Selasa, 01 Maret 2011

SKOR AKHIR : PERSIRES 0 - 0 PERSIKABO

Laskar Padjajaran Persikabo Kabupaten Bogor kembali gagal meraih poin penuh dalam lanjutan Liga TiPhone Grup 1 2010/2011. Bermain menghadapi tuan rumah Persires Rengat, Persikabo hanya mampu bermain imbang tanpa gol. Dengan hasil posisi Persikabo semakin tertinggal dengan tim-tim yang berada di papan atas klasemen grup 1.
Sejak kick off babak pertama, pertandingan yang dipimpin wasit Suprapto asal Medan, para pemain Laskar Pajajaran langsung melancarkan serangan kelini belakang Persires. Namun gempuran Persikabo ini tidak membuahkan gol. Namun seiring berjalannya waktu, permainan Persikabo menjadi hilang ruhnya. Para pemain pilar yang biasanya menjadi andalan seperti Jibby dan Cyril, penampilannya kurang memuaskan. Akibatnya, Cyril langsung digantikan oleh Ilham Hasan pada pertengahan babak pertama. Sedangkan Emeka Obidiah mengambil tempat Jibby pada menit ke-75.
Setelah diberi arahan tambahan oleh pelatih dan ditekan untuk bermain lebih sabar, pemain akhirnya bisa menguasai tempo permainan pada babak ke-2. Setidaknya enam serangan bisa berbuah gol, nemun entah kenapa dewi fortuna seperti tidak berpihak kepada anak asuh Maman Suryaman itu.
Peluang-peluang tersebut dua kali diciptakan oleh Zaenal Arif saat bertarung dengan bek Persires Safarizal, Marlen dan Arferiansyah. Dua umpan yang diberikan oleh Sonny Kurniawan dari sisi kanan tersebut melesat begitu saja di atas mistar gawang. Setidaknya empat peluang juga diciptakan melalui tandukan dan sepakan Ilham Hasan. Ia sempat mencuri bola dari Ali Agam yang hendak mengoper ke Marlen, namun bola bergulir 20 cm di sisi kiri gawang.
Kesempatan lain gagal dimanfaatkan Ilham adalah di menit ke-56, saat itu, kiper Persires, Satria Arfiansyah maju hingga ke depan garis pinalti karena ingin mengamankan si kulit bundar, namun bola tergelincir dari tangannya dan jatuh ke kaki Ilham. Tapi sayangnya peluang emas itu lagi-lagi gagal dan bola dibuang ke luar lapangan.
Ditemui usai pertandingan, Sonny dan Ilham mengaku sangat kecewa karena tidak berhasil menciptakan gol yang sangat dinanti-nanti. "Padahal banyak peluang, tapi tidak bisa dimanfaatkan dengan baik," sesal Ilham.
Menurut CEO Weblog Persikabo Online, hasil ini merupakan hasil yang patut kita syukuri. Masih untung kita dapat 1 poin. Saya pribadi jujur inginnya persikabo meraih poin 3 pada pertandingan kemarin. Harapan Persikabo ke Superliga saya kira masih terbuka, namun peluang itu kecil sekali, ujar salah satu weblog persikabo online

Eduard Valusta Belum Bisa Main

Bek asing Persikabo, Eduard Valutsa tertunduk lesu saat mengetahui ia masih belum bisa menggunakan kostum Persikabo untuk bermain bersama menghadapi lawan dengan skuad lainnya. Padahal saat berada di Tembilahan, ia bisa menerima kenyataan bahwa dirinya belum bisa bermain karena proses adminstrasi, dengan harapan semua bisa berjalan lancar menjelang pertandingan melawan Persires. Namun ternyata, harapan itu tidak bisa terwujud.
"Saya sangat kecewa, padahal saya berharap bisa bermain. Federasi saya dan Persikabo mengatakan sudah tidak ada masalah lagi. Tapi kenapa di PSSI masih saja suratnya ditahan-tahan. Padahal semua izin tinggal (kitas) dan persyaratan untuk bisa bergabung sudah dipenuhi. Saya tidak mengerti kenapa tidak bisa bermain? Saya sudah berlatih dan ikut sampai sejauh ini," ujarnya dengan raut muka sedih.
Ungkapan ingin cepat bermain itu semakin terlihat saat ia harus menyaksikan Laskar Pajajaran dari bangku penonton. Sejak awal ia sudah berjanji akan bermain all out. Bahkan semua prosedur latihan tambahan yang tidak diberikan oleh pelatih ia jalani demi proses adaptasi di Indonesia. Ia rajin melakukan latihan sendiri di kamarnya dan berenang di kolam hotel.
"Semua latihan yang ia lakukan itu adalah latihan professional yang memang sering dilakukan di luar negeri. Dia kan pemain timnas, jadi tahu standar apa yang harus dijalani, tanpa harus menunggu intruksi pelatih. Nafasnya juga sangat panjang dan bisa berlari dengan cepat, sayang masih belum bisa bermain," papar Emeka yang menjadi guide bagi Eduard untuk belajar bahasa Indonesia.