabupaten Bogor tahun lalu yang kini menimba pengalaman di Sekayu Youth Soccer Academy (SYSA) Muba, Palembang.
Sementara Timnas U-16 ditangani pelatih Mundari Karya. Tim ini sudah menjalani pemusatan latihan sejak dua pekan lalu. Sebanyak 28 pemain dipersiapkan untuk event bergengsi di Asia Tenggara ini. "Dari 28 nama yang dipanggil mengikuti Pelatnas sejak 26 Juni lalu, jajaran pelatih akhirnya hanya menyertakan 20 nama, delapan nama terpaksa di tinggal di Tanah Air. Tidak ada istilah dicoret, ini pembinaan. Fokus kita di kualifikasi Piala Asia pada Oktober mendatang," kata Mundari dalam keterangan persnya dikutip Antara.
Dia menjelaskan, pasukan muda Merah Putih untuk barisan gelandang mencoba memoles agar proses bertahan mereka lebih rapi, dan yang lebih penting, bagaimana peralihan dari bertahan ke menyerang yang efisien dan cepat. "Latihan hari terakhir, kami fokus pada pematangan permainan saja. Untuk barisan pertahanan masih harus disempurnakan, selain koordinasi saat bertahan, antisipasi bola atas juga kita berikan," katanya.
Dalam pertandingan nanti, Mundari mengatakan, strategi yang lazim digunakan tim sepak bola di level muda adalah lebih banyak mengedapankan kecepatan. "Tidak hanya cepat bertahan, kecepatan dalam menyerang lewat serangan balik juga lebih banyak diterapkan sepak bola di Asia Tenggara atau bahkan dunia," ungkapnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar