Sabtu, 24 September 2011

Kisruh PSSI Semakin Panas

Radar Bogor - Kisruh di tubuh PSSI Kabupaten Bogor pasca muscab (17/9) semakin memanas. Kelompok 25 yang menjagokan Ridwan Ardiwinata yang menduga ada aksi money politic oleh Kelompok 29 pimpinan Maulana Alamsyah, kemarin resmi melayangkan surat ke Pengda PSSI Jawa Barat.

Koordinator K-25, Yudi Agus Sholeh mengatakan, surat pengaduan telah dilayangkan bersama surat pernyataan dari dua PS yang menerima suap, serta barang bukti empat amplop berisi masing-masing Rp250 ribu kepada pengda dan tinggal menunggu keputusan resmi PSSI Jabar terkait kisruh. “Kita sudah mengirimkan surat tuntutan, mudah-mudahan bisa dikabulkan. Toh bukti kami kuat kok,” ujarnya kepada Radar Bogor.

Surat yang dilayangkan K-25 ke Pengda PSSI Jabar itu tak membuat ciut nyali K-29. Bahkan, juru bicara Maulana Alamsyah, Robby Rizakota menyatakan, tudingan yang diajukan tersebut tak beralasan dan terkesan direkayasa. ”Silakan mengirim surat, kami tak takut. Karena suap-menyuap itu tidak ada,” tegasnya.

Kekisruhan di tubuh PSSI Kabupaten Bogor, membuat Komunitas Insan Sepakbola (KIS) yang beranggotakan mantan pemain Persikabo geram. Pasalnya, KIS menuding Koordinator K-25, Yudi Agus Sholeh melakukan pembunuhan karakter terhadap dua oknum PNS Dispora, yang diduga terlibat money politic saat muscab berlangsung.

Anggota KIS, Agustinus Toisuta mengatakan, pendiskreditan seseorang melalui statement tak bertanggung jawab belum tentu kebenarannya. ”Yudi seharusnya jangan seperti itu, karena namanya membunuh karakter seseorang, lagipula andaikan betul pegawai Dispora itu menyuap, toh dia tak memakai uang negara, dan isu itu juga belum tentu benar,” jelasnya kepada Radar Bogor, kemarin.

Menurut dia, KIS tidak berada di belakang K-29 ataupun K-25, sebab siapa pun yang terpilih akan didukung total. Selain itu, KIS tak merasa mengacuhkan instruksi Bupati Rachmat Yasin (RY), terkait pencalonan salah satu jagoannya. ”Kami tak mendukung siapa-siapa, kami hanya tak suka dengan pendiskreditan teman kami oleh Yudi dan membawa embel-embel PNS. Nah kalau kami dibilang tak memedulikan instruksi bupati itu salah. Sebab RY merestui semua calon, kami ini tak mungkin mengkhianati RY, sebab kami pendukung setianya,” papar Agustinus lagi.

Lebih lanjut, kata dia, KIS telah menyiapkan tim pengacara untuk menggugat Yudi Agus Sholeh dengan tuduhan pencemaran nama baik tanpa dilandasi bukti kuat. ”Kami akan gugat dia (Yudi, red), ini pencemaran nama baik, kami kasihan dengan rekan kami sesama KIS,” singkat saudara kandung almarhum Ronny Toisuta ini.

Sementara itu, Yudi Agus Sholeh mengaku tak gentar dengan ancaman tersebut. Menurut dia, kendati oknum PNS itu melakukan suap tanpa memakai uang negara, tetap tak bisa dibenarkan karena masuk kategori pidana. ”Yang namanya suap, itu tak hanya memakai uang negara, menggunakan dana sendiri pun sama saja penyuapan,” tutur pemilik PS Prahara ini.

Selain itu, lanjutnya, ia mempersilakan jika KIS ingin melayangkan gugatan karena hal tersebut merupakan hak setiap warga negara. Namun yang jelas, apa yang dikatakan Yudi sudah berdasarkan bukti kuat serta saksi di lapangan. ”Terserah kalau mau menuntut saya silakan, saya tidak takut. Saya ini benar, kenapa mesti takut mengungkap kebenaran. Pokoknya kalau ada yang jual pasti saya beli, saya juga bisa menyewa pengacara,” pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar