Kamis, 24 Februari 2011

Abo Diberi Beban Menang, ITC Eduard Masih Diurus

Persikabo Kabupaten Bogor mematok angka penuh lawan Persih Tembilahan pada laga pertama putaran kedua Divisi Utama Liga Ti-Phone Indonesia di Stadion Beringin, Jumat (25/2). Di akhir putaran pertama, Laskar Pajajaran menang tipis 1-0 kontra tim berjuluk Harimau Rawa (5/2). Target menang mesti dijalankan Zaenal Arief dkk, meski tanpa bek Donny Fahamsyah, winger Salim Alaydrus dan gelandang Cucu Hidayat yang masih pemulihan cedera.
“Untuk apa kita pergi jauh-jauh kalau hanya untuk kalah,” ujar manajer Mas’an Djadjuli, kemarin.
Hari ini Zaenal Arif dkk akan uji lapangan. Pelatih Maman Suryaman menyatakan siap menurunkan pemain yang baru direkrutnya seperti bek Eduard Valusta asal Moldova. Laskar Pajajaran kata dia siap meredam agresivitas Harimau Rawa. Maman cukup berhati-hati kontra tim ini yang bertengger di posisi ke-6 klasemen di Grup I (Wilayah Barat), dua tingkat lebih tinggi dari Persikabo di posisi ke-8. Hanya saja masalahnya, manajer Mas’an mengumumkan baru 6 pemain yang sudah mendapat pengesahan dari BLI, karena bek yang bisa diandalkan Eduard Valusta masih diurus Sertifikat Transfer Internasional (ITC) dari kedutaannya.
Persikabo jika mematok target standar, cukup riskan bisa lolos ke Liga Super Indonesia tahun depan. Persikabo yang masih defisit angka mesti mengambil poin maksimal di kandang lawan. Pada putaran pertama, Zaenal Arif dkk dicap jago kandang karena belum pernah menang di kandang lawan. Hasil yang berbeda jauh dari kompetisi musim lalu pernah memenangkan separuh laga tandang.
Persikabo juga masih bersusah payah menang di kandang sendiri karena dari 4 kemenangan, pernah 1 kali draw. Artinya, laga sapu bersih di kandang sendiri juga masih meleset. “Ya, makanya di putaran kedua ini laga kandang mesti sapu bersih termasuk saat lawan berikutnya, Persires Rengat (28/2),” ungkap Mas’an yang menyusul bertolak ke Tembilahan, pagi ini.

Rabu, 23 Februari 2011

Persikabo Beli Kucing dalam Karung

Harapan Kabomania bisa melihat bomber Persib Pablo Frances merumput di Cibinong, kini tinggal impian. Striker asal Argentina itu batal bermain untuk Persikabo lantaran keserakahan Manajer Persib Bandung, Umuh Muhtar.
Ya, Umuh enggan membagi hasil uang kompensasi sebesar Rp200 juta kepada Pablo Frances. Padahal, Pablo siap membela Persikabo jika uang kompensasi tersebut masuk ke kantongnya Rp50 juta.
General Manajer Persikabo, Mas’an Djajuli mengatakan, kegagalan manajemen menggaet Pablo bukan terkendala dana. Melainkan karena Umuh menginginkan uang kompensasi Rp200 juta masuk ke dalam kas Persib, tapi hal ini ditolak Pablo. Sebab, dia menginginkan minimal Rp50 juta dari dana tersebut menjadi miliknya.
“Kalau Pablo sudah mau pindah ke Persikabo, tapi Umuh tak mengizinkan, sebab masalah kompensasi itu. Ya kalau tak ada kesepakatan kan manajemen Persib tak mau mengeluarkan surat kepindahan klub. Jadi, Pablo batal total dan saya kecewa,” jelasnya kepada Radar Bogor kemarin.
Setelah gagal mendapatkan Pablo Frances, manajemen Persikabo mengambil tindakan spekulasi dengan memboyong mantan striker Sriwijaya FC musim 2006, Okoye Emeka Obidiah.
Walaupun, legiun asal Nigeria itu tak memiliki klub pada putaran pertama Liga Tiphone. Namun karena alasan mepetnya waktu pertandingan dan kurangnya stok pemain bidikan, akhirnya Persikabo memberanikan diri mengontrak Emeka.
Mas’an menuturkan, Emeka merupakan pilihan terakhir jika Pablo gagal direkrut. Di samping itu, untuk memenuhi kuota pemain asing Persikabo pada posisi striker. “Kan di lini belakang dan tengah kita sudah punya pemain asing, tapi bagian depan kosong.
Jadi mau tak mau kita ambil dia (Emeka, red), daripada tak ada striker asing sama sekali,” ujarnya.
Ia berharap, kendati kualitas Emeka masih diragukan masyarakat sepakbola Kabupaten Bogor, Mas’an tetap optimis dia mampu memberikan kontribusi positif terhadap klub. “Ya, saya yakin striker bertubuh gempal itu mampu menjadi mesin gol bagi Persikabo,” harap dia.