Menjelang laga away kontra PSAP Sigli, 13 Maret mendatang di Stadion Kuta Asan, Arsitek Persikabo Maman Suryaman merotasi skuad Laskar Padjajaran dan mengubah komposisi pemain tengah. Headcoach Maman Suryaman mengatakan, rotasi tersebut dilakukan karena gelandang jangkar Cucu Hidayat (Cuhi) dan Cyril Tchana bakal absen saat melawan PSAP. Tetapi, keduanya dipastikan turun ketika dijamu Persiraja pada 17 Maret mendatang.
“Rotasi dan komposisi harus dilakukan, mengingat absennya dua pemain itu akan sedikit mempengaruhi lini tengah,” ujarnya kepada Radar Bogor kemarin.
Maman mengatakan, dalam laga tandang itu Zaenal Arief dkk akan diinstruksikan bermainnormal, agar target mencuri poin bisa terealisasi dengan menerapkan pakem lama 3-5-2.
Namun menurut Maman, PSAP Sigli tak bisa dipandang sebelah mata. Sebab mereka berada di posisi puncak klasemen sementara. Kendati demikian, Maman tetap optimis bisa mencuri poin, mengingat grafis permainan Persikabo terus meningkat.
“Tapi kami tak mau terlena dengan apa yang dicapai tim saat ini, karena perjalanan menuju ISL masih panjang,” jelasnya.
Ia menambahkan, untuk tur tandang, sedikitnya ada 21 pemain yang bakal diboyong dan akan berangkat besok pagi (hari ini).
Sementara itu, General Manajer Persikabo Mas’an Djajuli yakni bisa mencuri poin. “Saya optimis karena permainan Jibby Wuwungan cs sudah berubah, dari tipikal keras menjadi permainan taktis,” pungkasnya.
Kamis, 10 Maret 2011
Rabu, 09 Maret 2011
Derby Panas
Ada yang berbeda dalam helaran Hari Jadi Bogor (HJB) pada 3 Juni mendatang. Rencananya, dua klub sepakbola asal kota hujan Persikabo dan Bogor Raya FC bakal bentrok di Stadion Cibinong.
Ya, suporter kedua klub beda kiblat tersebut mendesak manajemen Persikabo dan Bogor Raya FC untuk mempertemukan kedua klub tersebut di lapangan hijau.
General Manager Persikabo, Mas’an Djajuli mengatakan, Laskar Pajajaran selalu siap dan tak pernah gentar menghadapi tim mana pun, termasuk skuad besutan John Arwandi yang berhasil mencukur habis Bandung FC lima gol tanpa balas pada Sabtu (5/3). "Kami siap saja menghadapi Bogor Raya FC, namun semua itu saya kembalikan ke panitia HJB. Apakah wacana tersebut akan direalisasikan," ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin.
Menurut Mas’an, laga Derby panas tersebut patut dihelat asalkan bertujuan menyemarakkan HJB, sekaligus lebih menggairahkan olahraga si kulit bundar. Selain itu, andaikan duel yang mempertaruhkan harga diri kedua tim itu terjadi, Mas’an menegaskan, alangkah baiknya jika unsur muspida Kota dan Kabupaten Bogor diundang serta menggratiskan tiket penonton.
Ia mengatakan, Persikabo dan Laskar Kujang sama-sama memiliki kekuatan yang merata di segala lini. Namun, ia optimis jika kualitas pasukan Maman Suryaman masih di atas Laskar Kujang dari segi jam terbang dan teknik. "Persikabo sekarang permainannya sudah berbeda dari sebelumnya, sekarang tidak ada tipikal keras. Tetapi lebih ke tak-tik," jelas pria berjuluk Raja Midas ini.
Sementara itu, CEO PT Bogor Raya, menegaskan, BRFC selalu siap menghadapi tim mana pun. Apalagi kalau bertujuan memeriahkan HJB sekaligus menggairahkan sepakbola di Bogor. "Kami siap saja melawan Persikabo kapan pun dan di mana pun, kalau untuk menghibur masyarakat Bogor. Kenapa tidak?" singkatnya.
Rhendie mengaku tak gentar menghadapi tim sekelas Persikabo yang mempunyai materi pemain bintang dan sarat pengalaman bertanding. "Jangankan melawan Persikabo, menghadapi AC Milan saja saya tidak takut. Pokoknya kami selalu siap, kalau masalah siapa yang menang itu tergantung dari persiapan masing-masing tim saja," ucap dia sambil tertawa.
Hal senada juga diungkapkan oleh Headcoach Boray FC, John Arwandi. Tim Laskar Kujang siap menghadapi Persikabo dalam laga derby HJB. "Ya kami sebagai tim sepakbola siap saja untuk dipertemukan dengan siapa saja. Saya siap melakukan apa saja untuk Bogor," tegasnya.
Sedangkan Entrenador Maman Suryaman menuturkan, pada dasarnya ia siap, namun jika kompetisi sedang berlangsung. Laga itu sebaiknya tak dihelat, karena bertkaitan dengan kondisi pemain.
"Kalau kompetisi masih berlangsung, biarkan manajemen saja yang main. Tetapi kalau kompetisi usai ya kami siap. Mudah-mudahan saja mainnya sesudah kompetisi," pungkasnya.
Ya, suporter kedua klub beda kiblat tersebut mendesak manajemen Persikabo dan Bogor Raya FC untuk mempertemukan kedua klub tersebut di lapangan hijau.
General Manager Persikabo, Mas’an Djajuli mengatakan, Laskar Pajajaran selalu siap dan tak pernah gentar menghadapi tim mana pun, termasuk skuad besutan John Arwandi yang berhasil mencukur habis Bandung FC lima gol tanpa balas pada Sabtu (5/3). "Kami siap saja menghadapi Bogor Raya FC, namun semua itu saya kembalikan ke panitia HJB. Apakah wacana tersebut akan direalisasikan," ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin.
Menurut Mas’an, laga Derby panas tersebut patut dihelat asalkan bertujuan menyemarakkan HJB, sekaligus lebih menggairahkan olahraga si kulit bundar. Selain itu, andaikan duel yang mempertaruhkan harga diri kedua tim itu terjadi, Mas’an menegaskan, alangkah baiknya jika unsur muspida Kota dan Kabupaten Bogor diundang serta menggratiskan tiket penonton.
Ia mengatakan, Persikabo dan Laskar Kujang sama-sama memiliki kekuatan yang merata di segala lini. Namun, ia optimis jika kualitas pasukan Maman Suryaman masih di atas Laskar Kujang dari segi jam terbang dan teknik. "Persikabo sekarang permainannya sudah berbeda dari sebelumnya, sekarang tidak ada tipikal keras. Tetapi lebih ke tak-tik," jelas pria berjuluk Raja Midas ini.
Sementara itu, CEO PT Bogor Raya, menegaskan, BRFC selalu siap menghadapi tim mana pun. Apalagi kalau bertujuan memeriahkan HJB sekaligus menggairahkan sepakbola di Bogor. "Kami siap saja melawan Persikabo kapan pun dan di mana pun, kalau untuk menghibur masyarakat Bogor. Kenapa tidak?" singkatnya.
Rhendie mengaku tak gentar menghadapi tim sekelas Persikabo yang mempunyai materi pemain bintang dan sarat pengalaman bertanding. "Jangankan melawan Persikabo, menghadapi AC Milan saja saya tidak takut. Pokoknya kami selalu siap, kalau masalah siapa yang menang itu tergantung dari persiapan masing-masing tim saja," ucap dia sambil tertawa.
Hal senada juga diungkapkan oleh Headcoach Boray FC, John Arwandi. Tim Laskar Kujang siap menghadapi Persikabo dalam laga derby HJB. "Ya kami sebagai tim sepakbola siap saja untuk dipertemukan dengan siapa saja. Saya siap melakukan apa saja untuk Bogor," tegasnya.
Sedangkan Entrenador Maman Suryaman menuturkan, pada dasarnya ia siap, namun jika kompetisi sedang berlangsung. Laga itu sebaiknya tak dihelat, karena bertkaitan dengan kondisi pemain.
"Kalau kompetisi masih berlangsung, biarkan manajemen saja yang main. Tetapi kalau kompetisi usai ya kami siap. Mudah-mudahan saja mainnya sesudah kompetisi," pungkasnya.
Langganan:
Postingan (Atom)