Rabu, 09 Mei 2012
Cijeruk Bidik Juara Wilayah V
Selalu kandas di babak penyisihan wilayah tak membuat Kecamatan Cijeruk putus asa pada perhelatan Piala Emas Rachmat Yasin (PERY) IV/2012. Camat Cijeruk, Ujang Supandi justru berhasrat membuat kejutan untuk penyelenggaraan tahun ini. Cijeruk bertekad menembus babak final. Namun langkah itu jelas tak mudah, karena mereka harus bisa menyingkirkan lawanlawannya di grup wilayah V, yakni Dramaga, Taman Sari, Ciomas, dan Cigombong.
“Kami berharap di PERY tahun ini prestasi tim sepakbola Kecamatan Cijeruk bisa meningkat . Minimal bisa menjadi juara grup dulu di Bogor Selatan. Tahun lalu kami gagal. Semoga kali ini beruntung,” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin. Tim pelatih dan manajemen tim Cijeruk sudah menyiapkan tim sedini mungkin untuk menggapai target tersebut. Mereka merekrut pemain-pemain andal dari sejumlah desa di kecamatan itu. Camat Ujang berharap, ada pemainnya yang bisa memperkuat Kabupaten Bogor di tim Porda 2014.
“Selama ini potensi pesepakbola di Kecamatan Cijeruk kurang terakomodir, padahal potensi tersebut ada dan luar biasa. Mudah-mudahan dari ajang PERY bisa terpantau,” tambahnya. Mengenai persiapan defile tim di pembukaan besok, Ujang mengaku sudah mempersiapkan kostum yang disesuaikan dengan tema pembukaan PERY tahun ini, yakni mengombinasikan unsur sepakbola dengan kebudayaan.
“Kami sudah mempersiapkan kostum sesuai tema. Kita akan menggunakan baju batik khas Sunda, dan akan memak simalkan kesempatan ini,” tandasnya. (radar bogor)
Suimin Puas Penampilan Sang Ikon
Persikabo Bogor fokus pada dua pertandingan sisa Divisi Utama Liga Indonesia 2011-2012 kontra Persikota Tangerang, Minggu (13/5), dan PSLS Lhokseumawe, Sabtu (2/6). Dua laga ini akan disapu bersih, mengingat begitu krusialnya mesti bisa mengambil poin penuh setelah pekan lalu mendapat perlakuan buruk di kandang PSSB Bireuen dengan hasil draw 1-1.
Pelatih Suimin Diharja siap meracik anak-anak asuhnya, meski lawan Persikota beberapa pilarnya seperti Eduard Valuta kemungkinan absen karena mendapat kartu kuning ketika dijamu Bireuen.
Namun hal itu tak jadi halangan bagi ‘Pelatih Kampung’ ini. “Kami masih bersaing masuk ke babak 8 besar. Artinya peluang kami belum tertutup dan tentunya lawan Persikota adalah kesempatan terakhir di laga away untuk angka maksimal,” ujar Suimin disela-sela latihan Persikabo, Selasa (8/5).
Suimin bahkan telah mendapatkan formasi baru di lini tengah setelah penampilan sang ikon Persikabo asal Cibinong, Rozhaly tampil memuskan pada tur Aceh (lawan PSBL Langsa dan PSSB). Rozhaly posisi sebelumnya adalah pemain belakang, namun setelah dinilai bisa menjalankan tugas sebagai gelandang bertahan, Suimin pun mencoba memasangnya. “Luar biasa. Rozhaly bisa menjalankan skema permainan dan Abang puas dia menunjukkan konsistensi sama seperti Novianto,” ungkapnya.
Namun yang membuat kesal Suimin saat Rozhaly mampu mencetak gol ke gawang Bireun pada babak pertama. Tapi wasit menganulir karena Rozhaly dinilai handsball. “Wasit sepertinya takut memberi penalti. Jelas-jelas intersave dengan dada dan bisa mengecoh kiper hingga gol,” kata dia.
Kekhawatiran Suimin terbukti. Gol Jibby Wuwungan menit ke-80 tak diterima karena persis beberapa menit setelah laga dihentikan karena ricuh akibat lemparan penonton ke wasit dan banch Persikabo, wasit pun memberi penalti. “Padahal pemain Bireuen diving dan Tugi Hadi sempat mengingatkan jangan begitu ke pemainnya, namun dibalas dengan ngotot seolah-olah pemain kita salah. Situasinya pun jadi kacau,” jelas Suimin. Seperti disebutkan sebelumnya, pemain Persikabo usai pertandingan diamankan polisi dengan mobil panser.(jurnal bogor)
Langganan:
Postingan (Atom)