Jumat, 23 September 2011

Kabomania Restui Kepindahan Saefulloh

Pakuan Raya - Tak seperti Bobotoh Persib, yang kecewa atas perginya ikon Persib Bandung, Eka Ramdani ke Persisam Samarinda, Hijrahnya mantan bek Muda Persikabo, Saefulloh Maulana ke Semen Padang ternyata tak membuat para Kabomania kecewa. Beberapa pentolan Kabomania justru mengaku bangga jika ada putra daerah asli Bogor yang mampu berkiprah di klub Indonesian Super League (ISL) seperti Semen Padang. Seperti yang diungkapkan Muhammad Dzikri, Kabomania asal Cibinong ini tidak menyesalkan kepindahan pria asal Ciampea ini ke Semen Padang.

Menurutnya, sebagai pemain profesional Saefulloh memang berhak memilih kemana Ia harus meretas karirnya di klub sepakbola.
"Kita sebagai Kabomania tidak ada hak untuk melarangnya ke Semen Padang, karena Saefulloh sejatinya adalah pemain profesional yang sudah bisa menentukan masa depannya sendiri, Kalau dia pindah ke Semen Padang terus dia menjadi lebih baik, tentu kita akan lebih senang," ucapnya kepada Pakar, kemarin.

Senada dengan Dzikri, Ketua Harian Kabomania Kemal Fasha juga berharap kepindahan Saefulloh bisa menjadi motivasi bagi para pesepakbola putra daerah Kabupaten Bogor untuk lebih menunjukkan kualitas permainan mereka di Persikabo nanti. Kendati demikian, Ia tetap berharap kepada Saefulloh agar pergi meninggalkan Persikabo dengan cara yang baik-baik.

"Saefulloh boleh saja pergi ke Semen Padang, tapa alangkah lebiknya jika dia juga pamit dengan Persikabo dengan baik agar tidak ada miss komunikasi dengan manajemen Persikabo karena bagaimanapun Saefull kan di besarkan di Persikabo," tuturnya.
Sementara itu, dihubungi Pakar kemarin, Saefulloh mengucapkan permohonan maaf sebesar -besarnya kepada seluruh jajaran Kabomania dan Persikabo atas hasratnya untuk hijrah ke Semen Padang. Hal tersebut Ia lakukan karena Ia ingin lebih berkembang dan mencoba sesuatu hal yang baru di klub Semen Padang tersebut.

"Sebenarnya berat meninggalkan Persikabo, namun sebagai seorang pemain tentu saya ingin berkembang, untuk itu saya minta restu kepada seluruh jajaran pengurus Persikabo dan Kabomania untuk bisa meniti karir di Semen Padang, tapi saya berjanji suatu saat saya akan kembali ke Persikabo, karena bagaimanapun Persikabo yang telah membesarkan saya," tukasnya.

Ridwan Pilih Seleksi ke Deltras

Pakuan Raya - Putra daerah Kabupaten Bogor lagi-lagi memilih untuk membela klub lain daripada Persikabo Bogor. Setelah mantan bek muda Persikabo, Saefulloh hijrah ke Semen Padang, kini giliran pemain muda Bogor, Ridwan Awalludin yang lebih memilih mengikuti seleksi di klub Deltras Sidoarjo ketimbang mengikuti latihan yang dipimpin oleh Suimin Diharja tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun Pakar, mantan pemain Timnas SAD ini masih mengikuti seleksi di Deltras yang saat ini tengah mengikuti turnamen Bangka Belitung Cup. Turnamen tersebut akan diikuti oleh tiga tim yakni Sriwijaya FC, Deltras Sidoarjo, dan Tim Amatir Bangka Belitung.

Ketika dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Headcoach Persikabo, Suimin Diharja mengatakan bahwa pihaknya memang sudah menerima informasi mengenai hal tersebut. Secara garis besar, Ia mengaku masih membutuhkan tenaga pemain muda tersebut. Namun, sebagai pelatih Ia tak ingin menghambat karir seorang pemain, dan lebih menyerahkan semuanya kepada pihak manajemen.

"Ya Abang sudah dengar kabar itu, tapi kan abang nggak ada hak untuk melarang dia ikut, karena secara karir dia mungkin bisa lebih berkembang meskipun sebenarnya abang masih butuh tenaganya, ya semua tergantung dengan manajemen lah," ucap Suimin kepada Pakar, kemarin.
Sementara itu, hingga saat ini Persikabo sudah mengantongi 36 nama pemain yang bakal memasuki proses negosiasi dengan manajemen. Beberapa nama pemain yang diprediksi masuk daftar rekrutan pemain seperti Kodrat justru secara mengejutkan dicoret dari daftar pemain yang akan mengisi skuad berjuluk Laskar Padjajaran itu.

"Kita sudah mengantongi 36 nama pemain, yang sudah kita urutkan berdasarkan posisinya masing-masing, masing-masing posisi diisi oleh 3 pemain, nanti di rangking, peringkat 1 dan 2 sudah masuk tahap negosiasi, kalau mereka deal, urutan ketiga pasti tercoret, tapi kalau peringkat 1, dan 2 ada salah satu yang tidak memenuhi kesepakatan, urutan ketiga kita ambil," jelasnya.