Radar Bogor - Perburuan Laskar Padjajaran untuk mendapatkan Choi Dong So semakin melemah. Kekuatan finansial Persikabo yang terbatas tak mampu memboyong pemain asal Korea Selatan (Korsel) yang dibanderol Rp800 juta per musim tersebut. Namun, komunikasi manajemen Persikabo dengan agen Choi masih terjalin. Artinya, negosiasi masih berjalan alot. “Kami ingin Choi bergabung, tapi harganya jangan segitu. Kalau di bawah Rp800 juta masih bisa lah, makanya kita masih berupaya nego,” papar Direktur Operasional PT Karadenan Jaya, Rhendie Arindra.
Tingginya banderol Choi membuat manajemen mengalihkan buruannya ke eks penggawa Persib, Shohei Matsunaga, yang kini berada di Jepang. Pasalnya, kontrak pemain tersebut hanya berbanderol Rp250 juta per setengah musim saat membela Maung Bandung (sebutan Persib, red.
“Kalau setengah musim Rp250 juta, berarti satu musim kan Rp500 juta, jadi lebih baik kita ambil dia saja. Matsunaga punya skill bagus dan dari segi bisnis sangat menjual,” ungkap Rhendie.
Menurut dia, guna mengantisipasi Matsunaga diboyong klub lain, komunikasi intensif terus dilakukan. Bahkan, pemain berusia 21 tahun itu berjanji bakal bertemu langsung dengan Rhendie setibanya di Indonesia. “Saya terus berkomunikasi, dia janji setibanya di Indonesia dalam waktu dekat ini akan langsung bertemu membahas nilai kontrak,” tegas mantan CEO Bogor Raya FC ini.
Selain Matsunaga, Laskar Pajajaran masih punya alternatif buruan lainnya yakni Santiago Bianchi yang kini merumput bersama Vallas, klub Divisi I Liga Argentina. Pasalnya, legiun asing tersebut memiliki skill menawan dan berkarakter fighter.
“Saya sudah melihat tiga pertandingan terakhir Bianchi di Youtube, terus terang saya suka. Dia tak seperti pemain Argentina lainnya yang cenderung stylish, dan yang penting ia belum pernah bermain di Indonesia. Tapi semua itu dikembalikan lagi kepada selera pelatih,” jelas Rhendie lagi.
Lebih lanjut, kata dia, harga yang dipatok Bianchi pun jauh di bawah Choi Dong So dan Matsunaga. Sehingga, bila Persikabo mendatangkannya, Laskar Pajajaran dapat mendapat dua pemain lain. “Ya, yang pasti nominalnya masih di bawah Matsunaga, tapi bidikan utama kita tetap Choi dan Matsunaga,” pungkasnya.
Sementara itu, dalam sesi latihan di Lapangan Jakarta Japan Club (JJC) Sentul, terlihat empat legiun asing ikut bergabung. Di antaranya, Batang dan Noah asal Kamerun, serta kiper Klub Adelaide (Liga Australia), Takubi dan Dario.
Jumat, 23 September 2011
Edward dan Cyril Dipertahankan
Radar Bogor - Manajemen Laskar Padjajaran bakal mempertahankan eks stoper Persikabo musim lalu, Edward Valuta. Penampilannya yang konsisten selama paruh musim, menjadi nilai plus bek berkebangsaan Maldova tersebut.
Selain itu, keahliannya dalam melepaskan passing diagonal serta bertipikal switch play, sangat sesuai dengan keinginan Headcoach Suimin Diharja.
Menurut Suimin, Edward memiliki switch play yang tak kalah baiknya dengan David Pagbe. Namun, sebutnya, ayah tiga putri itu kurang bagus saat melakukan tackling karena acap berbuah pelanggaran. Namun hal ini tak menjadi masalah, sebab masih bisa dibenahi dengan metode latihan yang ada.
“Edward tak kalah dengan Pagbe, dia pemain cerdik dengan visi bermain yang baik. Dia tahu kapan harus bertahan dan overlap, apalagi diduetkan dengan Tugi Hadi. Kurangnya, tekel dia terlalu kasar, tapi itu tak masalah,” ujar Suimin saat ditemui Radar Bogor, kemarin.
Ia mengatakan, pemain seperti Edward Valuta akan sangat cocok dengan skema 4-3-3 yang bakal diterapkan. Sebab dalam formasi tersebut, posisi sayap akan lebih dominan saat menyerang. Karena itu, plessing diagonal sangat diperlukan. ”Otomatis kalau sayap lebih berperan saat menyerang, bola-bola diagonal sangat dibutuhkan. Apalagi kalau counter attack,” jelas dia.
Selain itu, sambungnya, gelandang cerdik Cyril Tchana juga akan dipertahankan dalam skuad Laskar Pajajaran. Karena, legiun asal Kamerun ini mempunyai visi bermain sangat baik, khususnya ketika menyerang. Cyril pun ahli melakukan shooting dari jarak 16 meter. ”Banyak orang meragukan Cyril, katanya jelek lah. Tapi saya sudah lihat sendiri, menurut saya dia pemain bagus yang siap mengacak-acak lini pertahanan lawan, kemampuannya di atas rata-rata,” papar pria yang gemar menikmati kopi dan gorengan ini.
Kendati demikian, Suimin masih dipusingkan dengan sosok legiun asing yang akan mengisi lini depan. Pasalnya, salah satu pemain bidikannya, Choi Dong So, tidak ikut berlatih sejak dua hari terakhir, namun terlihat berlatih dengan Persija. ”Saya dapat informasi kalau Choi terlihat berlatih di Persija, tapi dia belum menandatangani kontrak. Karena itu, saya minta supaya manajemen Persikabo bergerak cepat memboyong Choi,” harapnya.
Lebih lanjut, sambung dia, jika striker bertubuh gempal itu gagal merumput bersama Laskar Pajajaran, ia terpaksa mengambil alternatif kedua, yaitu memboyong Carlos Schivati. ”Carlos juga bagus, ia pandai berkomunikasi, mudah beradaptasi. Tapi belum bisa menunjukkan kelasnya. Dibandingkan sama Choi, ya lebih bagus Choi dong,” tutur Suimin.
Sementara itu, menanggapi keinginan Donny Fahamsyah untuk kembali membela Laskar Pajajaran, Suimin menegaskan, kesempatan Donny masih terbuka lebar, sebab posisi stoper masih rawan. ”Dia masih bisa bergabung dengan kita, asal tunjukkan loyalitasnya,¨ pungkas pria berjuluk Pelatih Kampung ini .
Selain itu, keahliannya dalam melepaskan passing diagonal serta bertipikal switch play, sangat sesuai dengan keinginan Headcoach Suimin Diharja.
Menurut Suimin, Edward memiliki switch play yang tak kalah baiknya dengan David Pagbe. Namun, sebutnya, ayah tiga putri itu kurang bagus saat melakukan tackling karena acap berbuah pelanggaran. Namun hal ini tak menjadi masalah, sebab masih bisa dibenahi dengan metode latihan yang ada.
“Edward tak kalah dengan Pagbe, dia pemain cerdik dengan visi bermain yang baik. Dia tahu kapan harus bertahan dan overlap, apalagi diduetkan dengan Tugi Hadi. Kurangnya, tekel dia terlalu kasar, tapi itu tak masalah,” ujar Suimin saat ditemui Radar Bogor, kemarin.
Ia mengatakan, pemain seperti Edward Valuta akan sangat cocok dengan skema 4-3-3 yang bakal diterapkan. Sebab dalam formasi tersebut, posisi sayap akan lebih dominan saat menyerang. Karena itu, plessing diagonal sangat diperlukan. ”Otomatis kalau sayap lebih berperan saat menyerang, bola-bola diagonal sangat dibutuhkan. Apalagi kalau counter attack,” jelas dia.
Selain itu, sambungnya, gelandang cerdik Cyril Tchana juga akan dipertahankan dalam skuad Laskar Pajajaran. Karena, legiun asal Kamerun ini mempunyai visi bermain sangat baik, khususnya ketika menyerang. Cyril pun ahli melakukan shooting dari jarak 16 meter. ”Banyak orang meragukan Cyril, katanya jelek lah. Tapi saya sudah lihat sendiri, menurut saya dia pemain bagus yang siap mengacak-acak lini pertahanan lawan, kemampuannya di atas rata-rata,” papar pria yang gemar menikmati kopi dan gorengan ini.
Kendati demikian, Suimin masih dipusingkan dengan sosok legiun asing yang akan mengisi lini depan. Pasalnya, salah satu pemain bidikannya, Choi Dong So, tidak ikut berlatih sejak dua hari terakhir, namun terlihat berlatih dengan Persija. ”Saya dapat informasi kalau Choi terlihat berlatih di Persija, tapi dia belum menandatangani kontrak. Karena itu, saya minta supaya manajemen Persikabo bergerak cepat memboyong Choi,” harapnya.
Lebih lanjut, sambung dia, jika striker bertubuh gempal itu gagal merumput bersama Laskar Pajajaran, ia terpaksa mengambil alternatif kedua, yaitu memboyong Carlos Schivati. ”Carlos juga bagus, ia pandai berkomunikasi, mudah beradaptasi. Tapi belum bisa menunjukkan kelasnya. Dibandingkan sama Choi, ya lebih bagus Choi dong,” tutur Suimin.
Sementara itu, menanggapi keinginan Donny Fahamsyah untuk kembali membela Laskar Pajajaran, Suimin menegaskan, kesempatan Donny masih terbuka lebar, sebab posisi stoper masih rawan. ”Dia masih bisa bergabung dengan kita, asal tunjukkan loyalitasnya,¨ pungkas pria berjuluk Pelatih Kampung ini .
Langganan:
Postingan (Atom)