Kamis, 03 Maret 2011

Abo cs Siap Taklukkan Pendekar Cisadane

Minimnya waktu untuk beristirahat menjelang pertandingan menjamu Persita Jumat (4/2) besok, dirasakan oleh punggawa Persikabo sebagai salah satu faktor yang cukup mengganggu persiapan mereka. Apalagi tim baru saja menjalani pertandingan away yang cukup melelahkan. Skuad Laskar Pajajaran baru saja tiba di Bogor Selasa (1/3) malam, setelah menjalani tujuh jam perjalanan darat dengan kondisi transportasi yang menyulitkan mereka untuk relaks selama di perjalanan. Jarak kursi sangat dekat satu sama lain, sehingga tungkai mereka yang nota bene sangat vital untuk pemain bola, harus ditekuk selama tujuh jam tersebut.
"Transportasinya mengecewakan. Kita butuh bus yang lebih besar dan agak lega. Apalagi untuk pemain yang sangat tinggi seperti Eduard dan Emeka, dia butuh ruang untuk meluruskan kaki. Perjalanan kan cukup jauh, setidaknya kita diberi fasilitas yang memadai dan membuat kita enjoy selama di perjalanan. Tadinya saya mau menyewa satu mobil lagi bersama teman-teman, karena kecewa dengan moda transportasi yang diberikan untuk kita. Tapi mobilnya sudah tidak ada. Ya sudah gunakan saja apa yang ada," ujar Abo sesaat sebelum meninggalkan Hotel Danau Raja di Rengat.
Ia juga juga menyatakan jadwal baru yang sudah disusun oleh Badan Liga Indonesia kali ini sedikit menyiksa tim. Karena mereka harus bisa memulihkan tubuhnya dalam jangka waktu yang singkat, setelah perjalanan yang cukup melelahkan.
"Pasti terganggu dengan jeda yang sangat mepet. Baru sampai di Bogor sudah harus latihan lagi. Tapi saya dan teman-teman siap untuk merumput di hadapan Kabomania. Kan memang itu tugas saya," ucapnya optimis.

Rabu, 02 Maret 2011

Maman Dukung Mas’an Tuntut BLI dan PSSI

Usaha Persikabo untuk menuntut Badan Liga Indonesia atas pengesahan Kahudi Wahyu Widodo dan Susanto yang dinilai ilegal, didukung penuh oleh Kepala pelatih Persikabo, Maman Suryaman. Menurutnya, ini adalah saat yang tepat untuk menuntut BLI dan PSSI atas ketidakkonsistennya terhadap peraturan yang mereka berlakukan sendiri. Apalagi keadaan PSSI yang tengah bergolak, masyarakat harus mengetahui semua “politik kotor” yang dilakukan oleh oknum PSSI dan BLI untuk mencapai suatu prestasi.
“Kita memang akan mendapatkan poin tiga, jika masalah itu ditangani dan bisa menang. Tapi sebenarnya yang kita tuntut bukanlah itu. Mereka menetapkan aturan yang akhirnya dilanggar oleh orang-orang mereka sendiri.mereka membuat aturan yang mempersulit tim-tim seperti Persikabo, tapi malah menguntungkan tim-tim lain. Itu kan diskriminasi. Saya mendukung manajemen untuk meneruskan tuntutan tersebut hingga akhir,” dukungnya.
Maman curiga, salah satu pengurus PSSI atau BLI ”bermain” di balik semua itu. Terlebih lagi, nama Kahudi dan Susantio sudah terdaftar di situs resmi Liga Indonesia.
Padahal nama Eduard yang sudah resmi saja, belum tercantum di sana hingga kemarin.
“Saya curiga ada oknum pengurus yang ikut campur dalam pengesahan kedua pemain tersebut. Mereka menghancurkan peraturan yang dibuat sendiri. Itu tidak adil. Itu tidak boleh goyah untuk meneruskan tuntutan tersebut, walaupun mereka mencoba segala cara untuk menggagalkan gugatan,” imbuhnya.