Pengurus Persikabo memerintahkan manajemen Laskar Pajajaran untuk berburu pemain anyar berkelas di akhir putaran pertama Divisi Utama 2010/2011. Ketua Umum Rachmat Yasin memang masih bernafsu meloloskan Persikabo ke ISL meski peluangnya cukup berat.
Persikabo kini bercokol di peringkat sebelas. Posisi yang sangat riskan dengan target yang sudah lama diburu. Kini pun, tim besutan Maman Suryaman itu harus berjuang menghindari degradasi.
Menurut General Manajer Persikabo, Mas’an Djadjuli, Laskar Pajajaran masih memiliki kuota empat pemain untuk putaran kedua. Sebab itu, dia akan mencari dua pemain asing dan dua lokal dengan jam terbang serta pengalaman bertanding di ISL. Salah satu yang diburu adalah Alberto “Beto” Gonchalves.
Beto merupakan bomber andal asal Brazil yang pernah memperkuat Persipura Jayapura. Dia kini bermain di negaranya dan sedang diincar kontestan ISL, Persija dan Persijap Jepara. Mas’an mengatakan, peluang memboyong Beto ke Cibinong sudah 90 persen. Tetapi Beto tetap harus mengikuti serangkaian tes fisik serta kesehatan.
Selain Beto, Laskar Pajajaran sedang mendekati beberapa pemain asing berposisi stoper di ISL. Namun pihak manajemen akan memberi kesempatan pada skuad Persikabo saat melawan Persires Rengat dan Persih Tembilahan untuk bermain sebaik mungkin. “Kedua laga itu akan dinilai manajemen dan pelatih. Saya harap mereka menunjukkan perubahan pada tim,” jelas Mas’an.
Sementara itu, salah satu pengurus Persikabo, Rustandi mengatakan, wajar jika pelatih saat ini mencari empat legiun baru untuk putaran kedua. Ia lalu mengimbau, manajemen Persikabo jangan lagi terjebak praktik “membeli kucing dalam karung” seperti yang pernah terjadi.
“Berikan otoritas pada pelatih untuk menentukan pemain yang akan masuk skuad. Saya berharap, manajemen tak salah lagi membeli pemain. Mengingat, target tahun ini tetaplah Superliga,” tutur dia.
Sabtu, 29 Januari 2011
Kamis, 27 Januari 2011
Amankan Kandang
Kondisi raihan angka yang masih kritis membuat Ketua Umum Persikabo Kabupaten Bogor, Rachmat Yasin memanggil manajer dan tim pelatih ke pendopo, Rabu (26/1). Bupati Bogor itu mengevaluasi tim setelah Persikabo kembali menelan kekalahan lawan Persipasi Bekasi 1-2, Selasa (25/1). Evaluasi itu konsentrasi terhadap dua pertandingan sisa putaran pertama Divisi Utama Liga Ti-Phone Indonesia kontra lawan Persires Rengat (1/2) dan Persih Tembilahan (5/2).
“Laga kandang nanti harus menang. Sudah tak ada istilah draw lagi,” ujar manajer Persikabo, Mas’an Djadjuli usai pertemuan kemarin.
Persikabo kemungkinan meleset dari target aman. Jika mematok lolos ke Liga Super Indonesia, mestinya sudah mengemas angka 20. Namun dari 10 pertandingan (7 away dan 3 home) yang sudah dilewati, baru mencatat 9 poin dari 2 kali menang dan 3 kali draw selebihnya tanpa poin sebanyak 5 kali kalah. Artinya, dua pertandingan sisa wajib dimenangkan skuad Laskar Pajajaran asuhan Maman Suryaman.
Asumsinya, Persikabo mendapat tambahan 6 angka sehingga menjadi 15 poin dan masih gagal minus 3 angka dari target minimal bisa mencapai angka 18 poin pada putaran pertama. Di putaran kedua, jika Persikabo memenangkan 7 home (21 poin), maka garansi poin sebanyak 36 angka. Ini masih belum aman jika tak berhasil mencuri poin di kandang lawan karena pemegang klasemen sementara Persiraja Aceh di putaran pertama ini sudah mencatat 23 poin dari 10 pertandingan.
Kompetisi Divisi Utama Liga Ti-Phone Indonesia, masing-masing putaran (1 dan 2) sebanyak 12 pertandingan dan Persikabo di putaran pertama memiliki 5 home dan 7 away, serta di putaran kedua, 7 home dan 5 away. Seperti diketahui, dua tim teratas (grup 1, 2 dan 3) plus 2 tim terbaik mengikuti babak 8 besar. Persikabo mengincar masuk jadi wakil grup I yang lolos. Jika tidak, siap-siap saja ditinggalkan Kabomania yang kini sudah mulai susut terhadap minat menyaksikan tim kebanggaan warga Kabupaten Bogor.
“Laga kandang nanti harus menang. Sudah tak ada istilah draw lagi,” ujar manajer Persikabo, Mas’an Djadjuli usai pertemuan kemarin.
Persikabo kemungkinan meleset dari target aman. Jika mematok lolos ke Liga Super Indonesia, mestinya sudah mengemas angka 20. Namun dari 10 pertandingan (7 away dan 3 home) yang sudah dilewati, baru mencatat 9 poin dari 2 kali menang dan 3 kali draw selebihnya tanpa poin sebanyak 5 kali kalah. Artinya, dua pertandingan sisa wajib dimenangkan skuad Laskar Pajajaran asuhan Maman Suryaman.
Asumsinya, Persikabo mendapat tambahan 6 angka sehingga menjadi 15 poin dan masih gagal minus 3 angka dari target minimal bisa mencapai angka 18 poin pada putaran pertama. Di putaran kedua, jika Persikabo memenangkan 7 home (21 poin), maka garansi poin sebanyak 36 angka. Ini masih belum aman jika tak berhasil mencuri poin di kandang lawan karena pemegang klasemen sementara Persiraja Aceh di putaran pertama ini sudah mencatat 23 poin dari 10 pertandingan.
Kompetisi Divisi Utama Liga Ti-Phone Indonesia, masing-masing putaran (1 dan 2) sebanyak 12 pertandingan dan Persikabo di putaran pertama memiliki 5 home dan 7 away, serta di putaran kedua, 7 home dan 5 away. Seperti diketahui, dua tim teratas (grup 1, 2 dan 3) plus 2 tim terbaik mengikuti babak 8 besar. Persikabo mengincar masuk jadi wakil grup I yang lolos. Jika tidak, siap-siap saja ditinggalkan Kabomania yang kini sudah mulai susut terhadap minat menyaksikan tim kebanggaan warga Kabupaten Bogor.
Langganan:
Postingan (Atom)