Senin, 13 Desember 2010

Raja Midas All Out Untuk PERSIKABO

Pengurus teras Persikabo telah melakukan evaluasi kinerja jajaran pelatih Laskar Pajajaran belum lama ini dengan memberikan kesempatan Meiyadi Rakasiwi untuk menukangi Persikabo dalam lawatan ke kandang PSLS dan PSSB Bireun pekan ini. Evaluasi yang dilakukan ketua umum Persikabo dan jajaran pengurus Persikabo belum lama ini membuat motivasi Mas an Djajuli sebagai manajer Persikabo kembali bergairah lagi. Bahkan, Raja Midas panggilan akrab dari Mas’an Djajuli ini mengaku akan all out lagi dalam mendampingi dan membereskan hal hal urgent yang berkaitan dengan kebutuhan pemain Persikabo. “ Jujur saat lawatan ke Medan belum lama ini, motivasi saya Cuma 30 persen saja untuk mendampingi Persikabo. Karena saya mengendus suasana yang tak sedap dan banyak pemain yang curhat kepada saya. Setelah saya dipanggil oleh Ketua Umum Persikabo, motivasi saya kembali bergairah dan siap 100 persen untuk mendampingi Persikabo dalam segala hal. Pak Bupati selaku ketua umum Persikabo telah berbicara banyak kepada saya. Hal itulah yang membuat saya bergairah lagi. Bahkan, sebelum berangkat ke Aceh, saya siap memberikan gaji kepada para pemain. Hingga para pemain menjadi tenang. Selain itu, saya juga sudah menyiapkan uang untuk bonus selama dua kali main di Aceh,” imbuh Mas an Djajuli dengan tegas. Dalam kesempatan yang sama, tambah Raja Midas, Persikabo Kabupaten Bogor masih punya peluang besar untuk menggapai target ke Superliga tahun 2011 mendatang. Persikabo masih punya kesempatan 11 kali lagi main di kandang dan 8 kali lagi main di partai tandang. ” Menangkan semua partai kandang, minimal rebut 3 kali kemenangan di partai tandang dan hindari kekalahan saat laga tandang,” ujarnya

Sabtu, 11 Desember 2010

Judgement Day bagi Meiyadi

Meiyadi Rakasiwi bisa dihentikan langkahnya mengarsiteki Persikabo, namun juga bisa selamat. Hari penentuan dari Ketua Umum Persikabo Rachmat Yasin, Senin (13/12), sehari sebelum keberangkatan Laskar Pajajaran ke Lhokseumawe, Aceh merupakan ‘judgement day’ karirnya. Meskipun Meiyadi sendiri mengaku belum mengetahui perihal rencana pemecatan terhadap dirinya.
“Saya belum dapat info (pemecatan) itu,” ujarnya melalui pesan singkatnya, Jumat (10/12).
Manajemen dan pengurus Persikabo yang sedang mempertimbangkan nasibnya itu, bisa saja Meiyadi tak jadi diganti pelatih baru karena faktor masalah bukan berasal dari tim pelatih, tapi justeru dari pemain atau ada faktor lain. Apalagi dengan waktu yang mepet, pergantian pelatih bukan solusi terbaik. Persikabo dalam waktu dekat ini akan menghadapi PSSL Lhokseumawe dan PSSB Bireuen.
“Memang tak mudah mencari pelatih baru yang langsung siap turun. Tapi itu kembali ke keputusan Bupati dengan berbagai pertimbangannya,” ujar manajer Mas’an Djadjuli.
Termasuk apakah akibat gonjang-ganjing keterpurukan tiga laga away Laskar Pajajaran termasuk yang tak bisa ditolerir atau sebaliknya. Bisa saja jika Meiyadi mampu membuktikan pada laga away berikutnya, kursi pelatih masih dihuninya. Mas’an sendiri mengaku, rapat sebelumnya itu merupakan evaluasi dan masukan. “Tentu yang dicari adalah keputusan terbaik dengan konsekuensi masing-masing,” ungkapnya.
Sebelumnya Edison Hutahean yang juga pengurus Persikabo memiliki argumentasi lain. Langkah Persikabo belum kiamat dan untuk laga away hanya mencari 9 angka dengan asumsi menyapu bersih semua laga kandang. Persikabo asuhan Meiyadi telah berhasil memenangkan laga kandang pertama dengan PS Bengkulu (3/12) dengan kemenangan 2-0. “Yang kami anggap gagal itu adalah lawan Pro Titan saat tandang ke Medan. Mestinya memang menang dan untuk mengganti pelatih itu bukan solusi terbaik. Masalahnya adalah komunikasi antar pemain yang tak jalan,” kata dia.