Rabu, 02 November 2011

Lakoni Tes Fisik

Radar Bogor - Skuad Laskar Padjajaran kembali menjalani tes fisik sesuai program jajaran pelatih. Di sesi pertama, Jibby Wuwungan cs diuji kekuatan otot perut, otot tungkai dan VO2 Max dengan intensitas sedang. Kemudian di tahap kedua, para penggawa kembali dilihat speed endurance-nya. Dalam ujian ini nasib 24 pemain akan ditentukan, karena Headcoach Suimin Diharja bakal menggunakan sistem degradasi dan promosi, dari senior ke tim U-21, begitu juga sebaliknya. Tak hanya itu, anggota tim masih harus melewati tes kesehatan hari ini jika ingin membela Laskar Padjajaran.

Suimin mengatakan, bila ada beberapa pemain yang dianggap masih kurang mumpuni, jajaran pelatih segera melaporkannya ke manajemen. Sehingga masih ada kesempatan untuk mencari legiun baru. ”Tapi kalau kami belum memiliki gantinya, terpaksa dipertahankan sampai mendapat yang baru dari sistem promosi degradasi,” jelasnya kepada Radar Bogor, kemarin.

Menurut dia, setelah semua rangkaian tes dilewati, pemain baru akan mendapat kepastian nasibnya bersama tim senior melalui rapat evaluasi dengan manajemen. “Ya, kita akan rapatkan dulu, baru diputuskan. Apakah layak berada di dalam tim atau tidak,” ujar pria berjuluk Pelatih Kampung ini.

Lebih lanjut, kata dia, sistem promosi egradasi diberlakukan agar dapat memupuk semangat bertanding, sehingga menambah daya juang dan skill saat di lapangan. ”Persaingan pasti akan berlangsung ketat. Sebab semua pemain tak mau turun ke U-21. Begitu pun tim U-21, mereka pasti ingin sekali bermain di senior,” tutur Suimin lagi.

Sementara itu, Direktur Operasional PT Karadenan Jaya, Rhendie Arindra mengatakan, sistem degradasi dan promosi juga akan berdampak pada gaji pemain. Jika performa sang penggawa selalu meningkat di tiap laga, otomatis gaji mereka pun akan naik sesuai kebijakan manajemen.
”Kalau begini kan enak, bisa saling menguntungkan. Tak menutup kemungkinan, jika pemain tersebut konsisten nilai kontraknya bisa dinaikkan 10 hingga 20 persen. Nah, dari tes fisik ini akan kelihatan siapa yang terbaik untuk menghuni tim senior,” pungkasnya.

Selasa, 01 November 2011

Persikabo Diragukan

Radar Bogor - Persikabo masih diragukan akan mampu menjadi klub profesional yang mandiri dan mampu mendapatkan profit. Pasalnya, hingga kini skuad hijau merah belum memiliki akademi, talent scouting (pemandu bakat) hingga staf ahli di bidang teknik. Direktur Operasional PT Karadenan Jaya, Rhendie Arindra mengatakan, sebenarnya faktor tersebut sudah masuk program kerja jangka panjang manajemen. Hanya, jajaran pengurus Laskar Padjajaran belum pernah menyosialisasikannya, sehingga menimbulkan persepsi di masyarakat jika Persikabo tak memiliki target serius di kancah Liga Indonesia.

“Tapi yang harus dicatat, dalam waktu dekat ini kita bakal membuka original merchandise shop, dan ini bukti jika Persikabo akan beranjak menjadi profesional,” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin.

Menurut Rhendie, pembentukan akademi dan penunjukan pemandu bakat baru akan dijalankan setelah manajemen Laskar Padjajaran menyelesaikan program jangka pendek. Yakni, membentuk tim senior yang akan berlaga di kancah sepakbola nasional. Tapi, hal itu tidak serta-merta bakal direalisasikan, sebab anggaran yang dibutuhkan sangat besar dan perlu ada dukungan dari pihak lain.

“Ya, kurang lebih satu tahun ke depan, baru akan kami bentuk akademi, karena saat ini kita sedang memprioritaskan program kerja jangka pendek mempersiapkan tim juara,” jelas pengusaha muda yang gemar mengendarai Jeep Wrangler ini.
Lebih lanjut, kata dia, Persikabo akan membangun akademi sepakbola dari usia 15 hingga 21 tahun yang bakal mendatangkan profit untuk eksistensi tim di dunia sepakbola.

“Kami ingin melahirkan pemain bagus melalui sekolah yang bisa mendatangkan keuntungan, seperti yang dilakukan Barcelona, Arsenal dan Manchester United, dengan didampingi pencari bakat dan staf ahli. Tapi kan hal itu butuh proses,” tutur Rhendie lagi.
Sementara itu, pengamat sepakbola, Robi Rizakota menegaskan, sebaiknya Persikabo harus membuat fondasi kuat sejak saat ini. Sebab, Tegar Beriman memiliki talenta potensial dalam olahraga si kulit bundar. Buktinya, ada dua pesepakbola muda yang memperkuat Timnas Garuda U-15 di ajang AFF lalu.

“Jangan berbicara soal anggaran, tak perlu membangun akademi yang wah, sederhana saja. Kalau tidak, bekerjasama dengan SSB lain.
Jangan sampai mereka ini kabur, justru bukan keuntungan yang didapatkan” pungkas mantan penggawa Persikabo era 1980-an ini.